Monday, July 1, 2013

5 Sebab Gagal Jadi Penulis



Jadi penulis siapa saja bisa. Mau berbakat atau tidak. Tapi sering sekali saya bertemu orang yang merasa gagal jadi penulis, bahkan akhirnya memutuskan untuk berhenti menulis sampai batas waktu yang tidak ditentukan.
Ada 5 penyebab utama yang menyebabkan seseorang akhirnya merasa gagal jadi penulis:

#1. Visi yang tidak jelas sebagai penulis. Mau jadi penulis apa? Mau seberhasil apa? Jika ingin menjadi penulis blog, jadilah penulis blog yang menginspirasi banyak orang, banyak dibaca, syukur-syukur sering menang lomba ngeblog. Jika ingin menjadi penulis fiksi, jadilah penulis fiksi yang disukai karyanya, entah apapun bentuk dan medianya. Juga pasang target apa yang akan dicapai sebagai penulis fiksi. menang lombakah, dimuat di kompas, karyanya dibukukan dan diterbitkan di penerbit papan atas.

#2. Kurang motivasi yang kuat. Jika menulis sekadar berekspresi, oke-oke saja. Tapi itu belum kuat sebagai motivasi. Menulis sebaiknya juga untuk dibaca. Syukur bila bisa menginspirasi orang, memberi pencerahan, atau mungkin mengubah dunia. Carilah motivasi yang mendukung, misalnya ingin kelihatan keren, ingin kelihatan inteletual, ingin populer, ingin punya penghasilan. Apapun itu, teruslah pelihara motivasinya. Cari sebanyak mungkin motivasi yang memperkuat keinginan menulis.


#3. Komitmen yang rendah berimbas kepada kedisiplinan. Tidak disiplin dalam menulis tanda kurang keseriusan. Tidak heran jika akhirnya merasa gagal dan patah arang. Cobalah menulis dengan disiplin. Misalnya seorang yang sibuk bekerja, luangkan 1-2 jam sebelum tidur atau begitu bangun tidur. Tulislah sesuatu yang benar-benar berkualitas. Tidak semata mengejar kuantitas.

#4. Bergaul itu perlu, terutama dengan komunitas sehobi. Libatkan diri dengan komunitas menulis yang sehat. Cobalah cari rival pribadi yang harus dikalahkah. Dengan demikian virus need of achievement alias kebutuhan berprestasi akan terpupuk. Terbukalah dengan kritik. Pupuk terus wawasan dan pengalaman menulis.

#5. Cengeng alias rapuh di manapun akan membuat gampang patah arang. Begitu pun menulis. Baru ditolak sekali oleh satu koran ternama, langsung tak mau nulis, pasang status marah-marah di Facebook. Memangnya dengan ngedumel kemampuan menulis kamu akan berkembang? Jangan cengeng. Mengejar impian menjadi penulis adalah perjuangan sama halnya orang bercita-cita jadi profesor, dokter spesialis atau artis ternama.

-by Benny Rhamdani