Tuesday, September 30, 2014

Tempat Gratis Wajib Dikunjungi di Macau

Macau terletak pada 70 km sebelah barat daya Hong Kong dan 145 km dari Guangzhou. Macau  merupakan koloni Eropa tertua di Tiongkok, sejak abad ke-16. Pemerintahan Portugal menyerahkan kedaulatan Macau kepada Republik Rakyat Tiongkok (RRT) pada 1999, dan Macau kini merupakan sebuah Daerah Administratif Khusus Tiongkok.

Macau mulai ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai belahan bumi. Sebab Macau memiliki keunikan yakni perpaduan budaya barat dan timur. Macau juga dikenal sebagai tujuan wisata dengan banyak obyek wisata gratis.

Sebagian besar situs warisan di Macau bebas masuk. A-Ma Temple, Camoes Garden dan São Lourenço cukup dibayar dengan perhatian kita saja. Pengunjung bahkan tak perlu mengeluarkan uang satu sen pun di Perpustakaan Sir Robert Ho Hung  dan Teater Dom Pedro V.  Nah, mumpung gratis, yuk kita susuri bareng ….

A-Ma Temple


Pertama bagaimana kalau kita ke A-Ma Temple dulu? A-Ma Temple atau Kuil A-Ma yang terletak di sebelah tenggara Semenangjung Macau. Kuil yang dibangun sejak tahun 1.488 di era Dinasti Ming ini (1368-1644) merupakan kuil tertua  dan tempat pertama kalinya bangsa Portugis mendarat di Macau. Pendaratan inilah yang menjadi titik awal sejarah Macau.

Kabarnya pula, Kuil A-Ma dibangun untuk memperingati Matsu, dewi pelaut dan nelayan. Menurut legenda “A-Ma” berasal dari nama seorang gadis miskin yang ingin pergi ke Canton namun tidak diizinkan ikut kapal seorang pedagang kaya. Seorang nelayan miskin mengizinkannya ikut. Kemudian, sebuah badai menerjang dan menghancurkan semua kapal di lautan kecuali kapal yang ditumpangi gadis miskin tersebut. Setibanya di Macau gadis itu menghilang dan kembali menampakkan diri sebagai seorang dewi di tempat dimana para nelayan membangun kuilnya.

Ada beberapa ruangan di kuil ini, yakni ruang berdoa, paviliun dan halaman yang dibangun di bukit berbatu dan disambungkan dengan jalan berputar melewati gerbang bulan dan taman-taman kecil. Di pintu masuk terdapat sebuah batu besar yang mengukir benda pelayaran tradisional. Di batu besar lain terdapat ukiran karakter merah yang sedang meminta restu para dewa.

Yang menakjubkan, tiga dari empat paviliun didedikasikan kepada A-Ma dan memiliki beberapa patung sang dewi serta model dari meriam, kapal serta kapel untuk dewa-dewa agama Buddha dan Tao. Kuil paling atas digunakan untuk menyembah Kuda Lam. Kuil ini dibedakan dari lainnya dengan adanya atap indah dan pemandangan menakjubkan dari taman atas. Kembang api, untuk mengusir roh jahat dinyalakan di pintu masuk halaman untuk menyambut para pengunjung. Selain itu ada pertunjukkan baraongsai yang dipertontonkan setiap akhir pekan.

Untuk penganutnya, berdoa di kuil A-Ma tidak sekedar memberikan nuansa religi yang mendalam namun juga keindahan arsitektur kunonya. Kuil yang mengadaptasi dari budaya China ini terlihat dari puisi dan prasasti yang diukir pada batu di kawasan ini. Inilah yang membuat berdoa di kuil ini bertambah kadarnya karena budaya China sangat kentara. Walaupun arsiteturnya sederhana, dibandingkan kuil lainnya, namun setiap ruangannya didesain dengan tujuan tertentu. Seperti aula tempat berdoa yang didedikasikan untuk Dewi Pelaut dengan struktur granit. Kuil dengan strukutr empat balok terletak dalam tembok runcing yang digunakan untuk melindungi terhadapa resiko kebakaran. Fasad depan dilengkapi dengan gerbang yang dihiasi dengan patung-patung dengan dinding warna-warni.

Serunya, di kuil ini setiap tahun baru China banyak dikunjungi remaja putri dan pria yang berkumpul membakar kemenyan untuk memberi penghormatan dan berdoa untuk keberuntungan. Bagi yang sedang bepergian ke Macau pada April – Mei , atau dalam penanggalan China setiap tanggal 23 dari bulan ke-3, jangan lewatkan Festival A-Ma yang menarik banyak wisatawan.


Camoes Garden and Grotto

Konon, belum lengkap jika tidak datang ke Camoes Garden and Grotto yang merupakan salah satu taman tertua di Macau. Jadi, kita sambangi yuk sebagai tujuan kedua.

Taman ini dibangun pada abad ke-16 dengan luas hampir 20.000 meter persegi, suasana serba teduh dan hijau. Cocok untuk tempat menghilangkan kepenatan selama liburan.

Camoes Garden awalnya adalah rumah seorang pedagang Portugis yang menikmati hidupnya dengan memelihara merpati. Rumah ini mempunyai latar belakang pemadangan yang indah dengan ratusan merpati yang terbang kesana kemari. Tak jauh dari rumah pedagang ini tampak bangunan seperti sarang burung atau tempat merpati-merpati itu berkumpul. Setelah si pemilik rumah ini meninggal, kediamannya disumbangkan kepada pemerintah hingga akhirnya menjadi taman yang menawan di kota Macau.

Sudut paling terkenal di taman ini adalah patung seorang penyair terkenal, Luis de Camoes yang dibangun pada tahun 1886. Karena masalah tertentu, Camoes diasingkan dari negaranya dan tinggal di Macau selama 2 tahun. Penyair yang lahir pada tahun 1524 ini sering sekali mengunjungi taman ini sembari menuliskan karya-karyanya. Salah satu yang paling terkenal adalah Os Lusiadas atau Soul of Portugal. Berkat karya-karyanya yang monumental, warga Macau amat menghargai dan mengenang keberadaan Camoes. Setiap tanggal 10 Juni, tanggal ia meninggal dunia pada tahun 1580, diperingati sebagai Portugal Day oleh pemerintah. Pada hari itu, setiap tahun warga keturunan Portugis selalu berkumpul di taman ini untuk merayakan dan mengingat kembali keberadaan dan karya-karya Camoes.

Taman ini merupakan area publik yang sangat disukai warga Macau. Banyak bangku kayu yang memungkinkan kita untuk duduk santai menikmati panorama. Beberapa bangunan  menunjukkan sisi kuno dan betapa tuanya umur Camoes Garden and Grotto. Aneka tumbuhan dan arsitektur bangunan art deco menambahkan suasana nyaman, seolah waktu berhenti berjalan. Kita akan menemukan banyak aktivitas warga yang dilakukan di taman ini seperti bermain catur, ngobrol dengan teman dan kerabat, olahraga pagi dan masih banyak lagi. Benar-benar taman yang bisa menjadi oase di tengah kesibukan kota Macau.

São Lourenço


Banyak gereja yang bisa dikunjungi di Macau. Tapi kita pilih satu yang menurut saya sih paling keren.

Gereja ini dibangun oleh para Yesuit pada pertengahan abad ke-16, dan salah satu dari tiga gereja tertua di Macau. Penampilan sekarang dan skala diakuisisi pada tahun 1846. Terletak di pantai selatan Macau menghadap ke laut, keluarga pelaut Portugis yang digunakan untuk mengumpulkan di tangga depan gereja untuk berdoa dan menunggu mereka kembali, maka itu diberi nama: Feng Shun Tang (Hall of the Winds Soothing) . Lingkungan di mana gereja letaknya digunakan untuk menjadi cukup kaya, sehingga menjelaskan skala bangunan dan kekayaan pengobatan arsitektur. Ini adalah struktur neo-klasik, dengan halus inspirasi dekoratif Baroque.



Perpustakaan Sir Robert Ho Tung

Karena saya suka buku, maka saya pasti mengunjungi tempat ini. Tidak banyak perpustakaan yang ditata apik  berartistik, kebanyakan monoton dan bikin malas berada di dalamnya. Tapi tidak demikian halnya dengan Sir Robert Ho Tung Library, semua terasa matang konsepnya

Bentuk perpustakaan ini merupakan sebuah rumah dengan gaya khas Macau dengan bangunan tiga lantainya. Ia berdiri ditengah taman yang asri. Fasadnya cukup unik karena berbentuk melengkung. Pagar utamanya lurus dengan pintu utama rumah ini. Interiornya dipengaruh gaya tradisional Cina, sedangkan lanskap tamannya meniru gaya barat. Beberapa tumbuhan yang menjadi penghuni taman ini adalah jenis botani langka.

Gedung ini dibangun sebelum tahun 1894 sebagai teampat tinggal Dona Carolina Cunha. Seorang pengusaha dari Hongkong, Sir Robert Ho Tung kemudian membelinya pada tahun 1918. Ho Tung meninggal pada tahun 1955 dan sesuai dengan wasiatnya, rumah ini diserahkan kepada pemerintah Macau untuk menjadi perpustakaan umum.





Bangunan lama berisi buku-buku kuno yang diterbitkan saat dinasti Ming dan Qing berkuasa plus sebuah galeri pameran. Total seluruh bangunan menempati areal 30.000 meter persegi dan dapat menampung 400 orang sekaligus. Fakta ini membuat perpustakaan Sir Robert Ho Tung Library menjadi perpustakaan paling besar di Macau.
Perpustakaan Sir Robert Ho Tung sempat direnovasi menambah unit baru yang terdiri dari 4 lantai  terletak di samping bangunan yang lama pada tahun 2005. aksud renovasi agar setiap bangunan mendapatkan sinar alami matahari secara maksimal.

Perpustakaan Sir Robert Ho Tung memungkinkan pengunjungnya untuk makan dan saling ngobrol di sebuah area khusus. Kita juga bisa mendengarkan musik dan menonton film di AV room. Pada perayaan ulang tahun ke-140 memperingati hari kelahiran Dr. Sun Yat Sen, perpustakaan ini mengadakan pameran yang menampilkan publikasi dan bibliografi berharga dari tokoh demokrasi Cina tersebut.

Perpustakaan Sir Robert Ho Tung sekarang menjadi sub unit dari Macau Central Library. Pada tahun 2005, Sir Robert Ho Tung Library termasuk kedalam daftar situs warisan dunia versi UNESCO.


Dom Pedro V Theatre

Suka senia kayak saya? Wajib berkunjung ke sini.

Bangunan yang dibangun sejak tahun 1860 namun masih tetap digunakan hingga sekarang. Dom Pedro V Theatre adalah situs sejarah yang menunjukkan kecintaan warga Macau terhadap peninggalan sejarah masa lalu.

Dom Pedro V Theatre adalah teater gaya barat pertama di Cina. Menjadi salah satu landmark yang paling penting di Macau dalam konteks budaya dan seni. Bangunan ini didesain dengan gaya neoklasik. Fasad atasnya diberi sentuhan segitiga dan disangga dengan persegi panjang. Ada 3 pintu utama di bagian depan dengan ornamen lengkungan pada bagian atasnya. Masing-masing pintu ini ditempel dengan tiang penyangga besar. Total ada 6 tiang yang menghiasi fasad depan. Masing-masing pintu bertuliskan theatre, dom dan pedro v. Warna Dom Pedro V Theatre didominasi dengan hijau toska yang kalem.


Dom Pedro V Theatre dibangun oleh warga Portugis untuk menghormati raja Portugal Dom Pedro V. Hebatnya, teater ini masih digunakan hingga sekarang untuk menggelar berbagai kegiatan dan perayaan, terutama pertunjukan musik. Di gedung ini juga pernah menjadi tempat penampilan pertama di dunia untuk karya Puccini “Madame Butterfly”. Jika Kitamelangkah ke dalam, di Dom Pedro V Theatre terdapat ruang pesta, perpustakaan, ruang snooker atau tempat bilyar. Kita tak perlu khawatir akan kelaparan saat mengunjungi situs budaya ini karena di Dom Pedro V Theatre terdapat restoran yang dibuka untuk umum. Pada tahun 2005, Dom Pedro V Theatre masuk ke dalam daftar situs sejarah dan warisan dunia versi UNESCO.

Setiap bulan Mei, Dom Pedro V Theatre menjadi tuan rumah acara Macau Art Festival yang diadakan oleh Cultural Bureau of The Macau S.A.R Government. Tujuan utama Macau Art Festival adalah memperkenalkan seni budaya tradisional Cina serta hasil akulturasi Cina-Portugis kepada dunia. Tidak itu saja, gelaran ini juga memberikan kesempatan kepada para seniman lokal beserta karyanya agar diapresiasi oleh khalayak luas, termasuk wisatawan dari mancanegara.

Nah, meskipun gratis tetap ya harus keluar duit kalo di jalan haus atau tergoda beli pernak-pernik J

Sumber :
1. cina.panduanwisata.com

2. id.macautourism.gov.mo