Monday, January 2, 2012

[Kelas] Resolusi Kelas Ajaib 2012

Tahukah bahwa Kelas Ajaib dimulai dari on-line?


Sekitar lima tahun silam, saya tertarik melakukan training penulisan. Tidak melalui tatap muka, karena menurut saya, training penulisan tidak bisa dilakukan dalam beberapa jam saja. Ini bukan pelatihan bikin sayur lodeh. Harus berhari-hari agar lebih intensif dan berkualitas. Materi pun tidak melulu teori, tapi langsung dipraktikkan. Toh, kalau hanya teori, semua bisa browsing dengan mudah. Karena peserta yang saya sasar tinggal di kota yang berjauhan, maka solusinya adalah memanfaatkan teknologi Internet. Saat itu pula, saya mulai akrab bergaul dengan sejumlah bloggers yang tergabung dalam wadah Blogfam.

Pelatihan pada 2006 itu menetaskan sejumlah penulis buku bacaan anak. Sebut saja Iwok Abqary, Nunik Utami, Dewi Cendika, Erlina Ayu, Ryu Tri,  Beby Haryanti Dewi, Dewi Rieka yang kini sudah malang melintang di dunia penulisan. Pada saat itu, keinginan saya melatih karena saya ingin berbagi ilmu penulisan berdasarkan pengalaman yang saya lewati puluhan tahun. Juga, saya ingin memiliki resource unggul, karena sebagai editor buku anak saya senantiasa memerlukan pasukan elit penulis bacaan anak.

Rasanya menyenangkan sekali ketika peserta pelatihan Kelas Ajaib satu per satu mulai menerbitkan bukunya. Apalagi jika itu adalah buku pertama mereka. Banyak yang berkata seperti melahirkan anak pertama. Saya merasakan pula gegap gembira mereka ketika mulai curhat di blog mereka, lalu woro-woro soal buku baru mereka. Rasa menyenangkan  inilah yang kemudian membuat saya ingin terus membuka pelatihan menulis Kelas Ajaib.

Tatap Muka dan On-line

Melihat kesuksesan alumni Kelas Ajaib, kemudian makin banyak yang meminta saya melatih secara on-line. Saya pun membuka kelas on-line selama beberapa gelombang. Dengan kelas On-line ini, saya cukup berlangganan telkom-speedy. Yang menggembirakan adalah ketika sejumlah ibu anggota FLP Amerika-Canada meminta saya melatih mereka pula. Hanya dalam beberapa bulan mereka akhirnya menetaskan buku untuk anak-anak, bahkan sejumlah peserta kemudian terus aktif menulis buku, seperti Wylvera.

Merasa formula pelatihan menulis yang diberikan secara on-line sudah mantap, saya pun mulai memberikan pelatihan menulis bacaan anak secara tatap muka. Alhamdulillah, peserta terus mengalir. Bahkan beberapa peserta on-line memperdalam ilmu dengan mengikuti kelas tatap muka.

Dengan semakin lekatnya Internet dalam kehidupan, sejak 2011 saya mulai memadukan cara tatap muka dan on-line pada pelatihan menulis Kelas Ajaib. Saya awali pemberian teori dan paktik dasar melalui  kelas tatap muka selama tiga hari, kemudian melanjutkan lebih intensif melalui kelas on-line. Cara ini menurut saya lebih efektif karena saya bisa terus memantau perkembangan para murid Kelas Ajaib, juga membakar semangat mereka.

Resolusi Juara 2012

Pada 2012 saya masih ingin membuka Kelas Ajaib. Saya ingin membantu mewujudkan sejumlah calon penulis yang ingin menerbitkan buku pertama mereka. Semakin banyak, semakin baik. Tentunya tidak hanya terbatas jenis-jenis penulisan tertentu seperti pictorial book dan novel anak. Bisa jadi jenis non-fiksi anak, naskah komik, dan sebagainya selama saya menguasainya.

Tidak sebatas meregenerasi barisan penulis, Kelas Ajaib juga mulai tertantang untuk melahirkan Pasukan Elit Trainer Penulisan. Mereka inilah yang kelak akan bersama-sama berjuang melahirkan generasi penulis baru. Pada 25 Desember 2011, 17 penulis telah mengikuti pelatihan dasar. saat ini, secara intensif sejumlah strategi disusun untuk mewujudkan mimpi saya dan mereka. Jika saya sendiri bisa melahirkan  puluhan penulis baru dalam setahun, dengan 17 trainer penulisan ini tidak mustahil ratusan penulis baru yang berkualitas akan lahir dalam setahun.

Bulan Januari ini, setidaknya enam pelatihan menulis secara on-line gratis akan dilakukan secara serempak. Ini baru langkah awal. Semoga impian kami berjalan lancar jaya. Amin.

^_^