Sunday, September 28, 2014

Ke Macau Bareng Keluarga, Siapa Takut?



Siap-siap ke Macau.

Saat wisata keluarga, hal yang juga penting diperhatikan adalah mencari tujuan wisata yang menarik hati anak. Jangan sampai anak-anak bête karena  tidak ada satu pun yang disukainya di lokasi wisata. Apalagi kalau ke luar negeri. Sudah jauh, mahal, eh malah bikin anak bête.

Berkunjung ke Macau merupakan impian keluarga kami. Mengapa Macau? Lantaran keunikan budaya perpaduan barat dan timur yang eksotik. Pilihan lain, tentu karena tersedia spot wisata yang ramah anak.

 Hotel

Pernah sekali saya bepergian dengan keluarga dan ternyata saya salah memilih hotel. Ternyata lingkungan di hotel tidak ramah anak. Hal ini membuat saya sedikit hati-hati memilih hotel saat berwisata. Berikut adalah tempat menginap yang kami pilih.

Di Macau, salah satu alternatif untuk menginap yang ramah anak adalah Westin Resort. Tempat ini selalu jadi favorit banyak keluarga wisatawan  saat berkunjung ke Macau. Terletak di Coloane, resort ini memiliki pemandangan indah pantai Hac Sa. Ada penawaran khusus untuk anak-anak usia 3-12 mendaftar di  Westin Kids Club sehingga mereka bisa mengikuti akivitas craft, olahraga, bermain berburu harta karun di pantai.

Grand Lapa juga bisa dijadikan alternatif menginap.  Hotel yang merupakan  bagian dari Mandarin Oriental Group ini terletak di jantung Macau.  Anak-anak bisa main perosotan di kolam renang sementara orangtuanya menikmati layanan spa di hotel.

House of the Dancing Water

Anak saya suka sekali hiburan yang mengundang imajinasi.  Itu sebabnya kami memutuskan akan berkunjung ke House of the Dancing Water. Lantaran, di sini disajikan  kombinasi pertunjukan  audio-visual menampilkan akrobat yang menggabungkan berbagai elemen desain seperti api, efek air dan efek canggih lainnya.  Anak kami tentu akan terhibur dengan atraksi  akrobat dari Tiongkok dan Afrika, akrobat  sepeda motor dan pertunjukan lainnya. Saya juga penasaran melihat para pemain yang tiba-tiba menghilang dan muncul kembali dari bawah air. Pastinya anak saya juga akan mengalami pengalaman yang mengesankan di sini.

Macau Science Center

Kabarnya, Macau Science Center tidak boleh melewatkan ketika mengunjungi Macau, terutama jika memiliki anak-anak. Ini adalah tempat yang baik untuk anak-anak belajar dan bermain, usia 3-12 tahun.

Macau Science Center adalah tempat wisata yang memadukan ilmu pengetahuan dan hiburan sekaligus. Ya, tempat ini memang didirikan untuk merangsang dan menumbuhkan minat anak-anak pada ilmu pengetahuan, khususnya teknologi.

Anak saya pasti senang  bisa bermain ke pusat pamerannya (exhibition center) yang menampung sekitar 450 media pembelajaran interaktif dengan tema yang bermacam-macam. Ada  space science, fun science, children science, express, robotic, science exploration, earth, meteorology, eco conservation, sport health, sport challenge, dan food science.

Juga ada planetarium yang dilengkapi 12 digital proyektor. Masing-masing proyektor digunakan untuk menampilkan film dnegan ultra high-definition hingga 8000 x 8000 piksel. Dengan gambar yang nyaris sempurna pengunjung akan dibuat takjub dengan perjalanan luar angkasa yang menerobos ruang dan waktu.

Reruntuhan Katedral St Paul

Berada di tengara Macau, obyek wisata ini merupakan reruntuhan sebuah komplek bangunan abad ke-16 St Paul College dan Katedral St Paul.  Bangunan tersebut merupakan bagian dari sejarah Macau meskipun sekarang hanya dinding bagian depannya.

Jalan menuju reruntuhan juga patut dikunjungi karena banyak  toko cendera mata dan toko makanan yang menjajakan cookies lezat.  Kami membayangkan foto selfie sebanyak mungkin di sini bersama-sama. Seperti teman-teman yang pernah ke Macau.

Dari St Paul kami berencana berjalan kaki ke Senado Square untuk melihat lebih banyak sejarah Macau.

Pantai Hac Sa

Pernahkah melihat pantai pasir hitam? Pantai Hac Sa-(berarti: pasir hitam) adalah salah satunya. Keindahan pantai ini dihiasi deretan pohon pinus yang tumbuh di sepanjang tanggul.

Dikatakan pasir hitam adalah karena lingkungan laut yang memungkinkan pembentukan mineral sekunder, glauconite. Glauconite, dipengaruhi oleh arus laut, dibawa ke pantai dan kemudian dibawa oleh angin dan ombak, sehingga pantai yang aslinya berpasir putih dan cerah berubah menjadi pasir hitam.

Bagi kami sekeluarga yang suka berenang ini adalah tempat wisata ideal. Apalagi tersedia juga fasilitas perahu untuk umum.

 Grand Prix Museum

Dan yang pasti akan jadi favorit anak kami adalah Grand Prix Museum  yang dibuka pada tahun 1993 untuk merayakan ulang tahun ke-40 Grand Prix Macau.  Mengapa? Karena Museum ini memiliki sejumlah koleksi  mobil dan motor balap.

Museum ini sangat menyenangkan dan menyenangkan bagi orang dewasa dan anak-anak. Ada penjelasan  yang menakjubkan seputar sejarah pembalap. Dan bisa melihat banyak model mobil F1  itu adalah keren. Apalagi nanti anak saya dapat naik ke simulator mobil balap dan merasakan sensasi balapan di race dengan trek yang menantang.

A-Ma Temple

A-Ma Temple adalah kuil tertua di Macau, dibangun pada 1488 selama Dinasti Ming.  Kuil ini didedikasikan untuk Mazu, Dewi Laut yang melindungi nelayan di Macau.  Saya tertarik mengajak anak saya ke sini untuk menunjukkan keanekaragam budaya dan agama.











Macau Fisherman’s Wharf

Di akhir liburan, kami ingin sekali e Macau Fisherman’s Wharf, sebuah kompleks hiburan pertama dan terbesar di Macau.  Ada tiga bagian utama di taman hiburan ini yaitu Dinasti Wharf, East Meets West dan Legenda Wharf. Semuanya berisi wahana permainan dan replika bangunan unik dari berbagai negara. Ada replika gunung vulkanik setinggi 40 meter yang didalamnya terdapat wahana roller coaster. Selain itu ada Aladdin’s Fort, Aqua Romanis, Roman Amphitheatre yang dilengkapi dengan 2000 kursi untuk menonton konser dan pertunjukkan.

Saya yakin kami sekeluarga akan puas mejelajahinya. Bukankah itu tujuan akhir wisata keluarga?  Bahagia karena puas 

Referensi: macautourism.gov.mo