Thursday, July 25, 2013

Mencicipi Ikan Asin Vegetarian di Resto Moey





Penasaran dengan makanan di resto vegetarian di Bandung, akhirnya saya berusaha mencarinya di Internet. Saya pikir hanya ada 1-2 resto, ternyata ada sekitar 10 resto vegetarian di Bandung. Akhirnya saya pilih satu resto vegetarian bernama Moey Snack & Resto.

Letak Moey di Jalan Pajagalan no.81 memang bukan daerah kuliner yang umum di kota Bandung. Orang Bandung sendiri belum tentu tahu letak jalan tersebut. Sekadar petunjuk, bila mengambil Jalan Pasir Koja, setelah perempatan Jalan Astana Anyar, ada belokan ke kiri menuju Jalan Pajagalan. Posisi resto yang baru berusia dua tahun ini berada di sebelah kanan jalan setelah belokan.

Saat sampai, eksterior restonya tampak seperti bekas sebuah toko guci  karena di etalasenya berjajar beberapa guci China. Begitu kami masuk, tampaklah interior ala rumah makan chinese food. Tapi karena tertulis ‘halal’ ya kami masuk tanpa ragu.

Kami memilih duduk di kursi sofa satu-satunya di antara meja-meja kayu seperti di warung bakmie. Pelayan Moey segera menyodorkan kami menu yang tersedia. Jangan kaget ya, walaupun resto ini berkategori vegetarian dan vegan, tapi di menunya kita bisa menemukan rendang, sate, sampai baso. Semua tetap bebeas dari daging. Tentu saja saya tak ingin berharap tinggi dengan hidangan vegetarian ini.





memilih salad buah, nasi tutug oncom dan rendang. Isteri saya memilih menu standar, yamin baso. Dan anak saya memilih nasi goreng spesial dan sop buah. Jika melihat harga di daftar menu, relatif murah. Hanya sate saja yang agak tinggi, satu tusuk Rp3.500. Mungkin membuatnya lebih rumit dibandingkan lainnya.

Pesanan saya nasi tutug oncom ditambah kerupuk muncul. Ketika saya buka bungkus daun pisangnya, saya menemukan dua potong ikan asin di dalamnya. Ikan asin? Tenang itu ikan asin tiruan. Dan saya aman memakannya karena saya sesungguhnya dilarang makan ikan asin sejak hipertensi. Rasanya nikmat saat memakannya, apalagi beserta rendang  daging imitasi yang tetap lezat.



Bagi yang belum tahu, daging rendang ala vegetarian ini dibuat dari daging nabati alias daging tiruan. Di toko-yoko vegetarian biasanya sudah tersedia dalam bentuk siap olah. Begitu pula dengan ikan asin. Sedangkan pembuatan bakso vegetarian bisa dilihat di sini. Untuk bakso, menurut saya kurang bisa menyamai rasa bakso asli. Sementara daging rendang tertolong oleh bumbu rendang yang pedas. Yang saya takjub adalah ikan asinnya yang begitu mirip.

Saya menutup acara makan-makan dengan menghabiskan salad buah dalam mangkok berukuran sedang. Porsi yang pas untuk makanan penutup..Sementara isteri saya berusaha menikmati yamin baso yang dipesannya. Mungkin  karena porsinya yang besar. Tapi baso yang dihidangkan dimakannya walau bukan dari daging asli. Setelah kami merasa cukup kenyang, kami membayar semua. Jumlahnya masih di bawah rata-rata kami jika makan di resto ayam goreng. 

Nama Moey diberikan pemiliknya berdasarkan dari kata bahasa Belanda yang artinya enak. Menurut saya sih cocok. Sesuai namanya, di Moey juga menjual snack rumput laut yang cocok untuk vegetarian, juga beberapa bahan olahan untuk vegetarian.  Penasaran?

(foto2: benny rhamdani)