Thursday, October 3, 2013

Tips Menulis Naskah Pictorial Book (Cerita Bergambar)


Salah satu cara paling mudah untuk terjun ke penulisan bacaan anak adalah menjadi penulis naskah pictorial book. Bukan mengiming-imingi. Tapi faktanya, saya berhasil melatih banyak penulis pemula hingga akhirnya memiliki buku melalui jenis buku ini.

Pictorial book secara ringkasnya adalah buku cerita yang teks dan gambarnya berimbang. Bahkan terkadang ilustrasi lebih dominan. Sasaran pembaca pictorial book adalah pembaca pemula atau bisa juga balita yang belum bisa membaca, artinya ibunya yang membacakan. Sering juga dijadikan materi mendongeng para ibu untuk anaknya menjelang tidur.

Lantas bagaimana dengan ilustrasinya?

Ada penerbit yang akan mengurus ilustrasinya, penulis cukup menyerahkan naskahnya. Ada pula penerbit yang menyaratkan naskah dilengkapi langsung dengan ilustrasi. Dalam  hal ini, penulis bisa bekerja sama dengan ilustrator. Bentuk kerja samanya, si penulis bisa langsung membayar putus karya ilustrator, nanti royalti sepenuhnya milik penulis.  Bisa juga bagi royalti sama besar nanti.

Tidak semua penerbit mengeluarkan pictorial book, karena itulah harus menanyakan lebih dulu kepada penerbit. Jika penerbit tersebut membolehkan, sebaiknya kita membuat naskah pictorial book tidak untuk satu buku, melainkan seri, misalnya: Seri cerita klasik Tanah jawa, Seri masa keci Pandawa Lima, Seri Anak Sehat dan Berbakti, dan lain-lain. Semua harus dikonsep dengan matang, termasuk manfaat yang bisa diambil pembaca.

Setelah konsep seri dibuat, ini ada cara mudah untuk membuat naskah pictorial book.

1. Buatlah dulu cerita seperti kita mengetik cerpen hingga tuntas (contoh di bawah di potong). Misalnya:


Kucing Kesayangan Princess Raufa

Matahari baru saja menampakkan cahayanya ketika bayi mungil lahir di istana Kerajaan Aryanshah. Baginda Raja kemudian memberinya nama Princess Raufa. Nama Raufa diambil dari salah satu asmaul husna yakni Ra’uf. Nah, arti Ra’uf adalah pengasih.

Princess Raufa tumbuh menjadi seorang puteri yang cantik. Dia sangat suka bermain dengan kucing-kucing peliharaannya/ Sayangnya, saking asyiknya, Princess Raufa kadang melupakan satu hal penting, yakni bermain dngan teman-teman sebayanya.

Suatu hari Baginda Raja meminta Princess Raufa untuk belibur di salah satu kastil milik kerajaan.

“Berliburlah di kastil kita yang ada di Lembah Pinus. Empatnya menyenangkan. Pergilah dengan dua sepupumu, Sultan dan Saras,” titah Baginda Raja.

“Tapi aku ingin membawa Salju, kucing yang paling kusayangi,” pinta Princess Raufa.

Keesokan harinya Princess Raufa berangkat menuju kastil kerajaan di Lembah Pinus. Sultan dan Saras ikut menemani. Princess Raufa hanya seidkit bicara dengan dua sepupunya.

“Salju, lihat bagus sekali pemandangan di luar,” kata Princess Raufa yang terus bercakap dengan kucing kesayangannya.

“Meong,” balas Salju.


2. Kemudian pindahkan ke dalam bentuk naskah pictorial book seperti ini:

Hal. 1-2

Matahari baru saja menampakkan cahayanya ketika bayi mungil lahir di istana Kerajaan Aryanshah. Baginda Raja kemudian memberinya nama Princess Raufa. Nama Raufa diambil dari salah satu asmaul husna yakni Ra’uf. Nah, arti Ra’uf adalah pengasih.

Hal.3-4

Princess Raufa tumbuh menjadi seorang puteri yang cantik. Dia sangat suka bermain dengan kucing-kucing peliharaannya/ Sayangnya, saking asyiknya, Princess Raufa kadang melupakan satu hal penting, yakni bermain dngan teman-teman sebayanya.

Hal.5-6

Suatu hari Baginda Raja meminta Princess Raufa untuk belibur di salah satu kastil milik kerajaan.
“Berliburlah di kastil kita yang ada di Lembah Pinus. Empatnya menyenangkan. Pergilah dengan dua sepupumu, Sultan dan Saras,” titah Baginda Raja.
“Tapi aku ingin membawa Salju, kucing yang paling kusayangi,” pinta Princess Raufa.

Hal.7-8

Keesokan harinya Princess Raufa berangkat menuju kastil kerajaan di Lembah Pinus. Sultan dan Saras ikut menemani. Princess Raufa hanya seidkit bicara dengan dua sepupunya.
“Salju, lihat bagus sekali pemandangan di luar,” kata Princess Raufa yang terus bercakap dengan kucing kesayangannya.
“Meong,” balas Salju.
Perhatikan, perpindahan halaman harus sesuai dengan setting lokasi dan waktu yang sama.


3. Jika sudah, tambahkan saran ilustrasi untuk ilustrator:

Hal. 1-2

Matahari baru saja menampakkan cahayanya ketika bayi mungil lahir di istana Kerajaan Aryanshah. Baginda Raja kemudian memberinya nama Princess Raufa. Nama Raufa diambil dari salah satu asmaul husna yakni Ra’uf. Nah, arti Ra’uf adalah pengasih.

(gambar: suasana kelahiran bayi, ada Raja dan Ratu)

Hal.3-4

Princess Raufa tumbuh menjadi seorang puteri yang cantik. Dia sangat suka bermain dengan kucing-kucing peliharaannya/ Sayangnya, saking asyiknya, Princess Raufa kadang melupakan satu hal penting, yakni bermain dengan teman-teman sebayanya.

(gambar: Raufa bermain di halaman dengan kucing-kucing kesayangannya. Kucingnya bermacam ras)


Nah, pastikan semua masuk dalam jumlah halaman yang sudah ditentukan. Semisal 24 halaman, 36 halaman. Karena seri, setiap judul naskah, maka jumlah judul harus sama.

Selamat mencoba.