Friday, August 15, 2014

Pantai Lawar, Surga Tersembunyi di Sumbawa Barat


 
Berburu sunset Pantai Lawar




Bisa menjejakkan  kaki di Pulau Sumbawa merupakan pengalaman istimewa dalam hidup saya. Apalagi ketika bisa menemukan surga tersembunyi bernama Pantai Lawar di Sekongkang, Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, benar-benar seperti sebuah mimpi.

Sore itu, saya bersama teman-teman sesame blogger dan media televisi langsung bersorak girang ketika akhirnya tiba di Pantai Lawar. Pasalnya, kami takut banget ketinggalan momen sunset. Untunglah matahari belum benar-benar tergelincir di balik cakrawala. Tak ada pelancong selain kami, kecuali beberapa penduduk lokal yang sedang menggembalakan ternaknya.

Jalan kecil menuju Pantai Lawar.
Hilang sudah penat setelah bekerja membuat liputan di kawasan pertambangan dan sekitarnya yang menguras tenaga sejak pagi. Saya langsung melepas sepatu, dan jalan-jalan menapaki pasir pantai yang basah dan lembut.

Pantai Lawar benar-benar tersembunyi dalam arti sebenarnya. Untuk mencapat tempat ini harus melewati jalan tanah berkerikil yang hanya bisa dilalui satu mobil. Dari Jalan Raya Sekongkong, kami harus belok masuk ke area perkebunan percobaan. Nyaris tak ada bangunan yang kami jumpai hingga 300 meter ke dalam berjumpa bibir pantai Sekongkang.

Di sisi pantai, saya melihat beberapa bangunan setengah jadi. Menurut penduduk setempat, bangunan itu tadinya untuk semacam hotel. Tapi sepertinya batal diteruskan. Ya, ada untungnya juga sih, jadinya pantainya tampak bersih tanpa sampah kecuali ranting kering yang dibawa ombak. Cuman, repotnya adalah kalau haus itu.

Foto bareng dulu ya.


Sambil meneguk minuman, saya memerhatikan teman lainya. Harris Maulana, blogger beken yang sering juara ngeblog tampak asyik bereksprimen membuat foto dengan ponsel androidnya yang canggih.  Seleb blogger lainnya adalah Valencia Silly yang juga asyik foto-fotoan dengan fotografer Griska. Icha, satu-satunya kru TV berjenis kelamin cewek tak mau ketinggalan beraksi dengan tongsisnya.

Nikmatnya menapakai pasir Pantai Lawar.
Tadinya saya pengin banget berenang, tapi karena waktu makan malam telah tiba, dan di sekitar Pantai Lawar tak ada restoran, jadinya kami cukup puas hanya foto-fotoan dengan latar matahari tenggelam.

Untuk teman-teman yang mau ke Pantai Lawar, bisa dicapai dari Mataram, Lombok, dengan menaiki bus Damri jurusan Terminal Mandalika – Sekongkang. Perjalanan sekitar 5 jam, termasuk menyebrang dari Lombok ke Sumbawa Barat. Kalau saya karena memakai fasilitas untuk media, maka langsung mencarter mobil dari Bandara dilanjut naik boat menuju Batu Hijau, disambung lagi dengan mobil sewaan.


Meskipun tersembunyi, jangan kaget jika Pantai lawar tiba-tiba ramai dipenuhi pada bulan Agustus sampai September. Karena ternyata, banyak wisatawan asing yang sudah tahu keindahan tempat ini. Mereka datang dengan speedboat dan berselancar di Pantai Lawar.

Suatu saat nanti, ketika saya kembali, semoga keindahan alam pantai Lawar ini tetap terjaga.

Pantai Lawar dari atas. Indah kan? (foto: @Cumilebaycom)


foto: dokumen pribadi.