Sunday, May 25, 2014

Apa Pentingnya 'Book Signing' sih?

Pidi Baiq menjalani ritual book signing untuk ratusan penggemarnya
 saat launching novel terbarunya Dilan.



Book signing  merupakan aktivitas pembubuhan tanda tangan ke halaman sebuah buku oleh penulisnya. Book signing biasanya dilakukan pada acara peluncuran buku ataupun kegiatan promosi buku di  toko buku atau perpustakaan.Biasanya seorang penulis duduk untuk membubuhkan tandatangannya pada periode tertentu.

Penandatanganan buku populer lantaran tanda tangan penulis meningkatkan nilai buku tersebut, terutama untuk kolektor buku . Penulis dapat menambahkan pesan singkat kepada pembaca , yang disebut dedikasi , untuk setiap buku . Tentunya, dedikasi itu bisa bersifat personal dengan menyertakan nama pemilik buku.  Bagi beberapa kolektor, tanda tangan penulis saja tanpa dedikasi sering dianggap lebih berharga.

Banyak penulis saat ini menghabiskan banyak waktu untuk  book sigining. James Ellroy  pernah menandatangai sebanyak 65.000 eksemplar  cetakan pertama bukunya My Dark Places (1996)

Acara book signing memungkinkan penulis untuk berhubungan dengan fans mereka . Bagi penggemar,  juga memberikan kesempatan untuk melihat dan bertemu penulis favoritnya. Juga, tentunya bertanya langsung hal-hal yang ingin mereka ketahui. Untuk mendongkrak promosi buku, sebaiknya acara book sigining secara waktu. Misal, sebaiknya dibatasi pada satu bulan pertama saja.

Tanda tangan Jostein Gaarder di buku Dunia Sophie menjadi koleksi pribadi saya


Bagi saya pribadi, memiliki buku dengan tanda tangan penulis menjadikan keinginan saya untuk merawat buku itu dengan lebih baik menjadi semakin besar. Karena saya memiliki kisah lain dibalik buku itu, selain konten bukunya.

Saya pun mulai mengajarkan anak saya untuk berburu tanda tangan penulis dari koleksi buku-bukunya. Hal ini ternyata menambah kecintaannya untuk membaca dan mengoleksi buku.

Karena saya penulis, ada beberapa hal yang saya ingin bagikan kepada para penulis, terutama pemula perihal penting seputar book signing ini.

Bawa Pulpen. Bawalah pulpen atau alat tulis lainnya sendiri ketika akan digelar acara launching buku atau acara berhubungan dengan buku kita atau kegiatan kepenulisan. Usahakan membawa pulpen cadangan, khawatir pulpen yang dipakai hilang atau diminta juga oleh penggemar kita.

Berwarna. Ketimbang pulpen berwarna hitam, sebaiknya bawa pulpen berwarna. Dengan begitu tanda tangan itu akan terlihat lebih mencolok ketimbang tinta cetak pada buku itu. Pulpen warna juga berkesan lebih manual karena pulpen hitam hampir seperti tanda tangan digital. Pilihlah warna favorit kita atau yang senada dengan warna dominan pada kaver buku.

Permanen. Gunakan pulpen dengan tinta permanen. Pastikan dengan melihat label produknya. Sebab tak jarang pulpen yang dipakai mudah pudar atau gampang terhapus jika dibubuhkan pada jenis kertas tertentu yang tak menyerap tinta.

Tanda Tangan Beda. Jangan samakan tanda tangan untuk kepentingan book sigining dengan tanda tangan resmi. Hal ini untuk menghindari terjadinya peniruan. Latih terus tanda tangan untuk penggemar dengan baik dan cepat.

Tiga kata. Siapkan beberapa kalimat dengan panjang tiga kata untuk ditulis beserta tanda tangan. Semisal: Semoga suka bukunya, Trims sudah memilih, Happy reading, friend dan lain-lain.


Nama Pemilik. Pastikan menulis nama pemilik buku dengan benar. Mintalah mereka menuliskan nama mereka sendiri di kertas  post-it sebelumnya.


Mei 2014, Cipamokolan, Bandung.