Tuesday, September 10, 2013

Alif Laam Meem, Frat House Muslim Pertama di AS

Pernah melihat mess mahasiswa berdasarkan kelompok persaudaraan (frat house)di film-film Hollywood? Umumnya kita akan dipertontonkan adegan pesta liar dengan alkohol yang mengalir bebas dengan perilaku yang bikin geleng-geleng kepala. Tapi sebuah mess mahasiswa di Amerika Serikat justru melarang pesta pora dan menggantinya dengan kegiatan amal dan pengajian.



Nama mess mahasiswa persaudaraan muslim itu adalah Alif Laam Mim yang didirikan di University of Texas, Dallas, AS, pada 12 Februari 2013. Di sinilah mahasiswa muslim  bersosialisasi dan menikmati kehidupan kampus tanpa budaya minum alkohol yang membudaya di kehidupan mess mahasiswa Amerika..
 

Alih-alih berpesta, kelompok persaudaraan ini berkumpul untuk mengaji dan berkeliling daerah setempat membagi-bagikan sandwich untuk para tunawisma.  Upacara inisiasi mereka tidak melibatkan minum dari tong bir, tapi menyerahkan lebih dari $ 100 untuk disumbangkan.

Persaudaraan - Alpha Lambda Mu dalam huruf Yunani tradisional, atau Alif Laam Mim dalam bahasa Arab - didirikan oleh seorang  lulusan University of Texas, Ali Mahmoud. Saat itu seorang teman Muslim mengatakan kepadanya sedang mempertimbangkan bergabung dengan sebuah kelompok persaudaraan, ia mulai berpikir tentang sebuah mess persaudaraan yang islami.

Beberapa kelompok Muslim mengkritik Mahmoud karena mengikuti dengan tradisi  membuat kelompk persaudaraan yang sering dikaitkan dengan minum berlebihan dan seksual. Tapi Mahmoud  justru ingin membuktikan pemikirannya benar.

“Umat muslim  mengalami kesulitan dalam mencoba memahami  peran mereka dalam masyarakat, sehingga untuk membentuk kelompok yang sudah jadi tradisi kehidupan sosial mahasiswa merupakan langkah simbolis, "katanya kepada New York Daily News.

Namun, Mahmoud menolak anggapan bahwa upayanya tersebut dirancang untuk mendorong mahasiswa  muslim mengikuti arus budaya AS, meskipun sebagian besar anggota warga AS.

"Saya sendiri dibesarkan di Plano, Texas," katanya. "Saya pergi ke sekolah umum, saya bermain Xbox Hidup sepanjang waktu dengan teman-teman saya yang tidak Muslim, dan saya sayangnya makan terlalu banyak makanan cepat saji.  Saya seorang Muslim Amerika bangga, dan saya tidak melihat kontradiksi dari dua gelar. Islam adalah kompas moral saya yang memandu setiap aspek kehidupan saya, tetapi juga menyisakan ruang untuk pengalaman budaya kita."

Sementara itu, banyak mahasiswa di lingkungan kampus tidak bisa membayangkan pengalaman tinggal di mess mahasiswa tanpa minuman keras dan pesta. Mahmoud  malah menegaskan bahwa ia dan teman-temannya baik-baik saja tanpa pesta liar dan minuman keras.

"Sebagian besar dari kami memang tumbuh dalam keluarga tanpa pesta dan minuman keras," katanya.








Kegiatan yang dilakukan oleh kelompok yang gampang dikenali dari kopiah merahnya ini diantaranya protes terhadap kekerasan dalam rumah tangga, dan mengumpulkan uang untuk korban pemboman Marathon Boston. Sepertinya tahun ajaran baru akan dimulai, dan persaudaraan muslim ini mulai melakukan perekrutan. Meskipun berlandaskan Islam, mahasiswa  non-muslim diperbolehkan  mendaftar..