Tuesday, October 1, 2013

Cara Cerdik Menembus Penerbit Buku




Jadi penulis baru memang harus cerdik. Terutama ketika berhasrat menerbitkan karyanya di sebuah penerbit buku. Apalagi di penerbit buku besar yang biasanya superketat menyeleksi naskah terbit.

Salah satu cara pintar memburu peluang agar naskah kita diterbitkan oleh penerbit mayor adalah mengetahui waktu yang tepat untuk mengirim naskah. Mungkin untuk seorang penulis yang sudah berulang kali karyanya diterbitkan tidak ada masalah dengan waktu. Tapi yang pemula, saya sangat sarankan untuk memerhatikan ini.

Saat ini, hingga tiga bulan ke muka adalah saatnya para penerbit berburu naskah untuk diterbitkan. Mengapa?

Pertama,  memasuki kwartal akhir setiap tahun, biasanya naskah untuk tahun berjalan sudah fix dalam jadwal. Penerbit mulai melakukan evaluasi buku-buku yang sudah mereka terbitkan dua kwartal sebelumnya. Mana genre yang laku dan tidak laku.  Genre yang laku sangat 
memungkinkan untuk diteruskan dalam rencana produksi tahun berikutnya. Yang tidak laku, ya dibuang. Jadi cobalah menggali buku-buku yang tidak laku dari dua kwartal yang sudah berjalan. Dan jangan coba mengirim genre itu lagi ke penerbit.

Kedua, jika naskah yang kita miliki bukan dari genre yang tidak laku, tapi juga tidak ada di genre yang laku, berarti masih ada peluang. Sebab, biasanya penerbit buku juga berharap genre-genre baru bisa masuk, untuk menjajal pasar di kwartal awal tahun depan. Yang penting naskahnya punya daya pikat di toko buku.

Ketiga, setiap awal tahun biasanya akan ada banyak pameran buku. Di Jakarta bulan Februari ataupun Maret biasanya digelar Islamic Book fair (IBF) yang jumah pengunjungnya membludak.
 Nah, penerbit akan mencari amunisi sebanyak mungkin untuk acara tersebut. Jadi cobalah kirim naskah ke penerbit yang akan terlibat di acara itu sekitar 3-4 bulan sebelumnya.

Keempat, percayalah mengirim naskah di kwartal akhir akan lebih baik karena buku bisa terbit kwartal pertama atau kedua tahun berikutnya.  Peluang laku lebih besar. Karena kalau sudah masuk masa tahun ajaran baru, puasa, apalagi lebaran, pasar buku cenderung menurun. Begitu pun satu- dua bulan setelah lebaran.

Jadi, cobalah selesaikan naskah yang sedang ditulis. Dan jangan tunda untuk mengirimnya ke penerbit impian masing-masing. Selalu pastikan bahwa naskah yang dikirim adalah naskah yang terbaik. Bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga pembaca.