Friday, December 2, 2016

Siapa Polisi Ganteng Elia Umboh?




Tiba-tiba saja nama polisi ganteng Elia Umboh heboh di Internet saat terjadi Aksi Super damai di jakarta, Jumat ini. Fotonya sedang membawa kotak air mineral terus vial ke mana-mana. Bahkan di akun instagram saya, banyak followers yang menyukainya.

Bersamaan dengan terkenalnya Elia Umbah, blognya yang bisanya bisa say intip, tiba-tiba semua postingannya hilang. Sungguh bikin banyak orang penasaran. Sedangkan akun instagramnya sendiri baru berisi lima postingan foto yang kurang jelas penampakannya. Artinya bisa palsu juga.

Namun selentingan kabar menyebutkan Elia dinas di Polda Metro Jaya, tepatnya di Pengendalian Masyarakat. Bahkan Elia merupakan seorang komandan peleton. Pria ini merupakan lulusan SD Katake, SMP di Bogor, serta SMA di bekasi.

Pendidikan kepolisiannya ditamatkan di Lido, Jawa barat. Dia juga merupakan penggemar musik fave jazz dan techno. Yang mengagumkan, Elia merupakan penggemar buku-buku karya Ary Ginanjar dan Habibburahman Elshirazy.



Thursday, December 1, 2016

12 Perilaku Pasien yang Bikin Bete



Menjadi profesional di bidang medis, baik itu dokter maupun perawat, kerap menemukan beberapa kejadian yang membuat kepala mendadak penat. Terutama saat berhadapan dengan pasien. Alih-alih kesal, mereka cuman bisa mengurut dada menahan sabar.

Kira-kira apa saja perilaku pasien yang menyebalkan itu?

Over Acting

Dokter biasanya paling tidak suka dengan reaksi pasien yang berlebihan saat bertemu dokter. Misalnya seorang Ibu membawa anaknya di ruang gawat darurat karena wajah anaknya kena cakar anak tetangga. Si Ibu terus nyerocos minta diobati segera dan khawatir terjadi sesuatu. Padahal sebenarnya dokter tahu, si ibu bukan sungguh-sungguh mengkhawatirkan anaknya, tapi lebih khawatir anaknya harus menjalankan operasi plastik yang tentu biayanya sangat mahal.

Tidak Lihat Sikon

Dokter biasanya juga bete saat berada di mall  bersama keluarganya, tiba-tiba didekati pasiennya yang mengeluh ini dan itu. Padahal saat itu sang dokter benar-benar ingin menikmati perannyas sebagai ayah atau ibu di keluarganya. Setelah berhari-hari disibukkan urusan pekerjaan.

Tidak Mandi

Usahakanlah mandi dengan bersih sebelum pergi ke dokter. Kalau sedang tidak boleh mandi, dilap saja. Yang penting jangan tercium bau dan tampak kotor dari tubuh kita. Percayalah, meskipun dokter terlatih melihat hal yang menjijikan, dokter tetap akan kesal bila sedang memeriksa bagin tubuh Anda tercium bau kecut atau melihat kotoran nyangkut di gigi dalam jumlah banyak.

Tidak Makan Jengkol

Ini  juga harus diperhatikan. Jangan makan makanan berbau sebelum ke dokter. Bisa kebayang di saat Anda diminta membuka mulut, aroma mulut naga akan menguar. Tunda makan jengkol, pete, duren dan makanan berbau lainnya, meskipun setelah itu ANda menggosok gigi dan kumur-kumur.

Jangan Menjelekkan Dokter Lain

Anda datang ke dokter tapi mulut Anda terus bercerita dokter seblumnya atau dokter lain yang pernah Anda kunjungi. Mulai dari komplai soal pelayanan sampai biaya. Percayalah, semakin Anda banyak komplain tentang dokter lain, akan semakin malas dokter Anda bertemu. Lah, apakah Anda juga nggak akan membicarakan dokter ini kepada yang lain?

Jangan Mengancam

Mungkin Anda anak seorang pengacara atau mungkin Anda seorang blogger. Tapi jangan sampai Anda menuntut seorang dokter untuk mengistimewakan Anda sembari mengancam akan menuntut secara hukum atau menuliskan di blog.

Jangan Kepo

Jangan terlalu pendiam bila bertemu dokter. Tanyalah fokus kepada penyakit yang Anda rasakan. Jangan kepo soal kehidupan pribadi dokter, kesukaannya, maupun statusnya. Jangan pula banyak bertanya tentang penyakit yang dirasakan tetangga Anda, ayah Anda, dan orang lainnya. Apalagi jika pasien lainnya masih antre.

Jangan  Memuji Berlebihan

Pasien yang sudah sembuh kadang mengucapkan hal-hal yang sebanrnya menyinggung perasaan. Misalnya kepada perawat, pasien mengatakan seharusnya tidak menjadi perasawt tapi dokter. Ketahuilah, perawat itu jadi perawat harus kuliah perawat, dan kuliah ambil perawat itu karena memang ingin jadi perawat. Bukan dia mengambil jurusan kedokteran lalu gagal sehingga jadi perawat.

Aji Mumpung

Anda ke dokter besama anak atau anggota keluarga lainnya. Yang didaftar hanya Anda. Tapi begitu di ruangan, Anda juga meminta ke dokter memeriksa kesehatan anggota keluarga Anda setelah Anda selesai diperiksa. Jika memang orang bersama Anda juga sakit, mengapa tidak didaftarkan juga. Ya, kecuali dokter itu memberi paket bayar satu, gratis satu.

Banci Ponsel

Anda memerlukan bantuan dokter, tapi ketika Anda berhadapan dengannya masih sibuk dengan ponsel Anda. Bahkan browsing untuk mencocokkan diganosis dokter dengan info di Internet. Lebih parah lagi, menagjak dokter selfie bareng.

Keras Kepala

Jangan pernah Anda datang kembali ke dokter dengan keluhan penyakit yang sama, sementara Anda tidak menuruti anjurannya. Diminta diet malah bilang lupa. Diminta minum obat malah diabaikan. Dokter mungkin akan meminta Anda rajin-rajin berkunjung sekadar untuk mengingatkan Anda.

Pura-pura

Perawat yang dirawat inap sering pura-pura merasa sehat agar bisa cepat pulang. Hal lain adalah khawatir membayar uang rumah sakit terlalu mahal. Padahal dokter punya alasan untuk menahan lebih lama. Ada juga yang malah pura-pura mengeluh sakit. Tapi sepanjang hari bukannya istirahat di ranajang, malah main atau nonton teve tiada henti hingga mengganggu pasien lainnya.

Nah, kira-kira Anda pernah melakukan yang mana?


Wednesday, November 30, 2016

Menengok Toleransi Beragama di Puja Mandala Bali

  
 

Saat di Nusa Dua, Bali, saya sempat bertanya-tanya lokasi masjid terdekat untuk shalat Jumat. Resepsionis hotel tempat saya menginap memberi informasi keberadaan Masjid Ibnu Batuta sekitar dua kilometer dari hotel. Saya sempat terpana juga ketika diberitahu masjid itu berada di jalan bernama Kurusetra.

Setahu saya Kurusetra merupakan medan peperangan dalam wiracarita Bharatayudha di Haryana, India. Namun saya tahu pula, alasan Kurusetra dijadikan perang lantaran wilayah tersebut merupakan tanah suci umat Hindu sehingga beberapa orang menyebutnya pula sebagai Dharmasetra .

 


Saya pun melakukan survey ke lokasi sembari jogging di pagi hari. Dan betapa terkejutnya saya begitu tahu masjid yang dimaksud berada di kawasan Pusat Peribatan Puaja Mandala. Ya, bukan hanya masjid saja di sana yang saya lihat. Tapi juga lima tempat ibadah umat beragama lainnya, yakni pura, vihara, gereja katholik dan gereja protestan.


Area ini tampak sejuk dan sakral lantaran menjadi simbol toleransi beragama. Cocok jika kemudian diposisikan berada di Jalan Kurusetra dengan alasan di atas. Agar terjaga kedamaian.

Puja Mandala merupakan area ibadah lima agama yang diakui negara pada saat Soeharto menjadi presiden pada tahun 1997 silam. Nama tempat ibadah tersebut ialah Masjid Agung Ibnu Batutah, Gereja Katholik Maria Bunda Segala Bangsa,Vihara Budha Guna, Gereja Protestan GKPB Jemaat Bukit Dua, dan Pura Jagatnatha. 


Selain beribadah, Puja mandala juga ramai dikunjungi  wisatawan karen keunikan sebagai lambang toleransi. Jangan khawatir dengan tempat parkir, karena di bagian depannya tersedia lahan untuk nangkring kendaraan yang mampu menampung banyak, bahkan bus ukuran besar.

  
 Sebaiknya jika tujuannya adalah berwisata, tetap santun saat berada di lingkungan rumah ibadah. Mulai dengan pakian, hingga perilaku. Hindari jam-jam rumah ibadah saat sesak, misalnya saat waktu sholat Jumat jika hanya ingin berfoto-foto di sana.

Di setiap rumah ibadah juga ada agenda acara peribadatan  yang bisa diikuti oleh warga lokal maupun wisatawan yang menginap di sekitar Nusa Dua. Jujur saja, saya senang melihat Puja Mandala, karena mengingatkan saya, sesibuk apapun mengisi liburan,. tetap harus menunaikan ibadah. Terutama ibadah sahalat Jumat yang harus dilakukan di masjid.





 Hal yang menyenagkan saya lainnya di Puja Mandala adalah karena di seberang jalan, saya banyak menemukan kedai-kedai kuliner halal untuk umat muslim. Jadi bisa mampir dulu ke sana sebentar ... hehehehe ... ^_^


Monday, November 28, 2016

Lima Kisah Nyata Perawat Bikin Merinding



Memiliki teman-teman perawat di media sosial Instagram, membuat saya tahu cerita menarik di dalam pekerjaan mereka. Beberapa cerita bahkan membuat bulu kuduk merinding. Keberanian mental mereka benar-benar diuji.

Dicengkeram

"Saya bekerja di unit gawat darurat. Saat itu saya harus melakukan  CPR pada wanita yang jantungnya telah berhenti. Sebelumnya dia sempat terengah-engah, tapi kemudian diam. Saat saya tengah melakukan kompresi dada, tiba-tiba tangannya mencengkeram  pergelangan tangan saya dan kemudian terkulai kaku. Dia tidak sadar untuk selamanya."
- Perawat N di kota B


Lompat

"Saya memiliki seorang pasien yang  siap menandatangani penerimaan dokumennya. Semuanya  normal  sampai dia tiba-tiba melihat keluar jendela dan bertanya, "Apakah Anda melihat sesuatu?" Aku tidak melihat apa-apa.  Dan dia berkata, "Seorang pria melompat dari gedung sebelah." Lalu ia menggeleng dan bergumam pada dirinya sendiri. Hari itu memang tidak ada apa-apa. tapi keesokan harinya benar ada yang bunuh diri di gedung sebelah."
- Perawat C di kota J

Sosok Hitam

"Saya pernah  memiliki seorang pasien yang dirawat karena overdosis. serta sejarah yang sangat panjang masalah kesehatan mental. Dia meronta-ronta di sekitar di tempat tidur, sangat agresif, menendang orang, benar-benar membingungkan. Sautu hari dia mengatakan "sosok itu dalam warna hitam! Apakah Anda tidak melihatnya!" dan menunjuk ke sudut. Saya melangkah ke sudut ia menunjuk dan melambaikan tangan saya sekitar.  Bukannya, tenang, pasien saya malah makin menjerit ketakutan seolah melihat sesuatu hendak memakan saya dan dirinya. Akhirnya, saya keluar ruangan dan menelepon dokter."

- Perawat W di kota M

Tawa Seram

"Saya pernah punya pasien seorang mahasiswa, Dia superpendiam selama di ruang perawatan. Dia sakit stres karena kuliahnya. Dia hanya menutup tubuhnya sepanjang hari dengan selimut seperti mumi. Sampai suatu hari saya mendengar dia tertawa pelan-pelan sendirian. Lama kelamaan dia tertawa sangat menyeramkan. Baru kali ini saya mengalami hal yang membuat saya ketakutan dengan pasien."

- Perawat S di kota S

Gigi Tambal

"Saya bekerja sebagai perawat gigi. Terutama anak-anak. Satu hari datang keluarga bersama seorang anaknya untuk diperiksa giginya. Dari luar saja bisa kelihatan anak ini jarang membersihkan giginya. Ibunya bilang anaknya snagat takut ke dokter gigi, makanya ini baru pertama kali ke dokter gigi. Saat saya membantu dokter memotret gigi si anak, saya kaget. Ada dua tambalan gigi saya temukan. Saya bertanya sekali lagi kepada ibunya. Tapi Ibunya bersumpah mengatakan tidak pernah membawa anaknya ke dokter gigi, apalagi sampai menambal gigi anaknya. Benar-benar aneh."

- Perawat C di K




Mengintip Festival Arfak Lewat Lensa Raiyani

Tarian Tumbu Tana, tarian tradisional khas masyarakat 

Pegunungan Arfak menjadi sajian menarik unik dan energik.

Menyaksikan sebuah acara festival budaya merupakan impian para pecinta seni budaya seperti saya. Apalagi budaya  di segala penjuru Indonesia, terutama yang jauh dari Pulau Jawa, seperti Festival Arfak di Anggi, ibukota Pegunungan Arfak, provinsi Papua Barat. Sungguh, mendengar namanya saja selalu terbersit impian untuk ke sana.

Sayangnya, waktu belum berpihak kepada saya untuk mengunjungi Festival Arfak yang senantiasa digelar pada pertengahan November setiap tahunnya. Untungnya saya bisa melihat kegiatan tersebut melalui bidikan lensa teman-teman travel photographer yang menakjubkan. Salah satu photographer favorit saya yang sudah dua kali ke Festival Arfak adalah Raiyani Muharramah.


Para wanita dan pria, meriah ramaikan Festival Arfak 2016 

di Kabupaten Pegunungan Arfak. 


Secara keseluruhan kawasan Pegunungan Arfak membentang seluas 68.325,00 hektar, terbagi menjadi tiga tipe ekosistem hutan yang beragam:  hutan hujan dataran rendah (lowland forest), hutan hujan kaki gunung (foothill forest) dan hutan hujan lereng pegunungan (lower montane forest). Perbedaan zona ekosistem itu membuat kawasan Pegunungan Arfak kaya akan keanekaragaman hayati bernilai tinggi.

Delapan  distrik masuk wiayah Pegunungan Arfak, yakni Menyambouw, Membey, Hingk, Tanah Rubuh, Warmare, Ransiki dan Oransbari yang masuk dalam wilayah kabupaten pemekaran Manokwari Selatan.

Raiyani Muharramah dengan warga setempat.

Pegunungan Arfak  mayoritas dihuni  suku besar Arfak yang terdiri dari 4 sub suku: Hatam, Meyah, Moire dan Soub. Keempat sub suku ini tersebar di 10 distrik  seperti: Anggi, Anggi Gida, Didohu, Minyamouw, Sururey, Taige, Testege, Catuouw, Hingk dan Membew

Pasar darurat. Kabupaten Pegunungan Arfak yang baru berumur 4 tahun ini masih terus membangun. 

Hasil pertanian berupa sayur mayur di jual di pusat Kota Anggi


Keunikan foto-foto Raiyani ini, membuat yang melihatnya ikut merasakan suasana di Pegunungan Arfak dan ingin mewujudkan segera ke sana. Juga pemilihan sudut pengambilan gambar yang amat menarik. Apalagi ketika menujukkan unsur budaya lokal. Sangat terasa kekuatan magis yang menyelubungi atmosfir di Fastival Arfak.


Tradisi bakar babi dengan kulit kayu, menjadi tradisi unik di daerah Pegunungan Arfak. 

Dengan latar belakang rumah kaki seribu yang telah di nobatkan sebagai benda cagar budaya oleh Unesco

Setiap caption yang disertakan papada foto pun memberi informasi yang beguna. Jadi tidak membuat penikmat fotonya terus manggut-manggut. Jika ingin menikmati juga banyak foto-foto perjalanan Raiyani menjelajah Indonesia bisa mampir di akun instagramnya di @raiyanim


Noken asli papua ini telah disyahkan menjadi salah satu benda cagar budaya oleh Unesco. Dalam festival arfak yang berlangsung 12-16 November di tampilkan pula proses pembuatannya 



Foto-foto: Raiyani Muharramah

Sunday, November 27, 2016

Hindari 13 Hal Norak Saat naik Pesawat



Naik pesawat terbang saat ini bukanlah sesuatu yang luks lagi. Hampir semua orang pernah naik pesawat terbang. Namun herannya, selalu saja kita bertemu penumpang pesawat yang menyebalkan dan mengganggu kenyamanan kita.

Dari obrolan dengan sejumlah cabin crew di media sosial, saya menyimpulkan ada 12 hal yang membuat seorang penumpang terlihat norak saat naik pesawat.

Jangan Jorok di Toilet Pesawat

Menggunakan toilet pesawat tidak bisa seleluasa  di rumah sendiri. Kita harus berhati-hati menggunakannya, karena toilet itu juga digunakan secara bersama dengan penumpang lainnya. Hal paling menjengkelkan adalah bila penumpang buang air kecil tapi urine-nya berceceran ke mana-mana sampai ke lantai toilet. Sungguh menyebalkan.

Ada pula yang memakai tolet pesawat hingga air keran ke mana-mana seolah habis mandi. Tapi dari semuanya, paling menjengkelkan bila ada penumpang yang berlama-lama di dalam toilet. Entah apa yang dialkukannya. Sementara penumpang lain ingin menggunakannya.

Jangan Makan Berbau Sebelum Naik Pesawat

Hindari makanan berbau seperti jengkol, petai, atau lainnya sebelum naik pesawat. Apalagi yang dicampur bikin mules dan akan naik penerbangan dalam waktu lama. British Air tujuan Dubai, pernah harus balik ke London gara-gara ada orang yan buang air besar dan kotorannya sangat bau hingga mengganggu. Akhirnya penumpang harus tertunda keberangkatannya hingga 15 jam karen bau menyengat itu.

Jangan  Berkata Kasar dan Nyaring

Hindari berkata kasar saat di dalam pesawat, baik kepada kru maupun sesama penumpang. Apalagi jika diucapkan sambil berteriak-teriak. Penumpang yang mengangganggu bisa saja diturunkan dari pesawat dan kehilangan beberapa penerbangan.

Jangan Pelihara Bau Badan

Pada sebuah penerbangan Jazz Air tahun 2010, seorang penumpang memiliki bau badan yang benar-benar buruk sehingga mengganggu kenyamanan penumpang lainnya. Sebagian besar penumpang hanya berani menatapnya smabil bergumam.

Jangan Membual Penyakit Menular

Sebuah penerbangan yang tidak mau disebut namanya, pernah heboh gara-gara seorang penumpang bercanda dengan teman perjalanannya bahwa dia baru saja dari Afrika dan mengidap ebola. Karuan saja penumpang lainnya panik. Si orang yang sebenarnya bercanda itu kemudian diturunkan di sebuah bandara dengan pengawalan ketat.

Jangan Merasa Agnes Mo

Sebaiknya pikir-pikir dulu juga memasang headset untuk mendengarkan musik. Terutama jika Anda terbiasa mendengar musik sambil ikut menyanyi nyaring. Semua penumpang tentu akan menganggap Anda norak, atau bahkan kena gangguan jiwa. Jangan pernah merasa suara anda sehebat Agnes Mo maupun Beyonce.

Jangan Menelepon Setelah Diumumkan Matikan Telepon

Mungkin ponsel Anda paling canggih di dunia. Tapi jika berada di pesawat, tetaplah ikuti aturan, seperti mematikan telepon. Kecuali maskapai yang digunakan memang mengizinkan penumpang memakai ponsel. Sinyal ponsel dapat membahayakan penerbangan. Dan jika Anda keukeuh menggunakan ponsel, berarti Anda emngajak bunuh diri bersama penumpang lainnya.

Jangan Bolak-balik di Lorong

Anda mungkin hiperaktif atau mudah beser sehingga tidak bisa duduk diam di dalam pesawat. Tapi bukan berarti Anda bisa seenaknya bolak-balik di lorong. Apalagi sambil lari-larian juga mengganggu kru kabin dan penumpang lainnya.

Jangan Menendang Sandaran Kursi di Depan 

Mungkin Anda kesal dengan penerbangan yang lama. Sehingga tanpa sadar kaki Anda menendang berulang kali sandaran kursi di depan. Percayalah, hal itu sangat menjengkelkan penumpan di kursi depan Anda. Jangan pernah lakukan hal ini, kecuali Anda benar-benar penumpang yang norak dari perkampungan.

Jangan Biarkan Anak Mengganggu Penumpang Lain

Mungkin anak Anda adalah yang termanis di seluruh dunia. Tapi belum tentu bagi orang lain. Apalagi jika penumpang itu ingin istirahat, sementara anak Anda terus menjerit di sebelahnya. Pastikan jika mengajak anak naik pesawat, Anda duduk bersamanya, dan dapat mengendalikan anak Anda.

Jangan Monopoli Kursi

Jika memang tubuh Anda besar, cobalah untuk tidak memonopoli jatah tempat duduk dan lorong untuk lewat atau melewati orang lain. Sara terbaik mintalah duduk di dekat pintu darurat atau ambil kelas bisnis. Buatlah penumpang lain sama nyamannya seperti Anda, bukan mengintimidasi.

Jangan Bolak-Balik Buka Kompartemen

Anda orang yang cepat bosan sehingga Anda perlu hiburan dari bagasi tas ANda yang sudah di simpan di kompartemen. Tapi bukan berarti Anda bisa seenak bolak-balik membuka kompartemen, apalagi jika posisinya di atas kepala penumpang lain.

Jangan Mabuk

Jangan pernah minum alkohol sebelum naik pesawat maupun di dalam pesawat. ANda akan mabuk dan mengganggu penumpang lainnya. Selain mabuk karena alkohol, juga jangan sampai muntah karena mabuk udara. Pastikan Anda minum obat antimabuk sebelum naik pesawat jika Anda gampang muntah.

Masih banyak hal lainnya yang sebenarnya menujjukkan perilaku norak selama di pesawat. tapi intinya adalah, Anda janga mengganggu kenyamanan penumpang lainnya. 

Friday, November 25, 2016

Hindari Sembilan Hal Kampungan Ini Saat di Hotel


Saat saya berada di satu hotel, biasanya saya sempatkan ngobrol dengan staf hotel segala hal. Salah satu hal yang umum saya tanyakan adalah, tamu hotel macam apa yang mereka tidak sukai. Beberapa memberi jawaban yang umum, tapi ada juga yang berdasarkan kasus yang dialami.

Para staf ini akhirnya hanya bisa memaklumi ulah tamu yang kurang menyenangkan itu. Ada juga yang berujar tamu itu bersikap kampungan. Tidak peduli dia orang tajir sekali pun. Nah, kira-kira tamu seperti apakah yang dicap kampungan itu?

Jangan Pernah Berteriak kepada Staf

Tamu yang bersikap arogan terhadap staf hotel adalah yang paling tidak disukai. Mereka terlihat seperti meremehkan para staf hotel, bahkan memandang sebelah mata. Bisa jadi karena mereka merasa telah membayar mahal tinggal di hotel. Tapi percayalah, kadang justru banyak orang superkaya tahu benar memperlakukan staf dengan baik.

Tamu terkadang lebih suka memerintah ketimbang meminta bantuan. Bahkan kadang kala sampai berteriak di lobi. Tentu saja selalin mengusik hati staf, juga mengganggu tamu lainnya karena membuat gaduh.

Jangan Dulu Menyalahkan Staf Hotel Saat Kehilangan Barang

Saat kehilangan barang di kamarnya, tamu cenderung menyalahkan staf hotel terlebih dahulu. Bahkan di era media sosial ini, langsung menjelek-jelekkannya ke seluruh dunia. Padahal menurut keterangan staf, sekitar 99% kehilangan barang tamu disebabkan karena lupa menyimpan, terjatuh dan keteledoran tamu itu sendiri.

Cobalah bicara dengan manajer hotel, agar benda yang hilang dicari lebih dulu. Jika memang terjadi pencurian, mintalah pihak hotel menghungi pihak kepolisian setempat.

Jangan Pakai Handuk untuk Sepatu

Handuk memang merupakan fasilitas hotel yang lumrah didapat oleh tamu hotel. Tapi perlu diketahui juga bahwa handuk hanyalah untuk mengeringkan tubuh kita. Jadi jangan gunakan handuk untuk menghapus riasan wajah atau membersihkan sepatu biar kinclong.

Handuk yang sudah dipakai juga ada aturannya untuk diganti. Jangan simpan handuk di sembarang tempat. Sebab staf hanya akan mengganti handuk yang digantungkan di tempat semestinya. 

Jangan Buang Segala ke Tempat Sampah di Kamar

Tempat sampah di kamar hotel memang untuk membuang sampah. Tapi bukan berarti segala jenis sampah bisa dimasukkan ke sana. Tempat sampah ayang ada sebenarnya hanya untuk sampah kerin. Jadi hindari membuang sampah basah, apalagi berbau di sana. Hubungi room service jika kita perlu membuang sampah basah atau berbau.

Beberapa jenis sampah juga sebaiknya jangan dibuang sembarangan ke tempat sampah di kamar hotel, seperti pembalut, permen karet, alat kontrasepsi, suntikan insulin, dan sejenisnya. Pastikan dibungkus lebih dahulu.

Jangan Biarkan Orang Asing Masuk ke Kamar

Pastikan jika kamar Anda seteril dari orang yang tidak dikenal. Jika menerima tamu, lakukan di lobi saja. Bahkan, bila orang itu mengaku staf hotel, jangan percaya jika ternyata tidak menggunakan ID. Bila memang mencurigakan coba telepon manajer hotel. Hal ini juga menyangkut dengan keamanan barang kita sendiri.

Jangan Tinggalkan Koper di Lobi Semenit Pun

Saat berada di lobi menunggu jadwal check in, tiba-tiba  kebelet ke toilet? Titipkan koper atau tas segera ke sekuriti atau resepsionis. Jangan biarkan berada di lobi dan menganggap semua orang akan menjagai barang Anda. Jangan pula menitip koper Anda kepada orang yang tidak dikenal.

Jangan Merokok di Kamar Tanpa Rokok

Mungkin Anda perokok dan kehabisan kamar merokok. Lalu, Anda menempati kamar tanpa rokok, karena tak tahan tanpa rokok,  akhirnya Anda merokok. Alarm asap menyala. Ruangan jadi basah. Hal ini akan merepotkan banyak pihak. Selain itu, kamar tanpa orkok ventiasinya tertutup sehingga ruangan akan jadi bau tembakau.

Jangan pernah paksakan menginap di kamar tanpa rokok kecuali Anda benar-benar tidak merokok.


Jangan Asal memesan Menu

Anda kelaparan di dalam kamar dan mencoba meemsan makanan hotel. Sudah jelas ada menu yang tertera, jadi tidak perlu ngotot meminta menu yang aneh-aneh. MIsalnya resto hotel hanya menyediakan masakan Italia, Anda memesan makanan India. Jika ingin makanan yang yang tak ada di menu resto hotel, carilah restoran yang bisa mengantar pesanan Anda ek kamar hotel. Pastikan juga pihak hotel mengizinkannya.


Jangan manfaatkan hak terlambat check out 

Sudah waktunya check out tapi malas meninggalkan kamar yang nyaman? Jangan manfaatkan servis hotel yang menoleransi Anda terlambat satu jam untuk check out. Apalagi di saat musim liburan. Ingat, kamar Anda bisa saja sudah dipesan orang, dan staf hotel harus segera mebereskannya untuk orang lain.

Toleransi waktu check out hanya benar-benar dipakai jika benar-benar diperlukan. Dan jangan lupa menghubungi pihak manajer jika ingin memakai toleransi waktu check out.



Nah, agar tak terjadi hal-hal memalukan, sebaiknya tamu hotel juga jangan ragu untuk bertanya kepada staf hotel untuk hal-hal yang harus diketahui seperti cara menggunakan fasilitas kamar dan sebagainya. Yuk, jadi tamu hotel yang menyenangkan ...

Wednesday, November 23, 2016

Lima Hotel Ini Sangat Diminati Anak-anak



Rencana liburan akhir tahun ke mana? Sebagain sudah mempersiapkan jauh-jauh hari. Sebagian masih mencari lokasi. Ingat, jika berlibur dengan anak, anak harus pikirkan hotel yang disuka anak-anak. Sebab salah pilih hotel, anak-anak bisa bad mood dan liburan pun jadi kacau.
Berikut, lima hotel di dunia yang sangat dicintai ank-anak. Di Indonesia ada nggak ya?

Legoland Hotel


Anak-anak mana yang tidak kenal lego? Mereka semua menyukai permainan susun bangun itu. Apalagi sekarang bisa merekayasa berbagai bentu. Termasuk hotel. Nah, kebayang kan bagaimana suka citanya anak-anak ketika diajak ke hotel dari lego raksasa?  Di dunia ini, ada beberapa Legoland Hotel yang bisa ditemui. Salah satunya adalah di Johor Baru Malaysia. Kalau di Amerika Serikat dapat ebrkunjung ke Califoria.

Kelebihan Legoland Hotel juga karena tema kamar-kamarnya yang tentu saja akan dicintai anak-anak bukan hanya saat menginap, tapi sesudahnya. Apalagi semua Legoland hotel dengan dengan Legoland Park.


Elephant Villa
 

Anak-anak umumnya menyukai hewan, terutama hewan yang terlihat baik seperti gajah. Nah, apalagi jika mereka diajak menginap di hotel berbentuk gajah. Tentu seru, kan? Namanya Villa Gajah berada di area taman safari Kumbuk River di Srilanka. Jadi selain tinggal di penginapan berbentu gajah, anak-anak juga bisa mengikuti petualangan di alam bebas.

V8 Hotel


Hotel ini akan membuat anak-anak bahagia, terutama mereka yang suka mobil-mobilan dan dunia otomotif secara keseluruhan. Biasanya memang anak lelaki, tapi anak perepuan juga suka kok. Sebab semua properti di kamarnya bertemakan mobil-mobil lama.  Termasuk ranjangnya. 

Jadi anak-anak bisa merasakan bagaimana tidur di atas Mercedes, Morris, VW dan sebagainya. Dijamin mereka akan tidur nyenyak dan mimpi indah. Orangtua mana yang tidak mau anaknya tertidur nyenyak saat liburan? Jika ingin tinggal di V8 Hotel, kita harus pergi ke Stutgart di Jerman. Oh iya, ada tur khusus ke Motorworld di sana lho.

Tree Hotel

Bentuk hotel ini mengingatkan ke rumah pohon yang begitu disukai anak-anak. Hanay saja bentuk rumah pohon tidak dibuah dari bilah papan, melainkan lebih seperti pesawat kecil di masa depan. Fitur keren yang akan membuat anak-anak bahagia tinggal di Tree Hotel yang terletak di Swedia ini.

Hotel ini dielngkapi pemanas jika menginap di musim dingin, sebaliknya jika di musim panas memiliki fasilitas pendingin ruangan yang membuat nyaman. Pemandangan hutan di sekitar tentunya akan membuat imajinasi anak semakin melompat lepas.

Cost Verde


Ingin merasakan suasana terdampar di sebuah tempat dari sebuah pesawat terbang seperti di film The Lost? Datanglah ke Hotel Cost Verde di Costa Rica. Anak-anak bisaq merasakan melihat dari ketinggian sepetri halnya burung, serta melihat beraneka jenis reptil di sekitarnya.  

Interiornya juga meyenangkan karena dihiasi koleksi barang-barang dari dunia peenrbangan. Bisa dipastikan yang senang tidak hanya anak-anak, juga orangtuanya.


Foto: cnntrevelermedotcom

Tuesday, November 22, 2016

Ini Dia Anggota Pasukan Perdamaian Termuda Asal Indonesia di Sudan


Yudha jadi anggota pasukan perdamaian termuda asal Indonesia di Sudan

Pria bernama lengkap Gede Sandika Yudha ini sejak lama bermimpi menjadi anggota pasukan perdamaian PBB. Tepatnya ketika tamat pendidikan brigadir Brimob pada tahun 2009. Akhirnya, mimpinya terwujud menjadi anggota pasukan perdamaian di Sudan. Dan, banyak pengalaman yang didapatnya selama berada di negara gersang itu.

"Pada Desember 2009 saya mendengar cerita dan baca berita  di media sosial tentang pasukan perdamaian. Semula saya pikir itu hanya untuk anggota TNI lewat kontingen Garuda. Ternyata setelah saya telusuri ada juga pasukan Polri yang ikut misi perdamaian di Sudan di bawah PBB dengan nama Formed Police Unit Garuda Bhayangkara. Saya kemudian tertarik mencari tahu lebih jauh karena ingin bergabung," ucap polisi berpangkat Brigadir Polisi Satu (Briptu) ini semangat di sela tugasnya.

 Briptu Gede Sandika Yudha S.H

Setelah mendapat informasi mengenai seleksi FPU, kelahiran  Timor Timur 17 Desember 1990 ini berusaha menunggu dengan sabar agar mimpinya terwujud. Pasalnya, salah satu persyaratan yang harus dipenuhi dari Polri untuk penugasan bersama PBB adalah sudah berdinas lima tahun. Usai masa dinas terpenuhi, Yudha pun mengikuti seleksi.

"Tes seleksi nggak mudah karena banyak tahapan tes. Apalagi banyak senior saya yang ikut tes juga. Tentu pengalaman mereka lebih banyak," jelas pria bergelar sarjana hukum ini. "Begitu dinyatakan lulus seleksi saya merasa senang. Sebelum berangkat saya harus mengikuti latihan pra operasi untuk melatih fisik, kemampuan bahasa, dan lainnya." 


Pria yang berdinas di  Lemdiklat Mabes Polri ini mampu melewati  latihan khusus tersebut di Cikeas, Bogor, selama sekitar enam bulan. "Motivasi saya sangat kuat untuk mencari pengalaman baru dalam bertugas di luar negeri melalui pasukan perdamaian (peace keeper). Orangtua dan saudara pun mendukung keinginan saya. Makanya saat saya berangkat pun ada kebanggan tersendiri terhadap diri sendiri dan orangtua serta adik-adik saya," kenangnya mengingat masa meninggalkan tanah air untuk tugas yang mulia ini pada Desember 2015.

Mendapat potongan tumpeng dari Komandan Pasukan di Sudan,
saat ultah Brimob ke -71 karena jadi anggota termuda.

Satu lagi yang lebih membanggakan adalah saat Yudha mengetahui dirinyalah yang termuda di antara anggota pasukan perdamaian yang bertugas di Sudan. "Sebenarnya saat seleksi saya monitor bahwa saya adalah yang termuda. Makanya saya sangat bersyukur ketika dinyatakan lulus. Meskipun akhirnya saat di tempat tugas harus siap di perintah apapun oleh senior," lanjutnya sambil tersenyum.

Pengalaman berkesan pun banyak didapatnya. "Saya paling berkesan ketika patroli dan memberikan bantuan kepada masyarakat. Begitu sampai, mereka langsung berlari mendekati kami untuk mendapatkan bantuan. Di dalam hati saya bersyukur menjadi warga Indonesia yang negaranya subur makmur. Tidak seperti di sini yang serba kekurangan," lanjut Yudha, pemilik akun instagram @yudha_asb .

Satu lagi pengalaman yang tak diduga Yudha adalah ketika patroli, salah jalan alias kesasar, sehingga dihujani tembakan oleh aparat setempat.  "Kemudian, perwakilan dari kami turun dan negosiasi lumayan alot. Akhirnya, kami diberi jalan tapi diberi peringatan agar izin lebih dulu," imbuhnya.

Kini, pengalaman seperti itu tak terulang lagi lantaran sudah hapal sekali dengna tugasnya. Dan Januari 2017 nanti, Yudha akan kembali menginjak bumi Indonesia. Kembali menunasikan tugas di bumi pertiwi ini.



Monday, November 21, 2016

Hotel Alternatif di Mercure Nusa Dua Bali





Tawaran ke Bali untuk urusan mengisi workshop penulisan cerita anak tidak saya sia-siakan. Saya langsung mengiyakan kendati sebenarnya agenda acara saya sudah padat. Bali selalu membuat saya tidak berani menolak tawaran siapapun untuk ke sana. Apalagi kali ini acara akan dihelat di Nusa Dua, wilayah Bali yang belum saya injak di tiga kunjungan ke Bali sebelumnya.


Dari Bandara I Gusti Ngurah Rai saya dijemput menuju  Mercure Nusa Dua Hotel. Saya sudah membayangkan hotel ini berada persis di sisi pantai seperti saat saya ke Mercure Resort di Sanur tahun lalu. Namun, anggapan saya langsung gugur ketika dari jalan raya ternyata mobil yang saya tumpangi tidak mengarah ke kawasan Bali Tourism Development Corpoartion, tapi sedikit di luarnya.


Itu artinya hotel ini tidak menempel dekat pantai. Wuah, kurang seru nih. Akhirnya, saya segera check in dan menuju kamar. Dan kekecewaan saya itu luntur seketika, lantaran view yang tampak di jendela sangat membuat saya senang. Kolam renang yang menarik dan pepohonan asri di sekitar. Ini tak kalah mengasyikan. Toh, tinggal di kamar hotel menempel di pantai pun belum tentu mendapat view pantai. Malah beberapa kali saya kecewa dapat view kurang asyik.

Setelah bertanya, akhirnya saya tahu meskipun tidak dekat pantai, Mercure Nusa Dua punya area pantai sendiri di Nusa Dua. Untuk menyambangi tempat itu cukup naik mobil hotel yang bisa mengantar jemput sejak pukul delapan pagi.

Buat saya sih terlalu siang pukul delapan pagi. Sebab saya tahu Pantai Nusa Dua tempat keren untuk menyaksikan matahari terbit alias sun rise. Esok harinya saya langsung ke luar hotel usai shalat Subuh samembari jogging rutin. Ternyata pantainya nggak jauh-jauh amat, Hanya dengan sepuluh menit jogging saya sudah sampai pantai lewat jalan Pantai Menggiat. Berbeda dengan pantai milik hotel yang ada di sekitar Pulau Peninsula.


Jadi, soal pantai dekat atau tidak, sudah bukan soal lagi buat saya. Mau lihat matahari terbit tinggal jogging sebentar. Mau berenang? Kolam renangnya amazing kece. Biru sebiru hatiku. Halagh! Biar enak berenangnya, mendingan pagi-pagi saja. Habis jogging di pantai. Biasanya para bule kan belum bangun. Kalau agak siang banyak anak-anak. Sore sampai malam banyak pemandangan bikin kurang fokus .

Sehabis berenang dan berbilas, bisa tuh langsung sarapan di Soka Restaurant. Tempatnya semi terbuka tapi tetap nyaman. Berada di lantai bawah dekat kolam renang. Dari lobi hotel hanya turun satu lantai.

Selama lima hari di hotel saya tidak bosan dengan variasi menunya karena mengombinasikan menu nasional dan internasional. Lagian saya diet. Jadi, paling ya salad dab buah saja yang dimakan. Atau sesekali makan daging ayam, ikan atau telur. Pelayanannya sangat ramah di resto. Saya beebrapa kali minta dipotongkan sayur okra untuk obat diabetes saya, eh bukan cuman dipotong tapi juga dibersihkan dan disediakan air panas untuk merendamnya juga. Kerenlah.

Oh iya, bicara soal kamar, menurut saya sih sesuai dengan gaya hotel masa kini yang minimalis, tapi ruangan tetap terasa luas. Patokannya sih mudah. Jika masih ada ruang untuk shalat, artinya itu cukup luas.

Bagian shower dan toilet terpisah. Ini menguntungkan buat tamu yang sharing kamar dengan orang lain selama menginap. Seperti kali ini saya share dengan komikus Sweta Kartika. Cuman bagian dinding showernya saja yang  berkaca (ini memang model sekarang) itu terlalu transparan. Jadi kalau mau mandi ya mending atur-atur jadwal saja saat salah seorang keluar kamar biar nggak risih.

Yang membuat saya betah berada di kamar adalah view menghadap pool, selain tentu saja bed yang nyaman buat tidur. Tapi saya sarankan jika akan menginap di sini membawa terminal tiga karena colokannya terbatas. Apalagi jika punya gadget yang banyak untuk dicharge. Belum lagi jika sharing kamar.


Selama di Mercure ini, ruangan paling sering saya singgahi adalah ruangan meeting dan seminar. Ada empat ruangan yang dipakai yang terletak di dekat lobi hotel. Saya sering singgah ke sini bukan semata untuk workshop, tapi juga karena ada ruang mushola. Sudah jadi kebiasaan saya, memilih shalat di mushola hotel ketimbang di kamar, karena beberapa alasan.


Ruang seminar dan rapat menurut saya cukup memadai. Yang terpenting sih wifinya kuat. Selebihnya ya standar. Apalagi ini buat workshop. Saat padat tamu, penyejuk ruangan juga bejalan normal. Begitu pula dengan sistem suara.

Fasilitas lain yang ada di sini adalah penyewaan sepeda, spa, dan gym yang sama sekali tidak saya manfaatkan karena kesibukan di acar yang saya ikuti. Tapi saya suka dengan pojok baca di dekat lobi yang cantik. Entahlah, saya sering betah berada di lobi hotel yang tersedia ada rak buku sehingga bisa asik membaca.


Mercure Nusa Dua juga dekat dengan desa adat masyarakat sekitar. Jadi jika ingin ke minimarket, dari  hotel tidak terlalu jauh, demikian juga tempat pijak refleksi, atau rumah makan bagi yang bosan dengan hidangan hotel.

Jika ingin membeli oleh-oleh bisa berburu di Jalan Pantai Menggiat yang hanya 100 meter dari hotel. Tentu saja harus ditawar saat membeli. Jika tidak pandai menawar bisa pergi ke Hardis sekitar empat kilometer dari hotel. saya pergi ke sana dengan ojek online, walaupun sebenarnya telarang beroperasi di daerah sana.

Kesimpulan saya, hotel ini lebih cocok untuk menginap dalam jumlah rombongan, membuat acara workshop maupun seminar. Jika untuk liburan keluarga bisa jadi alternatif meskipun tidak berada dekat pantai, sehingga budget kamar pun lebih rendah ketimbang hotel-hotel di kawasan BTDC. Toh, kalau mau ke hotel ada mobil hotel yang bisa antar jemput.