Tuesday, October 1, 2013

Teh Putih, Rahasia Panjang Umur Kaisar China





Belakangan ini, saya sering mendengar tentang varian teh putih yang konon sangat bermanfaat bagi kesehatan. Semula saya pikir, setelah kehadiran teh hitam dan teh hjau, tak ada varian teh lainnya berdasarkan warna. Dan ternyata, teh putih ini justru lebih terkenal karena  berasal  dari jenis teh yang paling langka sekaligus paling mahal di dunia, yang awalnya hanya dikonsumsi oleh Kaisar China dan anggota istana sejak Dinasti Tang (618-907).

Belakangan beredar pula, penghuni kerajaan Inggris pun mengkonsumsi jenis dari  varietas Camellia Sinensis, yang awalnya ditanam didaerah pegunungan tinggi di provinsi Fujian (China). Para kaisra hanya mau meminum teh putih  kualitas terbaik yang  dipetik waktu dua hari hingga dua minggu setiap tahunnya pada awal musim semi, saat tunas daun teh belum terbuka dan masih diselimuti bulu-bulu halus berwarna putih.

Proses pembuatan teh putih dilakukan secara tradisional, hanya pelayuan dan pengeringan segera setelah proses pemetikan dilakukan. Teh putih dikeringkan secara alami dengan bantuan angin dan sinar matahari pegunungan, tanpa melalui proses fermentasi maupun penggilingan sehingga tidak merusak bentuk teh putih yang sebenarnya.

Minimnya pemrosesan menjadikan teh putih memiliki kandungan antioksidan polifenol dan katekin lebih tinggi dari teh hijau maupun teh hitam.

Saat ini, penggemar teh putih di Indonesia tak perlu lagi mengimpor dari China. Pusat Penelitian Teh dan Kina Indonesia telah memproduksi  teh putihyang dikenal sebagai Gamboeng White tea.  Gambung adalah nama kawasan perkebunan teh di daerah Pairjambu, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

“Teh putih ini berasal dari pucuk teh yang disebut peko.  White Tea memiliki rasa lembut, menyegarkan dan beraroma wangi,” ungkap Herry Permana, Kepala Urusan PHP Pusat penilitian teh dan Kina di Bandung, ketika saya bertemu beberapa waktu lalu. “Disebut White Tea karena penampakan teh ini keperakan mengkilat dari bulu-bulu yang menyelimutinya. Bentuknya runcing menyerupai jarum sehingga kadang dinamai pula Silver Needle White Tea.

Lebih lanjut Herry mengatakan, produk nasional ini sudah mendapat penghargaan Innovative Idea Award dari International Socciety of Antioxidant in Nutrition & Health, Paris. “Secangkir Gamboeng White Tea memiliki aktivitas antioksidan setara dengan 12 gelas jus jeruk segar,” ungkapnya.


Pastinya sederet manfaat bisa diperoleh dari seduhan teh putih ini, mulai dari menurunkan kolesterol, menurunkan tekanan darah, melindungi jantung, menurunkan kadar gula darah, menurunkan berat badan, mencegah penuaan dan kerusakan pada kuit, mencegah terjadinya mutasi sel penyebab kanker, hingga membantu kerja ginjal dan mencegah terjadinya batu empedu.