Saturday, October 25, 2014

Nien's Corner Ramaikan Kuliner Bandung








Jalan-jalan ke Bandung memang tak lengkap bila tak mencicipi tempat-tempat kuliner di Bandung. Tak aneh bila bisnis kuliner di Bandung terus tumbuh. Meskipun tahun lalu saja sudah melampaui 3.000 lokasi. Salah satu pemain baru di bisnis kuliner Bandung adalah Nien’s Corner.

 Terletak di kawasan hotel Latief Inn, tepatnya di Jalan Natuna 16 Bandung, mini resto ini menyajikan hidangan ala restoran di hotel-hotel berbintang dengan harga yang lebih ramah. Saat disodorkan menu, saya menemukan sejumlah makanan lokal seperti sop dan nasi goreng hingga makanan luar negeri seperti aneka steak dan pasta.

Karena saya sedang diet daging merah, meskipun ingin sekali mencicipi steak atau sop buntut goreng, saya alihkan pesanan saya untuk mencicipi spagheti chicken cream. Untuk minum saya tertarik dengan nama yang unik babby chino party.

 Seperti biasa, saya termasuk memilih makanan berdasarkan waktu pembuatan yang tak terlalu lama. Ya, saya pikir akan terhidang 30 menit untuk pesanan saya. Tapi karena tamu Nien’s Corner sedang membludak, mau tak mau harus bersabar. Cuman ketika kanan-kiri saya yang memesan setelah saya sudah habis makanannya (padahal mereka pesan pasta dan steak) ya saya tanya dong. Ternyata pasta pesanan saya masih harus menunggu beberapa menit lagi.

 Ketika pasta pesanan saya dong, langsung aromanya membuat perut saya makin keroncongan. Waktu makan siang sudah lewat. Tapi tak apalah, demi sepiring pasta yang menggiurkan. Saya pun mencicipinya sedikit. Ada yang kurang. Ya, tabasco sauce. Bukannya belagu sih. Tapi karena saya pernah ke Bologna, Italia, makan pasta yang enak memang kalau diberi tabasco sauce.


Saya pun minta tabasco, ternyata tidak tersedia, mau tak mau saya langsung menyantap spagheti chicken itu. Lezat, bukan karena pasta dan creamnya, tapi juga potongan ayam yang menyatu. Kadang kita seperti menemukan harta karun ketika memasukan gulungan pasta ke mulut ternyata ada daging ayamnya.

 Setelah tandas, saya menutupnya dengan minuman yang menurut saya unik sekali rasanya. Mungkin ada yang pernah mencicipinya? saya belum. Babby chino pasrty ternyata adalah minuman berlayer, cream dibubuhi cherry, lalu kopi dan caramel, dan bagian bawahnya adalah perasan jeruk mandarin. rasanya? Unik!

Saya biasanya memang membiasakan minum berlayer, lapis demi lapis untuk mendapatkan sensasinya. Setelah itu barulah saya aduk untuk tahu mana rasa yang kuat ketika bercampur. Saya rekomendasikan kepada siapapun yang suka mencicipi minuman berasa unik untuk mencicipinya di Nien’s Corner.

 Oh iya, karena hari itu sangat istimewa, Nien’s Corner menghadiahi sebuah menu special bernama Appritada. Hidangan olahan ayam ini sangat menarik perhatian saya karena ada brokolinya, sayuran favorit saya.  Sayangnya karena perut saya sudah kenyang, hanya sedikit saya mencicipinya. Rasanya? Oke juga. Apalagi porsinya juga tak terlalu besar.

 Bicara tentang interior, Nien’s Corner terbilang mungil untuk menu masakan kelas hotel berbintang. Tak heran jika pembatas dibuat semi terbuka agar terkesan luas. Serasa kita sedang makan di ruang makan belakang rumah. Tapi cukup nyaman untuk makan berkelompok. Jika memang pengunjung membludak, akan disediakan meja dan kursi tambahan di luar yang masih halaman Latief Inn.

Karena semi terbuka, udara di tempat makan jadi segar natural. Apalagi di sekitar Jalan Natuna banyak berdiri pohon kenari tinggi yang rimbun.

Buka dari pukul 10 pagi hingga 10 malam, Nien’s Corner setidaknya bisa menjadi alternatif kuliner bagi tamu hotel Latief Inn yang enggan atau tak ada waktu mencari kuliner lainnya di Bandung. Tertarik mencicipi di sini? Saya sarankan untuk datang bersama teman atau keluarga :)