Thursday, December 29, 2011

[Tips] Menulis di Majalah BOBO

Saya mulai menulis secara profesional kelas 3 SMP. Karya saya dimuat pertama kali di majalah BOBO. Setelah sekali dimuat, saya makin sering menulis cerpen anak, dan makin sering pula dimuat.

Tertarik menulis di BOBO? Baca dulu majalah BOBO. Kalau bisa, ya berlangganan. Kalau tidak, kunjungi kios majalah bekas. Beli dan bacalah lusinan majalah BOBO agar mengenal betul karakter tulisan yang diterima.

Sedikit tips yang dapat saya bagikan adalah:


1. Karakter/tokoh: jangan terlalu banyak. Singkirkan karakter yang cuman numpang lewat. Cukup 2-3 karakter agar pembaca bisa langsung masuk ke cerita.

2. Timeline jangan terlalu panjang. Hindari dua hari kemudian, enam belas tahun kemudian, dan seterusnya. Manfaatkan teknik kilas balik (singkat). Bobo biasanya kurang suka flashback. Lebih suka kronologis.

3. Langsung masuk cerita dengan pengenalan konflik. Jangan bertele-tele dengan deskripsi.

4. Ending jangan mudah ditebak. Pikirkan ending yang tak biasa. Jangan pernah berpikiran membuat ending yang menggantung.

5. Pikirkan beberapa alternatif setting tempat jika ada satu ide, agar tidak membosankan pembaca. Semakin unik dan jarang diangkat, semakin memperbesar lolos dari persaingan yang ketat.

6. Jangan menggurui secara verbal. Sebisa mungkin kurangi tokoh Ibu atau guru sebagai juru selamat atau penceramah.

7. Latih diksi. Jangan malas buka kamus. Diksi sangat menentukan, sudahkah tulisan kita cocok untuk segmen anak-anak.

8. Sebelum fokus pada spesialisasi genre tertentu, tetap coba menulis beberapa genre. Belum tentu yang kita pilih cocok di mata pembaca/redaksi.

9. Judul jangan asal dan normatf.

10. Hindari kesalahan sekecil apapun dalam penulisan, baik typo maupun EYD. Lakukan self editing.

Selamat mencoba, semoga berhasil.

Be O Be O ... BOBO ... Teman bermain dan belajar ...