Saturday, November 30, 2013

Kota Wisata, Harmoni Tempat Tinggal, Belajar, Rekreasi dan Olahraga

Pernah ke Kota Wisata Cibubur? Dulu, saya pikir tempat itu merupakan arena rekreasi  semata. Apalagi, di televisi sering dijadikan lokasi syuting maupun pertunjukkan musik. Ternyata saya salah. Kota Wisata merupakan merupakan perpaduan ruang yang harmoni antara tempat tinggal, ruang belajar, rekreasi dan olahraga.

Kampung China, salah satu ikon Kota Wisata. (foto: Benny Rhamdani)
Hal itu baru saya ketahui ketika saya diundang berkunjung ke kantor sebuah majalah yang berlokasi di Kota Wisata. Saya merasa takjub karena  area di dalamnya sangat luas. Dari data yang saya peroleh kemudian, tahap awal mencapai luas 480 ha dan perluasan berikutnya 750 ha. Sampai-sampai saya nyasar ke sana-sini di dalam Kota Wisata mencari alamat yang dituju. Tapi karena nyasar itulah saya juga jadi tahu cluster-cluster perumahan  di dalamnya. Benar-benar menarik karena diberi nama berdasarkan kota-kota terkenal di dunia, seperti Barcelona, Madrid, sampai California. 
 

Akhirnya saya menemukan juga kawasan perkantoran di Kota Wisata. Rupanya, karena keasyikan melihat rumah tinggal yang keren dan megah itu, saya terseret ke jalan lain. Padahal mestinya saya mengarah ke kawasan perkantoran di dalam Kota Wisata. Ini lagi-lagi yang membuat saya takjub. Ternyata ada perkantoran juga di sini? Bahkan saya menemukan beberapa tempat makan, bank, mini market, sekolah, dan masih banyak lagi fasilitas utama. Tidak kebayang bisa sekomplet ini di kawasan Jakarta coret.

Usai kunjungan kerja, saya dibujuk oleh teman-teman untuk rekreasi dulu ke Kampung China yang memang sangat kondang itu. Isteri saya malah sudah pernah ke sana. saya yang belum. dan ternyata lokasinya tidak seberapa jauh dari kantor majalah yang kami kunjungan. Meskipun ternyata tidak seperti yang saya bayangkan kemegahannya, tapi cukuplah terhibur di Kampung China. Selain bisa beli oleh-oleh pernak-pernik China, juga bisa foto-foto narsis. Ketika saya pasang di Facebook, banyak yang mengira saya benar-benar ke China.

Masjid yang keren. (Foto: kota_wisata.com)
Saat itu saya pergi hari Jum'at. Tepat waktu Dzuhur, saya dan teman-teman bergegas mencari masjid. Lumayan agak jauh. Maunya sih, letak masjid tidak jauh dari lokasi yang ikonik di Kota Wisata. Kami pun sempat bertanya-tanya untuk menuju ke Masjid Jami' Darussalam. Untunglah cukup sekali, karena cukup dengan melihat rombongan bersarung, kami pun jadi tahu lokasi. Dan interior masjidnya membuat saya berdecak kagum meskipun menurut saya kalau lebih besar lebih baik. Apalagi, masjid ini dipakai juga oleh jamaah dari luar area Kota Wisata, termasuk para tamu maupun turis lokal.

Sepulang dari Kota Wisata dan pamer foto ke sana-sini, saya baru tahu ternyata sekitar sepuluh orang teman saya  dari (alumni) SMA 14 Jakarta saya  tinggal di sana. Mereka memang berprofesi bukan sembarangan, yakni pengacara, legislative, manajer di perusahaan telekomunikasi dan lainnya. 

Dari merekalah saya kemudian tahu bahwa Kota Wisata merupakan salah satu proyek imperium properti Sinarmas Land.  Tidak aneh jika area yang dibangun sejak 1997 tersebut tampak didesain sangat padu dan lengkap. Sinarmas Land sendiri telah memiliki 50 portofolio properti di seluruh Indonesia dengan bank tanah lebih dari 10.000 hektar.

"Betah tinggal di sini karena sarananya lengkap. Mau belanja, sekolah anak, rekreasi pun sudah tersedia. Nggak perlu pusing lagi. Dan kalau pun ingin variasi rekreasi ke puncak misalnya, dekat banget, tinggal masuk tol Jagorawi, " ucap Andi, teman saya yang sudah 10 tahun menetap di Kota Wisata.

Seandainya saya harus pindah tinggal dari Bandung ke Jakarta, saya pastikan pilihan utama saya adalah pindah ke Kota Wisata. Apalagi dekat sekali dengan tempat tinggal orangtua saya di Kranggan Bekasi. Semoga terkabul.