Monday, May 26, 2014

Menikmati Wisata Sejarah Kota Bandung Modal Goban


Mau ikut naik Fino baru?


Hari gini jalan-jalan keliling Bandung menikmati wisata sejarah dengan uang goban alias Rp50.000 doang? Bisa kok. Tenang aja. Walaupun disebut kota belanja dan kuliner, Bandung masih boleh terbilang ramah kantong. 

Ada tiga hal yang bikin touring di kota Bandung ngirit. Pertama, jangan gampang ngiler belanja-belenji di setiap outlet. Sekadar windows shopping aja sih silakan.  Kedua, jangan malu makan di kakilima. Yang penting bersih dan enak. Eh, juga halal tentunya. Ketiga,  pakai angkot memang bisa sih ngirit ketimbang naik taksi, tapi dijamin nggak efektif dalam hal waktu. Soalnya, sopir angkot di Bandung itu terkenal Raja Ngetem. ah, saran saya mah ya pakai sepeda motor. Apalagi di Bandung banyak jalan satu arah dan jalan tikus. 

Okay, kebetulan saya baru punya Yamaha Fino nih. Joknya aja masih diplastikin. Apa? Mau ikut? Bayar!



Yuk, keliling Bandung dengan duit Goban.

Oke deh, sambil siap-siap, saya ceritakan dulu ya alasan saya memilih Yamaha Fino. Gini ya, sekarang tuh orang lagi senang banget CLBK alias Cinta Lama Bersemi Kembali. Nah, saya sebagai orang yang lahir dari era skuter, pengen banget nyicipin skuter lagi dengan polesan sedikit modern. Nah, Yamaha Fino mewakili banget keinginan saya ini.  Lagian, seru banget kalo kita keliling Bandung menikmati wisata sejarahnya sambil pake kendaraan yang desainnya retro kayak Yamaha Fino ini.

Sekarang kita isi bensin dulu, yuk. Walaupun tankinya bisa memuat 4,1 liter nggak usah full tank kok. Soalnya kan Yamaha Fino ini irit. Jadi cukuplah diisi 2 liter dulu. Cling! Saldo saya berkurang menjadi Rp.37.000,-

Karena masih pagi, ayo kita ke GOR Saparua di Jalan Ambon. Kita mulai wisata sejarah kita sambil jogging di sana. Pasalnya, sekitar lapangan Saparua banyak bangunan bersejarah yang bisa kita lihat. Misalnya saja Markas Kodiklat TNI AD yang menempati bangunan bersejarah terkait dengan perkembangan kota Bandung. 



Kalau di Batavia ada Pasar Gambir, di Bandung ternyata ada Jaarbeurs atau Annual Trade Fair. Acara ini mulai diadakan pada tahun 1920 pada bulan Juni sampai Juli atas prakarasa Comite tot Behartiging van Bandoeng's Belangen (Komite guna mengurus kota Bandung) yang pada tahun 1920 berubah namanya menjadi Bandoeng Vooruit (Bandung maju). Dari tahun 1920 sampai 1924 Jaarbeurs dilaksanakan di kawasan  GOR Saparua.


Baru pada tahun 1925 gedung utama Jaarbeurs di Menadostraat 50 (kini  Jalan  Aceh) didirikan oleh kontraktor G.J. Bel berdasarkan karya arsitek C.P. Wolff Schoemaker (1882-1949). Acara bursa dagang tahunan ini berakhir pada tahun 1941 karena pada tahun 1942 Jepang keburu masuk Indonesia



Ada yang unik dari bangunan bersejarah itu, yakni kita bisa melihat patung tiga pria bugil. Pada masa orde baru, tiga patung itu pernah ditutup papan lho. Mungkin dianggap tabu.


Patung Tiga Pria Bugil



GOR Saparua sendiri pada era 1990 terkenal sebagai tempat manggung konser musik metal. Belum disebut band metal kalau belum pernah manggung di GOR Saparua. Sekarang dikhususkan buat olahraga. Buat saya, olahraga pagi itu penting sebelum keliling Bandung. Lagian, buat yang masih jomblo bisa cari gebetan yang sehat dan bugar di sini. 

Aneka kegiatan olahraga yang bisa dilakukan di Gor Saparua
Habis olahraga 1-2 jam pengin sarapan? Okay kita bayar parkir dulu Rp1000 ya sebelum meninggalkan GOR Saparua. Cling! Saldo menjadi Rp36.000. 

Saya akan mengajak ke kuliner bersejarah di GOR KONI Padjadjaran. Namanya Cakwe Lie Tjay Tat. Dari GOR Saparua hanya menempuh waktu 15 menit kurang dengan Yamaha Fino. Cakwe ini Cakwe Lie Tjay sangat terkenal di Bandung karena sudah berdiri sejak 1934 di Pasar Baru, Bandung. Paling maknyus saat kita makan sambil dicocol ke saus masam yang khas. Kalo teh tawarnya tentu saja bisa kita minta gratis. Cling! Saldo berkurang Rp.8000 menjadi Rp 28.000. Dikurangi lagi parkir Rp.1000. menjadi Rp.27.000.


Kedai Cakwe Lie Tjay Tat di GOR Padjadjaran selalu ramai. (dokpri)


Nah, sekarang yok kita telusuri Jalan Braga. Kurang 10 menit dari GOR KONI Padjadjaran kita bisa mencapai Jalan Braga yang kanan kiri jalannya dipenuhi bangunan tua. Sebaiknya kita parkir motor di dekat reruntuhan Sarinah saja, lalu jalan kaki biar bisa foto-foto.



Sayap timur Gedung Merdeka, tempat penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika




Toko kue dan roti Sumber Hidangan berdiri sejak 1929. 



New Majestic, bioskop pertama di Bandung

Display lukisan di pinggir Jalan Braga


Jika beruntung bisa membuat foto dengan latar seperti di Eropa

Jalan Braga menyimpan sejarah panjang kota Bandung. Salah satu yang terpenting di saan ada Gedung Merdeka tempat diselenggarakannya Konferensi Asia Afrika. Kita bisa masuk ke museum tanpa bayar. Di Jalan Braga sendiri kita bisa melihat banyak bangunan peninggalan Belanda. itu sebabnya jalan ini begitu terkenal dan sering dijadikan latar untuk pemotretan. dari foto narsis sampai pre-wedding.

Tanpa terasa waktu shalat dhuhur hampir tiba. Yuk kita shalat di Masjid  Raya Bandung yang juga bersejarah. Letaknya masih satu area dengan Jalan Braga, jadi kita simpan saja Yamaha Fino di sana, biar nggak bayar parkir lagi.

Masjid Raya Bandung

Sehabis shalat, bisa buka internet pake Wifi gratis lho.

Kubah terbaru


Bisa melihat sekeliling Bandung dari menara.

Masjid ini didirikan pada 1812 bersamaan dipindahkannya pusat kota Bandung dari Krapyak, sekitar sepuluh kilometer selatan kota Bandung ke pusat kota sekarang. Awalnya dibangun dengan bentuk bangunan panggung tradisional yang sederhana, bertiang kayu, berdinding anyaman bambu, beratap rumbia dan dilengkapi sebuah kolam besar sebagai tempat mengambil air wudhlu.

Menjelang konferensi Asia Afrika pada tahun 1955, Masjid Agung Bandung mengalami renovasi besar-besaran. Atas rancangan Presiden Soekarno, Masjid Agung Bandung mengalami perubahan total diantaranya kubah dari sebelumnya berbentuk “nyungcung” menjadi kubah persegi empat bergaya timur tengah seperti bawang. Keberadaan Masjid Agung Bandung yang baru waktu itu digunakan untuk shalat para tamu peserta Konferensi Asia Afrika.

Kubah berbentuk bawang hanya bertahan sekitar 15 tahun. Setelah mengalami kerusakan akibat tertiup angin kencang dan pernah diperbaiki pada tahun 1967, kemudian kubah bawang diganti dengan bentuk bukan bawang lagi pada 1970.

Pada 1973, Masjid Agung Bandung mengalami perubahan besar-besaran lagi. Lantai masjid semakin diperluas dan dibuat bertingkat, atap kubah masjid dibuat berbentuk Joglo.


Perubahan total terjadi lagi pada tahun 2001, dan selesai pada 13 Januari 2006, bersamaan dengan pergantian nama dari Masjid Agung Bandung menjadi Masjid Raya Bandung Provinsi Jawa Barat serta menyandang predikat sebagai masjid provinsi, namun masyarakat Bandung kebanyakan masih menyebutnya sebagai Masjid Agung Bandung.

Usai shalat  ada baiknya menaiki menara di sebelah utara dengan tarif naik lift Rp3000 untuk dewasa.

Dari menara masjid saya bisa melihat sekeliling Bandung, walau sebagian terhalangi gedung bertingkat di sekitar masjid. Jika cuaca cerah, cukup banyak dan jauh yang bisa kita lihat. 

Sekarang kita cari makan siang dulu yuk. Duit sudah berkurang Rp.1000 untuk parkir dan Rp3000 naik menara masjid. Jadi tinggal Rp23.000

Isi bensin dulu 1 liter lagi Rp.6.500. Maka sisa saldo menjadi Rp16.500.
Bu Eni penjualan warung nasi Barokah bisa membiayai anaknya 
sampai kuliah. 


Mau makanan yang murah meriah? Cari saja makanan kaki lima di Bandung.  Salah satunya seperti Warung Barokah milik Bu Eni ini lho. Dengan Rp10.000 aja kita bisa makan segala macam sampai kenyang. Makanannya juga klasik. Minumnya gratis. 

Habis kenyang makan, kita teruskan yuk wisata sejarah di Bandung. Hampir semua museum di Bandung gratis. Ada Museum Geologi, Museum Pos, dan sebagainya. Jadi kita bisa menikmati sepuas-puasnya.Haus? Beli minuman dalam botol Rp3000.

Nah, masih ada sisa Rp.3500 kan. Ngggg, kasih tau ga ya? soalnya kan nggak enak bilang-bilang tadi uang itu udah dimasukkan ke kencleng masjid.

Cukup kan uang Rp.50.000 untuk wisata sejarah di Bandung? Kalo nggak percaya coba aja deh. Dan jangan lupa shalat dan sedekah ya buat yang muslim/muslimah.Soalnya, seringkali dapat mukjizat yang nggak kita kira lho. Misalnya mendadak ketemu teman dan ditraktir makan, atau parkir nggak bayar karena belum datang tukang parkirnya. Oh iya, dilihat juga video ini ya. Siapa tahu dapat ide yang lebih gokil.




Foto-foto: Benny Rhamdani