Tuesday, August 7, 2012

Misteri Buku Best Seller

Pada 2003, Agne William Morris menawarkan naskah debutan Curtis Sittenfeld bertitel 'Chiper'. Sebanyak 24 editor penerbit besar menolak novel tentang sekolah berasrama itu. Tinggal Random House satu-satunya yg menerima dan menawar uang muka $40.000.
 
Pada 2005, naskah itu diterbitkan dan diganti judul 'Prep'. Meski pemasaran dilakukan dengan cara cerdik, namun mereka hanya berani mencetak pertama 13 ribu eksemplar. Sangat minim untuk uang muka yang sudah mereka keluarkan.

Ternyata 'Prep' mampu menempati list best seller di New York Times.  Edisi hardcovernya terjual lebih dari 133.000 copy! Edisi papperback terjual 329.000 copy! Right untuk dialihbahasakan terjual 25 bahasa, serta dibelinya hak untuk memfilmkan oleh Paramount! Hebat!

(apa yang ada di pikiran 24 editor yang menolak?)

Publikasi yang dilakukan: liputan surat kabar bergengsi dan informasi getok tular.
Lho, padahal buku-buku yang lain juga melakukan hal yang sama. Trus, kenapa 'Prep' yan berhasil? Masih banyak buku yang awalnya sangat diunggulkan tapi jeblok di penjualan.

Jawabannya kira-kira menurut Agen Brian De Fiorre:
1. Kovernya
2. Judulnya
3. Tidak ada promosi
4. Waktunya tidak pas
5. Isinya memang tidak menarik
Jawaban yang diberikan editor Strachan adalah: "Nggak ada yang benar-benar tahu. Kalau Anda tahu kuncinya, Pasti Anda sudah sangat kaya!"
Oh iya, sebuah penerbit besar pernah mengeluarkan uang $8 juta untuk draft buku 'Thirteen Moons' karya Charles Frazier (sebelumnya sukses menjual Cold Mountain 1.6 juta copy). Akhirnya dicetaklah 750.000 copy. Meski masuk best seller tapi hanya terjual 240 ribu eksemplar.
heheheh ...
langsung aja ngutip kata si penulis Prep.
"Orang mengira penerbitan adalah sebuah bisnis. Tidak betul. Ini adalah arena perjudian."