Monday, November 25, 2013

Terios 7 Wonders, Sahabat Blogger Petualang


Terios 7 Wonders. (foto: Daihatsu)
Jujur saja, bagi saya acara yang digelar PT Astra Daihatsu Motor, agen tunggal pemegang merek Daihatsu,  berlabel “Terios 7 Wonders, Hidden Paradise” pada 1-14 Oktober 2013 merupakan ajang impian yang ingin saya ikuti .  Sayangnya, saya hanya maju sampai tahap 50 besar di International Indonesia Motor Show 2103, Jakarta. Mimpi saya bisa  bertualang bersama Terios yang dikenal sebagai Sahabat Petualang  untuk menjelajah surga di Pulau Jawa sampai di titik akhir Pulau Komodo pun kandas.  

Meskipun demikian saya tak ingin kehilangan kesempatan mengikuti petualangan Terios  mengungkap surga-surga tersembunyi di sepanjang Pulau Jawa – Pulau Komodo. Lewat tulisan para peserta terpilih, saya seakan diajak mengikuti rute perjalanan dari Pantai Sawarna, Banten kemudian dilanjutkan ke Desa Kinahrejo, Gunung Merapi, Jawa Tengah. Menyusul penelusuran ke Tengger, Bromo dan melaju ke Taman Nasional Baluran. Tempat  berikutnya yang dikunjungi adalah Sade Rambitan, Lombok yang beken banget dengan Suku Sasaknya. Lalu, tempat keenam adalah  Dompu, Nusa Tenggara Barat, sebelum akhirnya megunjungi Pulau Komodo yang menjadi kandidat 7 Keajaiban dunia tahun 2012.

7 Bloggers yang beruntung. (foto: Daihatsu)

Beruntunglah blogger yang ikut serta di perjalanan kali ini.  Sebanyak 7 blogger terdiri dari  5 blogger dipilih 
melalui kompetisi blog dan 2 blogger lainnya adalah blogger traveler yang sudah cukup dikenal di kalangan blogger.

Kali ini saya akan memilihkan liputan paling menarik dari setiap blogger.

Mumun, Sawarna

Untuk sebuah pembuka perjalanan saya benar-benar senyum membaca tulisan Mumun. “For 2 weeks, I’ll be traveling in one of the 7 Daihatsu cars. An awesome coincident is that I’m born on the 7th of July and I was put in car number 7. I should be so lucky ….”
Keindahan Sawarna. (foto: indohoy)

Kok bisa ya cewek satu ini selalu terkait dengan angka 7. Saya jadi ingat salah satu kehebatan Terios yakni sebagai satu-satunya SUV yang memiliki kapasitas 7 penumpang.  Itu pun ada angka 7-nya.

Tulisan Mumun cukup khas. Selain berbahasa Inggris, juga simple. Saya yang mengikuti lomba ini dengan tulisan tentang Pantai Sawarna seolah terbawa suasan tulisannya ketika menyebut jalur yang dilaluinya. Saya termasuk tipikal penyuka tulisan minimalis namun disertai foto-foto yang mampu bicara banyak. Bukankah gambar bisa mewakili 1000 kata?

Dan tahukah berapa jumlah frame foto yang dipasang Mumun di blognya untuk tulisan Pantai Sawarna? Ya, ada 7 frame. Walau salah satu frame ada yang berisi kolase 4 foto, tetap saja hitungannya 7.

Haris, Kinahrejo

Membaca tulisan  Haris di Kinahrejo, saya jadi ingat saat dia ngetweet pagi itu. Saya membacanya, dan membalas tweetnya. “Udah mandi belum?”  Lalu, Haris yang saya kenal saat di IMMS 2013 menjawab,” Mandi sih udah. Tapi kaos belum ganti-ganti nih.”
Dihibur Tari Jathilan. (foto: haris)

Oke, lupakan tweet itu. Tapi saya benar-benar mupeng abis melihat foto-foto Haris. Saya sudah yakin Haris akan mengambil foto-foto bagus di sini, karena tulisan blog yang mengantarnya terpilih ke ajang ini juga tentang kehidupan di Gunung merapi. Jadi seperti mudik.  

Dan yang membuat saya bertambah mupeng adalah di sana tim 7 Terios Wonders ini juga dihibur oleh acara kesenian setempat. Kapan lagi bisa berpetualang sambil menikmati seni hiburan. Nah, lagi-lagi ini mengingatkan saya kepada salah satu kehebatan Terios yakni easy acces entertainment.

Wira, Tengger

Kalau boleh terus terang, saya termasuk yang bosan membaca tulisan tentang Tengger. Apalagi saya sudah pernah ke sana. Tapi melihat postingan Wira di blognya membuat saya merasa asing dengan tempat itu. Foto-foto malam hari yang menakjubkan membuat saya ingin sekali melangkah kembali ke Tengger.
Bed time story di Tengger. (foto: Wira)

Selama ini, bila ke Tengger saya jarang sekali memerhatikan suasana malam. Menurut saya foto-foto malam hari Wira bisa menjadi foto kampanye pariwisata malam hari yang indah. Dan saya ingin sekali bisa berada di tenda-tenda itu.

Foto malam di Tengger itu memberi kesan kejantanan di antara keindahan Tengger. Saya pun teringat salah satu keunggulan Terios yakni Tough Style, Macho Styling.


Luci, Taman Baluran

Keringnya Taman Baluran. (foto: Luci)
Saya belum pernah ke Taman Baluran. Karenanya saya menjagokan tulisan Luci yang panjang untuk tujuan satu ini. Informasi Luci tentang Taman baluran berhasil membuat saya mencatat destinasi ini menjadi salah satu tempat yang akan saya tuju bila jalan-jalan ke jawa Timur. Terutama ketika Luci menulis :
Sayang, waktu kami sangat terbatas. Taman Nasional Baluran juga mempunyai pantai yang koralnya cantik, namanya Pantai Bama. Di sana, kamu bisa snorkeling dan menemukan clown fish, itu lho ikan yang ada di film Finding Nemo. Kalau kamu malas membawa atau tidak punya peralatan snorkeling, mereka juga menyediakan dengan biaya sewa Rp. 35.000.

Foto-foto yang dipasang Luci banyak menujukkan suasana kering kerontang Taman Baluran tapi tetap eksotis. Tampak panas seperti di kota besar. Mengingatkan pada kehebatan Terios yakni City Cruiser, High Ground Clearence. Walau kotanya mungkin seperti kota di Afrika ataupun padang pasir.

Giri, Sade Rambitan

Pantai pink yang ngeping hati saya untuk ke sana. (foto: Giri)

Walaupun sepotong-potong tapi karena Giri bercerita runut perjalanan dari Taman Baluran ke Sade Rambitan maka saya jadi lebih jelas rute 7 Wonders kali ini.  Semua tampak berjalan lancar hingga ke tujuan, seperti kehebatan Terios, Easy Handling.

 Bagian yang  membuat saya penasaran adalah “… tim bergerak menuju pantai yang di kenal dengan sebutan “Pink Beach” walaupun menurut penduduk setempat hanya terlihat pada sore hari saja. Warna pink ternyata berasal dari kikisan batu karang yang berwarna Pink dan mengendap di tepian pantai menjadi pasir yang berwarna pink bercampur warna putih. Pada kesempatan itupun dilakukan pengambilan gambar mobil Terios di atas bukit di bawah terik sinar mentari.”

 Wira, Dompu


Pemerah susu kuda. (foto: Wira)
Lagi-lagi saya senang membaca blog Wira untuk destinasi selanjutnya, Dompu. Foto-foto petani susu kuda Sumbawa yang terkenal itu membuat saya kagum. Saya juga baru tahu sebab mereka mengonsumsi susu kuda, bukan sapi dari tulisan Wira. “Bukan apa-apa mas, karena memang disini tidak ada sapi, makanya kita pakai susu kuda,” kata seorang pemilik kuda.

Cara Wira membuka tulisannya cukup bikin saya nyaman membaca kisah perjalanannya lewat tulisan dan foto. Sungguh seperti keunggulan Terios, yakni Optimal Comfort.

Haris, Pulau Komodo

Sebagai tulisan penutup, saya suka sekali tulisan Haris. Lengkap, disertai foto-foto yang melengkapi tulisannya. Pemandanga dan hal-hal yang bisa dinikmati di Pulau Komodo membuat saya kembali berharap semoga tahun depan saya berkesempatan mengalami petualangan tersebut. Apalagi perjalanan  dilakukan bersama Terios yang tangguh, setangguh Haris yang bilang terus bertahan hingga waktu terakhir. Benar-benar Excelent Strength seperti halnya Terios.

Beremu komodo di habitat aslinya adalah satu kebanggaan.
(foto: Haris)


Sayangnya dua dari tujuh bloggers tidak bisa saya review. Tulisan Bambang menurut saya kurang komprehensif, sementara tulisan Puput rusak link-nya. Dua blogger favorit saya di ajang ini adalah Haris dan Wira.

OOOoooOOO


Referensi: http://daihatsu.co.id/terios7wonders/2013/blog