Thursday, October 30, 2014

Inilah Strategi Membangun Personal Branding untuk Penulis





Personal branding dan penulis seperti dua hal yang tidak berhubungan. Nyatanya di dunia bisnis penulisan yang kompetitif ini, personal branding bukan lagi  pilihan bagi penulis. Mereka yang memilih jalur hidup sebagai penulis, sebaiknya mempelajari juga strategi personal branding.


Menurut Wikipedia, personal branding adalah proses dimana orang-orang dan karir mereka ditandai sebagai merek. Sementara teknik manajemen swadaya sebelumnya adalah tentang perbaikan diri, konsep personal branding menunjukkan sebaliknya bahwa kesuksesan datang dari diri-kemasan.

Ya, jadi personal branding itu adalah proses membangun merek bagi siapapun dan apapun bisnisnya yang tentu saja penting untuk membangun kredibilitas.  Apalagi jika  ingin cepat sukses dan dikenal positif oleh publik. Nah,  ini ada tujuh strategi  membangun personal branding untuk siapapun yang menggeluti dunia penulisan.

Identitas

Pertama, perkenalkan identitas sebagai penulis. Bisa ditulis di kartu nama, akun socmed yang dipunya, profil BBM dan Whats Ap, bahkan signature e-mail. Tambahkan prestasi di bidang penulisan. Pernahkah memenangkan lomba penulisan? Jika tidak, dalam setahun mampu menulis berapa buku? Pokoknya apapun kelebihan penulis harus disebutkan. Penulis juga dapat mengungkapkan pendidikan, pengalaman dan passion yang dipunya. Dan karena bisa jadi banyak identitas yang mirip, maka sebutkanlah hal paling unik dalam dunia kepilikan yang dipunya. Misalnya, mampu menulis dalam bahasa Spanyol.


Testimoni

Mintalah pendapat atau testimoni orang lain mengenai diri kita  agar orang lain semakin percaya. Atau tunjukkan reputasi di bidang penulisan dalam bentuk foto-foto. Tempatkan di socmed atau personal website.


Kreasikan Merk

Bayangkan kita ingin dikenal sebagai apa. Merk penulis sudah banyak, cobalah lebih spesifik. Misalnya, menjadi penulis novel romantis paling humble, penulis cerita detektif anak-anak paling disukai, penulis komedi yang tampan. Sebaiknya bangun merk dengan melihat apa yang orang juga pikirkan tentang kita. Jika kita memiliki body atletis dan menulis novel romantis, ya kita bisa membangun merk penulis romantis paling atletis. Dengan adanya patokan merk ini juga bisa menjadi patokan attitude kita di lingkungan.

Networking

Mulailah membuat jaringan dari lingkungan terdekat seperti keluarga dan kerabat, lalu teman kerja atau kuliah. Jaringan inilah yang akan membantu kita membangun kesuksesan. Setelah membangun jaringan dengan orang yang kita kenal, barulah dengan yang belum dikenal. Lakukan pula secara on-line di jejaring sosial.

Konten 

Menulislah dari pikiran sendiri. Sesuaikan dengan identitas dan merk yang kita bangun. Termasuk dalam menulis di social media. Jangan sekali-kali menulis hal-hal yang bisa menjatuhkan brand yang sudah dibangun. Jika menulis dalam keadaan emosi di socmed, tarik napas sebanyak tiga kali sebelum mempublikasikannya.


Komunitas dan  Berbagi

Bergabung dalam komunitas  selain untuk networking juga sebagai  inspirasi dan semangat baru. Baik komunitas menulis maupun non-menulis bukan sebuah masalah. Berperanlah aktif di sana agar personal branding kita terbangun dengan baik. Cobalah untuk lebih sering berbagi, terutama tentang keilmuan yang kita punya. Bisa dibagi di komunitas maupun di jejaring sosial.

Up Date

Jangan jadi penulis yang kudet. Di era teknologi informasi, semua harus bisa kita akses dengan mudah. Perubahan kini begitu cepat. Bahkan cara kerja pun bisa melalui digital. Ikuti perkembangannya, dari teknologi maupun pergaulan. Apalagi ilmunya, karena ilmu menulis terus berkembang.


Semangat kreatif!