Thursday, October 23, 2014

Saya Konsumsi Produk Oat Ini Bukan Karena Diorder Lho




Sejak berhasrat diet beberapa makanan karena sakit darah tinggi dan faktor umur juga, saya memutuskan mengganti sarapan saya dengan yang lebih sehat. Setelah browsing sana-sini akhirnya saya menemukan produk yang rasanya cocok, yakni Quaker Oats.

Saat memilih di supermarket saya sempat bingung milih yang biru atau merah. Jadi saya beli keduanya. Ternyata, kata isteri saya mestinya saya pilih yang instan saja, yang warna merah.

Saya bukan pemakan yang sulit. Seaneh apapun rasa makanan saya bisa menikmatinya. Oat, kata teman-teman saya itu rasanya nggak enak dan bentuknya menjijikan. Tapi saya nggak tuh. Rasanya enak-enak aja kayak makan bubur kacang ijo atau ketan item.

Isteri saya biasa mencampurkan dengan susu putih atau cokelat. Kalau mengikuti resep dari internet bisa juga sih dicampur yoghurt atau buah-buahan. Tapi saya cari yang simple. Kasihan isteri saya kan harus menyiapkan makanan buat anak saya juga.

Sebagai blogger aktif sebenarnya sudah lama ingin menulis produk oat ini karena manfaatnya mulai terasa. Berat badan saya realtif stabil dibandingkan dulu sarapan dengan nasi goreng atau olahan nasi lainnya. Juga lebih tahan lapar sampai makan siang.

Ya, paling saya cuman ngetwit aja sambil mention (at)quakerIND testimoni saya. DiRT syukur nggak juga ga masalah. Soalnya saya memang bukan buzzer mereka. Saya juga belum nerima order dari mereka untuk review di blog.

Belum lama ini saya mengikuti quiz dari Radio Sonora yang kerja bareng dengan Quaker. saya ikutan ngasih tips sehat. Eh ternyata menang. Padahal saya sudah lupa. Hadiah pun saya ambil. Senang banget karena hadiahnya produk Quaker. Kata isteri saya, lumayan bisa ngirit sebulan :)

Follow me @bennyrhamdani_