Monday, September 29, 2014

Catatan dari ajang Popcon Asia 2014

Beberapa waktu lalu saya mendatangi acara Popcon  Asia 2014 di Gedung Smesco, Jakarta. Intinya, saya merasa tersesat di antara orang-orang kreatif itu, Saya melihat banyak kreasi yang sebagian besar dikenal  'mainan anak' tapi kini berada di tangan orang dewasa.  Itulah industri milyaran dollar yang di seluruh dunia dijalankan orang-orang muda  di bawah 35 tahun, dan mereka semua memiliki kesamaan, menggenggam impian masa kecil mereka. 
 
Jika demikian mengapa ajang ini bernama POPcon ASIA? 

"POPcon" adalah kependekan dari "Popular Culture Convention", festival terbesar di Asia untuk merayakan  hal-hal kreatif seperti komik, Mainan, Film dan Animasi dari kreator ke pasar. 

Panitia penyelenggara ingin membangun bejana besar menampung bakat kreatif Asia, memberikan ruang untuk pasar remaja dan dewasa muda, serta mengembangkan jaringan di kalangan kreator, investor dan saluran distribusi 

Maka tak heran jika di dalamnya bisa ditemukan   komikus  dan ilustrator profesional. desainer mainan, pembuat film, bintang film, studio pencipta konten kerati, pelaku budaya populer, pemandu bakat, termasuk investor.





 Salah satu stand chanel film Mandarin membuka gimmick pemotretan gratis dengan green screen. Nantinya foto-foto pengunjung akan menyerupai fil-film laga Hongkong.






Stand populer tak pernah sepi. Apalagi mereka menyajika gaya display booth yang menarik. Belum lagi dua pelayan konsumen hadir dengan menggunakan cosplay.

Selfie bareng karakter yang disukai, meramaikan ajang Popcon ini.


Tapi ada juga stand yang kosong. Terasa mubazir nggak?

Sebenarnya saya suka banget ddengan ajang ini.
Cuman ... kok tempatnya masih keren tahun lalu di JCC ya?