Monday, July 15, 2013

Terapi Bekicot Ngetop di Jepang

Terapi bekicot agar awet muda. (foto: AFP)



Moluska berlendir satu ini banyak ditemui di Indonesia. Bahkan di halaman rumah saya, sering menjadi hama bagi tanaman tertentu. Itulah si bekicot yang sering saya usir dengan menaburkan garam dapur. Tapi rupanya untuk para pencari formula awet muda, bekicot adalah teman baik.
Mungkin terdengar jijik, tapi begitulah yang sekarang sedang ngetren di Jepang. Mereka membiarkan tiga bekicot berjalan di wajah mereka selama 60 menit. Mereka bisa merasakan berjalan sesukanya mulai dari pipi dan dahi, kemudian mereka harus membayar sekitar Rp2,5 juta kepada kasir klinik perawatan wajah. Perawatan sudah termasuk pijat wajah dan masker wajah.

Kabarnya, lendir bekicot mengandung protein, antioksidan dan asam hyularonic, yang berguna sekali mempertahankan kelembapan kulit, meredakan peradangan dan menyingkirkan kulit mati. “Lendir bekicot dapat membantu pemulihan sel-sel kulit pada wajah, jadi kami berharap bekicot itu membantu menyembuhkan kulit wajah yang rusak,” kata Yoko Miniami, manajer penjualan di klinik kecantikan Tokyo kepada Sunday Telegraph.

Lendir bekicot juga diyakini dapat membantu mengatasi kerusakan akibat sinar matahari. Miniami menambahkan,” Kami tertarik pada fakta bahwa bekicot memiliki fungsi yang dapat membantu menyembuhkan kulit yang rusak akibat sinar ultraviolet.”

Tak puas dengan perawatan di klinik kecantikan itu? Tenang, karena klinik kecantikan juga menyediakan krim lendir bekicot. Dan saat ini lendir bekicot untuk kecantikan tidak hanya heboh di Jepang, tapi juga sampai ke Korea selatan.

Apakah akan sampai ke Indonesia seperti halnya terapi-terapi kecantikan asing lainnya? Tenang saja, bekicot sangat mudah ditemukan di pekarangan rumah kita. Kalau pun nanti menjadi tren, nggak perlu keluar uang sampai jutaan rupiah seperti di Jepang.