Thursday, August 21, 2014

"Alien Terakhir" dari Penulis Kompasiana







Siang ini saya mendapatkan satu buku anak-anak berjudul Alien Terakhir. Buku ini ditulis oleh para penulis yang tergabung Fiksiana Community. Saya bernapas lega, akhirnya buku ini terbit setelah lebih dari setengah tahun menunggu, lantaran antrean terbit buku yang panjang.

Yang belum tahu infonya, buku ini terbit melalui seleksi lewat ajang  Festival Fiksi Anak (FFA) tahun lalu di Kompasiana. Pesertanya, ada yang sudah menulis buku anak bejibun, banyak pula yang pemula. Jam terbang memang tidak bisa dibohongi, kebanyakan yang lolos memang yang sudah terbiasa menulis cerita anak. Lantaran ‘aura’ penulisan cerita anak sedikit berbeda dengan menulis fiksi lainnya. Terutama menulis dengan sudut pandang anak.


Sejak awal, saya sudah jatuh hati dengan naskah peserta Ita Fauziah  dengan judul Alien Terakhir.  Judulnya tidak terlalu panjang, namun bikin penasaran. Itu sebabnya saya kemudian mengangkatnya menjadi cover story (judul utama di kaver buku).

Alien Terkhir berkisah tentang Ben dan Rhea yang tiba-tiba mengalami kejutan demi kejutan, seperti  disapa bunga, mendengar kelinci bicara dan keanehan lainnya. Yang bikin  menarik karena ada kejutan di akhir cerita (surprise ending). Dibandingkan naskah-naskah lain yang terbilang normatif, saya memberi nilai tinggi untuk ide cerita dan plotnya. Apalagi pesan moral yang disampaikan tidak  terasa menggurui. Meskipun dari sisi penggarapan ide (baca: penulisannya) masih terbilang belum matang karena bertebarannya kalimat tidak efektif .

Keunikan lainnya, di buku ini bertaburan tokoh-tokoh lain yang bukan manusia. Ya, namanya juga genre fantasi, jadi pensil pun di sini bisa bicara seperti manusia seperti dalam cerita Cinta, Pensil, dan Penghapus karya Arimbi Bimoseno. Tapi saya paling suka tokoh fantasi sawi dalam cerita Penyesalan Mimi Sawi karya Rahab Garendra. Keunikan karakter, mendorong saya untuk membaca terus ceritanya.

Dua penulis cerita anak yang sudah malang melintang di dunia perbukuan seperti Firma Sutan (Bantal Ajaib untuk Raja), dan Wylvera W (Serbuk Ajaib Tiko Kelinci) sungguh membuat kegembiraan tersendiri untuk saya.  Setidaknya, bagi penulis pemula lainnya dapat belajar cara menyusun kalimat-kalimat yang lebih efektif di dalam cerita ank.

Buku ini juga dikejutkan dengan satu peserta penulis cilik Sellyn yang masih duduk di bangku SD. Sellyn dengan gaya khas anak-anak sangat khas menulis tentang Ratu Peri dan Jam Weker Shabby. Amat terasa, jika anak-anak menulis genre fantasi, maka fantasinya akan melompat-lompat ke sana kemari, namun untungnya bisa dikendalikan dengan baik.

Insya Allah buku yang dihiasi ilustrasi berwarna oleh TOR STUDIO ini akan terbit seminggu lagi. Juga akan disusul dengan buku berikutnya dari penulis Fiksiana Community, berjudul Hantu Siul.


Nah, sekarang saya ingin sekali kedua buku tersebut diluncurkan, walaupun secara sederhana.  Kira-kira menarik nggak ya?

@_@

Tulisan ini juga diposting di Kompasiana.com