Thursday, May 8, 2014

Khusus Muslim, Hati-hati Makan di Lie Tjay Tat



Pagi itu saya sengaja datang ke kawasan GOR KONI Padjadjaran, Bandung, untuk mencari sekretariat pendaftaran klab basket. Kami berencana memasukkan Akhtar ke sebuah klab basket untuk anak-anak. Tapi belum sempat dengan urusan itu, kami kepincut mampir ke jajaran kedai kuliner di sampaing dan belakang GOR.

Ini bukan pertama kali kami ke sini. Jadi sudah tahu bahwa harga jajanan kulinernya pun sedikit di atas kebanyakan tempat kuliner. Yang berjualan dan pembeli pun mayoritas keturunan Tionghoa. Akhirnya, saya kepincut untuk mencicipi Cakwe Lie Tjay Tat karena kedainya tampak penuh. Saya juga langsung meneteskan air liur ketika melihat pengunjung yang asyik menikmati cakwe.

Selain cakwe, ada beberapa menu pilihan seperti bubur ayam, kwetiaw, bakmi, dan hidangan khas chinese food. Saya langsung memesan bubur ayam, khawatir tidak cukup kenyang hanya makan cakwe.  Isteri saya memutuskan memakan bakmi. Sebenarnya saya ingin mengingatkan isteri saya karena tidak ada tulisan halal di kedai tersebut.

Pelayan keburu datang menghampiri. Saat isteri saya berkata ingin bakmi bakso dengan kulit, pelayan itu langsung berkata," Tapi kulitnya ini kulit babi. Nggak apa-apa?"

Tentu saja isteri saya langsung menggelengkan kepala dan membatalkan pesanan. Saya juga heran, mengapa pelayan itu masih bertanya 'nggak apa-apa' sedangkan isteri saya berjilbab.

Akhirnya, isteri saya hanya menyantap cakwe yang dapurnya terpisah dari menu lainnya. Saya sendiri tetap memesan bubur ayam, sebab paling nikmat jika disandingkan dengan cakwe. Cakwe Lie Tjay tat sangat terkenal di Bandung karena sudah berdiri sejak 1934 di Pasar Baru, Bandung. Tentunya yang mengelola saat ini keturunannya.