Tuesday, September 3, 2013

Our People, Our Future Together



Pastinya, ada diskusi produktif ketika para kepala negara/pemerintahan negara ASEAN, berkumpul di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam dalam forum  KTT ASEAN ke-22 pada  24-25 April 2013. Apalagi sebuah tema sudah digenggam,  “Our People, Our Future  Together”, dengan penekanan pada peran masyarakat dalam upaya membangun Komunitas ASEAN 2015.   Sudah semestinya semua menyadari  pentingnya mewujudkan dengan sungguh-sungguh arti ‘people centered’ ASEAN sebagai elemen utama  saat berlakunya Komunitas  ASEAN 2015.


Tentunya,  para pemimpin ASEAN  harus lebih mengintensifkan kerjanya  untuk mewujudkan Komunitas ASEAN yang terpadu secara politis, terintegrasi secara ekonomi dan memiliki tanggung jawab sosial dalam rangka mengambil  manfaat pada masa kini dan membuka peluang pada masa depan, dan efektif merespon tantangan-tantangan regional dan internasional.

Dorongan kepada  semua badan ASEAN untuk terus bekerja sama dalam menangani isu lintas sektoral  juga perlu diberikan oleh semua kepala negara ASEAN.  Termasuk menugaskan menteri-menteri terkait untuk melakukan evaluasi jangka menengah  sehingga dapat mengidentifikasi cara-cara yang tepat agar dapat bergerak maju dalam fase kedua (2013-2015) menjelang Komunitas ASEAN 2015.

Cara lain yang dapat dilakukan setiap pemerintah negara ASEAN adalah mengakui pentingnya berbagai organ ASEAN dalam membantu negara-negara anggota ASEAN  menjalani komitmen mereka untuk mewujudkan Komunitas ASEAN 2015.

Komunitas Politik-Keamanan ASEAN (APSC)

Sebuah komunitas kemasyarakatan baru bisa tumbuh jika perdamaian tercipta. Dan ASEAN menyadari pentingnya upaya untuk meningkatkan perdamaian dan keamanan di kawasan, sehingga dibentuklah  Komunitas Politik-Kemanan ASEAN( APSC) .

Upaya tersebut sebenarnya sudah bisa dilihat dengan ditandatanganinya Perjanjian Persahabatan dan Kerjasama di Asia Tenggara (TAC) sebagai kode etik yang mengatur hubungan antar negara di kawasan dan landasan untuk pemeliharaan perdamaian dan stabilitas regional.

ASPC  memiliki beberapa wadah untuk mewujudkan visinya, antara lain:

1.  ASEAN Defence Ministers 'Meeting-Plus (ADMM-Plus), sebuah wadah di tingkat menteri pertahanan dan angkatan bersenjata untuk  meningkatkan perdamaian dan keamanan regional. ASMMM-Plus telah  menggelar latihan bersama  Penanggulangan Bencana dan  Kedokteran Militer di Brunei Darussalam sebagai kontribusi yang signifikan untuk meningkatkan pembangunan kepercayaan dan kapasitas daerah dalam mengatasi tantangan keamanan non-tradisional,

2. SEANWZ yang berperan menjaga Asia Tenggara sebagai kawasan bebas senjata nuklir dan bebas dari semua senjata pemusnah massal lainnya.

3. ASEAN Ministerial Meeting on Transnational Crime (AMMTC)  yang berperan memperkuat kerjasama dalam menangani masalah terorisme dan kejahatan transnasional di wilayah tersebut.

4.  Rencana Aksi Pemberantasan Perdagangan Manusia (RPA) dan Konvensi ASEAN tentang Perdagangan Manusia (ACTIP).

5. ASEAN Maritime Forum (AMF)  sebuah wadah kerjasama regional dalam keamanan maritim melalui, peningkatan kapasitas, bertukar pengalaman dan berbagi praktek terbaik dengan memanfaatkan kerangka kerja ASEAN, karena keamanan maritim, termasuk keselamatan maritim, sangat penting untuk hidup, damai, stabil dan tangguh Asia Tenggara,

6. ASEAN Institute for Peace and Reconciliation (AIPR) akan mempromosikan kegiatan penelitian tentang perdamaian, manajemen konflik dan resolusi konflik di wilayah tersebut.

7. Deklarasi Hak Asasi Manusia ASEAN (AHRD) sebagai tonggak penting dalam upaya ASEAN dalam promosi dan perlindungan hak asasi manusia di wilayah tersebut dan mendorong Komisi Antar-Pemerintah ASEAN tentang Hak Asasi Manusia (AICHR) untuk meningkatkan kegiatan, termasuk pelaksanaan AHRD, dalam koordinasi yang erat dengan berbagai badan sektoral ASEAN.

Masih banyak lagi wadah yang sudah disusun ASPC sesuai dengan lingkup tugasnya. Dengan beberapa wadah serta agenda kegiatan tersebut, saya yakin bukan hal sulit menjadikan ASEAN sebagai wilayah paling damai di dunia.

Komunitas Ekonomi ASEAN (AEC)

Sejak penerapan AEC Blueprint pada bulan November 2007, pendapatan per kapita di wilayah ASEAN telah meningkat dari US $ 2.267 menjadi US $ 3.759 pada tahun 2012. Total perdagangan ASEAN tumbuh sebesar 16,8%, dari US $ 2,05 triliun pada 2010 menjadi US $ 2,4 triliun pada 2011, karena perdagangan intra-ASEAN mencapai US $ 598.000.000.000 dari US $ 520 miliar, meningkat 15,1%, dibandingkan periode yang sama. ASEAN juga terus menarik investor asing, menghasilkan rekor US $ 114.000.000.000 FDI yang masuk pada 2011, meningkat 23% dari US $ 92 miliar pada 2010.

Jadi, tidak ada yang diragukan lagi dengan pentingnya AEC ini. Sejumlah rencana menuju Komunitas ASEAN 2015 pun sudah disiapkan karena kondisi perekonomian regional dan global menuntut peningkatkan daya saing ASEAN . Untuk perdagangan dan fasilitasi investasi termasuk pengembangan sudah dirancang  ASEAN Non Tarif (NTMs), ASEAN Single Window, ASEAN Customs Transit System, pengembangan Kartu Perjalanan Bisnis ASEAN untuk memudahkan pergerakan orang bisnis dan investor.

Untuk mengembangkan usaha  kecil dan menengah (UKM), yang dapat menciptakan lapangan kerja dan mempromosikan jaring pengaman sosial,  para Menteri yang relevan diharapkan memberdayakan UKM, terutama di sektor prioritas Integrasi, melalui pelatihan, dukungan dan nasehat keuangan,

Di sektor pariwisata telah dilakukan upaya bersama dari sektor publik dan swasta untuk memfasilitasi dan meningkatkan pengalaman perjalanan wisatawan, seperti penandatanganan ASEAN Mutual Recognition Arrangement (MRA) tentang Pariwisata Profesional dan pembentukan Sekretariat Regional untuk ASEAN Tourism Professionals.  Pembentukan bebas visa perjalanan di negara-negara ASEAN untuk warga negara ASEAN, dan jalur imigrasi ASEAN. Selain itu, ASEAN Common Visa untuk warga negara non-ASEAN yang akan memfasilitasi mobilitas bisnis dan pariwisata.

Dan masih banyak langkah-langkah yang telah disiapkan AEC guna mendukung terlaksananya dengan baik Komunitas ASEAN 2015.

Komunitas Sosial-Budaya ASEAN (ASCC)

Semangat ASEAN. (foto: news.asiaone.com) 


Perlunya  membentuk identitas ASEAN bersama, serta membangun kepedulian dan masyarakat berbagi, membuat  Komunitas ASEAN mau tak mau harus  berbasis kerakyatan dan tanggung jawab sosial yang mencapai solidaritas abadi dan persatuan di antara semua bangsa di Asia Tenggara.

Salah satu unsur masyarakat yang paling penting adalah  generasi muda.  Para profesional muda berada dalam posisi yang unik untuk meningkatkan solidaritas ASEAN dengan menawarkan layanan masyarakat secara sukarela di berbagai bidang seperti pembangunan pedesaan, bantuan bencana, kesehatan, pendidikan dan lingkungan serta mendukung kelompok rentan, termasuk orang-orang yang berbeda-keterbatasan, dan mendorong keterampilan kewirausahaan.

Peran penting pemuda dalam mempromosikan pembangunan ekonomi juga diperlukan. Dengan demikian, sektor swasta sebisa mungkin melibatkan pengusaha muda dalam meningkatkan kesadaran ASEAN.
Selain pemuda sebagai pelaku, hal yang menyangkut kemasyarakatan adalah bidang olahraga. Tidak hanya tentang gaya hidup sehat menuju Komunitas ASEAN 2015 tetapi juga lebih berkontribusi untuk membangun identitas regional yang kuat.

 Kontribusi perempuan terhadap  pembangunan masyarakat ASEAN secara keseluruhan juga diperlukan, termasuk untuk meningkatkan kesadaran masyarakat menghentikan kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak.

Masih banyak rencana dan potensi yang bisa dikembangkan. Dari rencana kerja pilar ASCC ini, saya yakin semua akan mendukung Komunitas ASEAN 2015 yang lebih baik dan selalu berpegang teguh kepada potensi dan kepentingan masyarakat.

Kesadaran Bersama

Sebuah PR besar akhirnya menjadi tanggung jawab ASEAN, bagaimana mempromosikan kesadaran yang lebih besar bagi masyarakat luas dalam rangka menghubungkan satu sama lain, untuk menjembatani kesenjangan budaya, dan mengartikulasikan manfaat dari integrasi regional. Ini bukan tugas  Dewan Komunitas ASEAN  semata tapi semuanya yang terkait.

Pentingnya pengkomunikasian dalam sosisalisasi jadi begitu penting. Termasuk melalui penggunaan berbagai media, baik media mainstream dan maupun media baru. Dari sinilah kita bisa menerawang ke masa depan, dan menyampaikannya ke masyarakat, lalu menjadikannya sebagai langkah awal membentuk rencana langkah-langkah ke depan yang sudah pasti diimpikan lebih baik, melalui Pembangunan Badan Persatuan ASEAN yang harus dirampungkan sebelum 31 Desember 2015.

Saya pribadi sebagai blogger yang juga menjadi bagian masyarakat, akan berupaya terus mendukung terbentuknya Komunitas ASEAN 2015 semampunya. Karena saya yakin, manfaatnya akan kembali kepada masyarakat. Tidak hanya masa sekarang, tapi generasi, anak, cucu, dan cicit saya.

OOooOO

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba #10daysforASEAN