Friday, September 5, 2014

Tips Nyaman Naik Kereta Malam

Setidaknya ada dua lagu yang mengatakan bepergian baik kereta ke Surabaya. Itulah yang terngiang saat saya naik kereta malam Turangga ke Surabaya  PP pada bulan Ramadhan lalu.

Gerbong yang saya naiki tidak terlalu penuh. Malah seat di sebelah saya kosong. Hikmahnya,setidaknya saya jadi tidak menganggu orang lain ketika foto-foto selfie, bisa tidur agak luas, dan kalau makan tidak terlalu ribet menyengggol teman sebangku.

Karena kereta yang saya tumpangi termasuk ekeskutif, maka jelas sangat nyaman dari banyak hal. Terutama seat yang luas dan bisa diatur saat hendak istirahat.


Tidak disangka, tiga minggu kemudian saya berangkat dinas lagi. kali ini saya harus ke Salatiga. Kali ini tidak sendiri, tapi bersama dua rekan lainnya. Kereta yang saya tumpangi dari Bandung adalah Lodaya malam. Kelasnya sama dengan Turangga, yakni ekeskutif. Tapi fasilitasnya tak sebaik Turangga. Terutama seat-nya. Tapi yang saya syukuri, fitur stop kontak masih ada. Jadi saya tidak khawatir kehabisan batere gadget meskipun dalam perjalanan terus online.

Berikut adalah tips agar perjalanan menggunakan kereta malam jadi nyaman.


1. Jangan terlambat datang ke stasiun. Apalagi sekarang masuk stasiun tidak semudah dulu. Yang beli tiket on-line harus menukar dulu di loket dengan tiket reguler. Belum lagi semua stasiun kereta sekarang kita tidak bisa sembarangan membeli bekal di dalam. Dan saat melewati peron juga harus menujukkan identitas. Kebayangkan repotnya kalau terburu-buru.

2. Cek lintasan kereta, gerbong kereta, dan nomor kursi di tiket sebelum naik. Jika kita belum siap, tunggu dengan sabar di sekitar lintasan. Belakangan ini jadwal kereta sangat disiplin. jangan sampai ketingggaan kereta karena berlama-lama di toilet atau makan dulu di luar stasiun jika waktu sudah dekat.


3. Pastikan duduk sesuai nomor yang tertera di tiket. Jika ingin pindah, tunggu sampai kereta berjalan. Jangan lupa bertanya kepada petugas, kalau-kalau di staisun berikutnya yang terdekat akan mengangkut penumpang.

 

4. Jangan langsung tidur begitu kereta jalan. Sebaiknya tunggu petugas kereta datang memeriksa tiket. Biar tidak terbangun kaget. Setelah itu barulah bisa istiarahta.

5. Jika berangkat sendiri dan berencana tidur sepanjang perjalanan, sementara tujuan turun bukan stasiun akhir, beritahukan teman duduk atau yang terdekat. Bisa juag minta bantuan ke petugas kereta. Penting buat penumpang yang tidurnya ala kebo.

6. Jika alergi dengan produk pewangi (laundry) sebaiknya bawa selimut sendiri. Sewaktu saya naik Turangga, fasiitas selimut saya pakai karena wanginya, warnanya (biru) dan jenis selimutnya tidak ada masalah. Ketika naik Lodaya, saya enggan memakainya. tapi untunglah AC-nya tak sedingin Turangga.

7.  Jika ingin istirahat semantara teman sebelah terus mengajak ngobrol, beritahu saja. Semua pasti maklum kalau naik kereta malam memang bertepatan dengan jam istirahat. Pastikan gadget dimasukkan ke tempat yang aman. Jangan dikeluarkan ketika berniat tidur lelap.



8. Jika ingin sahur, pastikan ke petugas untuk membangunkan. Jangan memakai jadwal imsak di kota asla karena ada perbedaan waktu imsak. Biaakan 30 menit sebelum imsak di kota asla sudah selesai.

9. Bagi yang tidak bisa tidur karena suara kereta, jangan lupa membawa headset. Buni musik bisa mengiringi kita ke alam mimpi.

10. Bagi yang tidak biasa tidur sambil duduk, cobalah tiru beberapa gaya tidur dar penumpangi di sekitar. Siapa tahu ada yang cocok. Hindari minum kopi dan minuman berenergi yang akan membuat sulit tidur.

Selamat mencoba.