Thursday, August 9, 2012

[BUKU] E-mail dari Pak Ikranegara



Buku prequel “Mimpi Sang Garuda”sudah saya terima. Dan sudah habis saya baca sekali duduk kemarin.

Sebuah prequel biasanya ditulis setelah crita utamanya lahir, sehingga tidak bisa dikatakan merupakan sebuah flashback, meskipun kejadiannya berlangsung sebelum yang terjadi di dalam cerita utamanya itu. Namun demikian, prequel haruslah konsisten sebagai "yang sebelumnya" sedangkan yang di cerita utama adalah sebagai "yang sesudahnya" antara lain menyangkut beberapa unsur ceritanya, antara lain perkembangan tokoh cerita ataupun karakternya. Sehingg, sebuah proquel harusnya bisa tampil sebagai sebuah cerita yantg utuh juga, sama utuhnya dengan cerita utamanya itu, sehingga bisa berdiri sendiri sebagai sebuah cerita.

Di dunia film, yang mudah dijadikan contoh adalah film "Star War" yang kemudian prequelnya diproduksi setelah film itu beredar luas.

Jadi pertanyaannya, apakah prequel “Mimpi Sang Garuda” juga akan digarap menjadi sebuah film juga nantinya? Lalu, di kulit belakang buku disebut-sebut "Gruda Menantang Matahari" apakah itu merupakan cerita sesudah "Garuda di Dadaku" dan juga akan difilmkan nanti, sehingga keseluruhannya nati akan merupakan sebuah trilogi Sang Garuda?
 
Buku “Mimpi Sang Garuda” ini mudah dicernak oleh anak-anak, karena tampaknya memang ditulis untuk anak-anak oleh penulis cferita anak-anak yang namanya sudah kondang dan menghasilkan banyak cerita anak-anak. Artinya, nama Benny Rhamdani mrupoakan nama yang sudah dikenal ramai di kalangan anak-anak, bukan?

Karyanya “Mimpi Sang Garuda” merupakan bacaan bermutu dan bermanfaat bagi anak-anak, juga orang tua, antara lain dalam upaya mendidik anak-anak untuk mencintai karya sastra, selain merupakan pendidikan perasaan terutama sekali yang menyangkut semangat anak-anak untuk  bekerja keras dalam mencapai yang benar-benar menjadi keinginannya.

Bagi orang tua, karya ini juga memberikan cermin jelas bahwa anak-anak itu masing-masing punya dunia sendiri yang berbeda-beda satu dengan lainnya, maka para pendidik (baik guru maupun orang tua dan masyarakat) hendaknya memberi dan menyediakan peluang dan dukungan kepada mereka untuk mengembangkan dunianya itu msing-masing semaksimal mungkin, agar perkembangan jiwa dan raganya berada di jalan yang sehat dan fitriah. Insya Allah!

Maka paling tidak, saya menduga bahwa anak-anak dan orang tua setelah membaca prequel ini akan termotivasi untuk mengetahui lanjutan kisahnya dalam "Garuda di Dadaku" dan "Garuda Menantang Matahari" sebagai bagian dalam belajar saling memahami antara anak-anak dan orangtuanya masiing-masing. Mudah-mudahan demikian. Amien!

Ikranagara