Tuesday, June 25, 2013

5 Soundtrack Film Nasional yang Asyik




Apa jadinya film tanpa musik?
Film yang berkesan di hati belum tentu soundtrack-nya enak didengar. Sebaliknya, beberapa soundtrack film yang menjadi favorit masyarakat, tak menjadikan filmnya laris manis. Namun ada beberapa film dan soundtracknya sama-sama laris, sama-sama abadi pula. Bahkan bukunya pun disukai masyarakat.

Berikut adalah 5 soundtrack film yang soundtracknya abadi didengar hingga kini, setidaknya di telinga saya.


Badai Pasti Berlalu

Saya memasukan lagu ini bukan karena albumnya  masuk ke peringkat #1 di dalam daftar "150 Album Indonesia Terbaik" majalah Rolling Stone Indonesia bulan Desember 2007. Tapi sungguh, suara Berlian Hutahuruk yang tinggi hingga ke langit, membuat pesan dalam lirik tersampaikan dengan jelas.  Dalam beberapa pentas ajang lomba menyanyi, lagu karya Eros Djarot dan Jockie Soerjoprajogo ini sering dinyanyikan dan tetap sesuai dengan telinga masyarakat Indonesia masa kini.

Lagu Badai Pasti Berlalu diambil dari album dengan judul yang sama, merupakan soundtrack film Badai Pasti Berlalu (1977). Filmnya sendiri diangkat dari novel berjudul Badai Pasti Berlalu (1974) karya Marga T. Versi kedua badai Berlalu dinyanyikan oleh Chrisye (1999) yang menurut saya sama enaknya. Lagu soundtrack ini sangat cocok untuk momen cinta yang lebih dewasa.


Ada Apa dengan Cinta

Banyak soundtrack film remaja yang enak di telinga, tapi saya paling suka dengan Ada Apa dengan Cinta? (2002). Suara Melly Goeslow berpadu dengan Erick seperti melekatkan kisah romantis film yang dibintangi Nicholas Saputra dan Dian Sastro di benak kita.

Setiap mendengar lagu itu, langsung yang terlintas karakter Rangga dan Cinta. Range vocal keduanya yang tinggi dan khas, membuat lagu ini jadi tak enak bila dinyanyikan orang lain. Hingga sekarang, saya belum menemukan lagu roman remaja yang hits-nya melampaui Ada Apa dengan Cinta?






Ayat-Ayat Cinta

Filmnya diangkat dari novel laris Ayat-Ayat Cinta karya Habiburrahman El Shirazy. Dengan cerita berlatar Kairo, Mesir, novel dan filmnya sama-sama disukai masyarakat Indonesia. Apalagi dengan balutan kisah religi romantis. Tidak heran jika soundtracknya kemudian ikut menjadi monumental.

Dirilis pada tahun 2008, hingga kini soundtrack Ayat-Ayat Cinta belum tergantikan untuk lagu kategori roman religi. Suara Rossa yang sangat cocok dengan lagu karya Melly Goeslow ini, semakin memantapkan Rossa sebagai diva di percaturan musik Indonesia.






Laskar Pelangi

Tidak melulu tentang cinta lagu soundtrack yang abadi dan enak didengar terus menerus. Lagu tentang persahabatan dan cita-cita pun bisa abadi. Contohnya adalah soundtrack film Laskar Pelangi yang dinyanyikan oleh Nidji (2008).  Lagu ini bisa sangat popular, sama dengan filmnya yang diangkat dari novel laris Laskar Pelangi karya Andrea Hirata (2005).


Melodi yang riang gembira, membuat lagu ini sangat disukai anak-anak. Di tengah pacekliknya lagu anak-anak, soundtrack ini sangat membantu masyarakat untuk mencari lagu yang cocok di acara-acara pentas anak-anak.






Garuda di Dadaku

Nada lagu ini mengingatkan saya pada lagu daerah ‘Apuse’, namun di tangan band Netral, dibalut lebih ngerock dan cocok untuk tema filmnya yakni olahraga sepakbola. Garuda di Dadaku (2009) merupakan lagu yang akan abadi sepanjang waktu karena di setiap pertandingan sepakbola nasonal senantiasa dinyanyikan di tribun penonton. Belum ada soundtrack film bertema sport yang bisa sefenomenal Garuda di Dadaku. Bahkan anak-anak pun menyukai lagu ini.

Alasan lain saya suka lagu ini, karena novelnya saya yang menulisnya :)





(sumber foto-foto: wikipedia.co.id)


-ben-