Thursday, September 4, 2014

Destinasi Keren di Macau Bagi Penggila Grand Prix

Macau Grand Prix formula Tiga, ajang yang dinantikan setiap tahun.


Banyak orang awam yang mengira Sirkuit Monaco sebagai satu-satunya sirkuit balapan yang memakai lintasan jalan raya. Nyatanya,  di Asia pun juga   ada yang menyajikan suguhan serupa. Sirkuit  jalan raya itu sudah ada sejak tahun 1930-an di kota Macau, sebuah kawasan administratif khusus Tiongkok (Cina).

Sirkuit Guia demikian dunia internasional mengenalnya yang digunakan untuk ajang Macau Grand Prix. Festival otomotif  tahunan berskala internasional itu tak hanya menyajikan menu adrenalin, namun juga pemandangan kota dan budaya yang  memesona.  Tidak aneh jika semua pecinta balapan senantiasa menanti ajang tersebut.

Macau Grand Prix dikenal sebagai satu-satunya acara balap  dengan arena jalan raya untuk dua jenis kendaraan sekaligus,  baik  mobil maupun sepeda motor. Setiap tahun di bulan November  para pembalap bersaing dalam berbagai kategori balap, termasuk single-seaters, mobil touring dan sepeda motor.

Sirkuit Guia yang sangat menantang menggunakan jalan raya 
Salah satu ajang yang menarik dari Macau Grand Prix adalah Formula Tiga  yang menampilkan banyak pembalap nasional  dari seluruh dunia. Macau Grand Prix  juga terkenal dengan  sirkuitnya disebut-sebut   paling menantang  karena mirip Monaco, namun lebih sempit, bergelombang, juga memiliki trek lurus untuk dipacu habis-habisan, membuatnya butuh settingan mobil & motor serta keahlian mengemudi dan kenekatan yang luar biasa.  Itulah sebabnya banyak orang menyukai ajang balap ini.

Banyak pembalap  Formula Satu mengawali  karirnya  di sini termasuk Riccardo Patrese, Ayrton Senna, Michael Schumacher, David Coulthard, Ralf Schumacher dan Takuma Sato .

Tahun ini, Macau Gran Prix ke 61 akan digelar pada tanggal 13-16 November 2014. Tertarik? buruan cari tiketnya.



Museum Grand Prix

Tak hanya sirkuitnya, di Macau juga para turis penggemar balapan juga bisa bertandang ke Museum Grand Prix. Museum ini diresmikan pada tahun 1993 dalam rangka perayaan ulang tahun ke-40 dari Grand Prix Macau. Tujuannya bukan hanya untuk meningkatkan hubungan antara penduduk setempat dengan acara olahraga dan sosial, tapi juga agar wisatawan asing  bisa mengenal sejarah Grand Prix di Macau.

Banyak koleksi museum ini yang menarik perhatian pengunjung. Diantaranya, mobil pembalap Ayrton Senna yang melegenda dan telah menjuarai Formula 1.. Mobil pembalap legenda lainnya Michael Schumacher (Schumi) pun dipamerkan di museum ini. Foto dan mobil  Schumi saat kerjuaraan di Macau Grand Prix tahun 1990 dipamerkan di museum Grand Prix ini.



 Selain itu, Museum Grand Prix Macau ini juga memamerkan mobil balap lainnya yang telah mengukir  sejarah dalam dunia balap Formula 1.

Jika museum lain identik dengan interior yang kuno dan berdebu,  Museum Grand Prix yang terletak di pusat wisata di Rua Luis Gonzaga Gomes ini tidak demikian. Selain itu perangkat museum seperti proyektor dan peralatan audiovisual sehingga dapat membantu pengunjung lebih memahami museum terutama sejarah kompetisi balap grand prix yang legendaris itu.

Bagi yang menyukai balapan atau ingin menjadi pembalap, museum ini bisa jadi tempat yang mengasyikan.  Pengunjung juga bisa naik simulator mobil balap yang memungkinkan mereka seolah mengalami sendiri adrenalin balapan di race dengan trek yang menantang dan kecepatan super tinggi.

Asyiknya lagi,  masuk Museum Grand ini gratis! Museum buka setiap hari sejak pukul 10 pagi hingga 6 sore kecuali  hari Selasa. Museum ini bisa disambangi dengan mudah dengan kendaran umum, yakni naik bus nomor 1A, 3, 3A, 10, 10A, 10B, 12, 17, 23, 28A, 28B, 28C dan 32.

Dan inilah salah satu obyek wisata impian saya di Macau!

^_^

Referensi dan foto:
macautourism.gov.momacau.grandprix.gov.mo