Monday, September 9, 2013

Icip-icip di Cafe Warisan Bandung


Beberapa waktu lalu, kami bermaksud makan di Black Market di pojok jalan Aceh dan Riau. Tapi rupanya sudah ganti jadi Café Warisan. Wuah, tempat makan baru.

 
 Sebenarnya saya kurang berani icip-icip di tempat makan baru. Apalagi kalau belum dapat referensi secuil pun. Tapi karena sudah kadung, kami pun masuk ke dalam tempat makan itu. Wuah, interior ruangannya lebih tertata dan terkonsep dibandingkan sebelumnya.

Ternyata menu masakannya adalah masakan Indonesia umum. Isteri saya memesan bakmi godok, saya pesan soto betawi, anak saya pesan nasi goreng. Kami pun memesan tempe mendoan untuk camilan.
Pesanan pun datang satu per satu. Untuk anak dan isteri saya. Juga kompiment berupa es buah sebagai hidangan pembuka. Tapi kok pesanan saya belum datang.

Isteri dan anak saya mulai makan. Saya bertanya kepada pelayan yang lalu lalang pesanan saya. Tapi ditunggu-tunggu nggak datang juga. Saya pun akhirnya bertanya langsung ke bagian dapurnya. Barulah sepuluh menit kemudian soto betawi saya datang. Tapi saya sudah tidak terlalu nafsu. Isteri saya sudah beres, anak saya tinggal beberapa suap lagi. 

Akhirnya, saya berjuang mati-matian memakan makanan yang sudah dipesan. Tapi entah karena sudah kadung kesal, kok saya merasa dagingnya tidak seempuk yang biasa saya makan di tempat lain. Bukan apa-apa sih. Gigi saya sudah nggak setajam dulu, jadi nggak bisa melawan daging yang tidak empuk. Akhirnya, saya gagal menghabiskan makanan itu.


 
Mungkin lain waktu, jika saya ke sini lagi, berharap pelayannya tidak  melewatkan pesanan saya lagi. Dan mungkin saya akan mencoba menu lainnya. Sebab tempatnya kalau untuk tongkrongan sih asyik banget.