Sunday, May 24, 2015

Berdesakan di Tune Hotel Solo



Memesan  hotel dengan tergesa-gesa kadang membuat hasilnya di luar dugaan. Itu yang saya rasakan ketika akhirnya sebuah biro perjalanan menawari saya menginap di Tune Hotel saat hendak liburan ke Solo. Namany seperti tak asing di telinga, karena memang merupakan nama hotel yang ada di banyak kota, termasuk di luar negeri.

Setelah memesan barulah saya sempat browsing hotel ini. Hasilnya macam-macam. Ada yang memberi review bagus. Tapi tak sedikit yang kecewa. Bagaimana saya ya?

Pemdangan dari kamar hotel.


Akhirnya, saya tiba di staisiun Solo menumpang kereta Pramex dari Jogja. Ini memang tujuan tambahan yang saya susun setelah piknik di Jogja. Biar ada perbandingan liburan di Joga dan Solo, untuk anak dan isteri.

Dari stasiun Solo Balapan kami naik taxi, dan sampai Tune Hotel hanya dengan waktu tempuh kurang dari limabelas menit. Rupanya jaraknya memang dekat dengan stasiun. Soalnya saya paling malas menginap di hotel dengan keluarga jauh dari stasiun.

Kaget juga melihat sebuah hotel yang menjulang dan tampak baru, di lingkungan yang tak terlalu ramai. Setelah bertemu front officer yang ramah, kami menuju kamar hotel. Dan ... voila! Putra saya kaget, karena kamar hotelnya kevil. Mungkin paling kecil dari kamar-kamar hotel yang pernah kami tiduri.

Saya jelaskan tentang konsep hotel minimalis yang sedang trend, juga harganya yang memang hampir sepertiga dari hotel yang kami inapi di Jogja. Mungkin juga seharusnya kami memesan kamar jenis kamar yang lebih luas. Tapi waktu itu memang hanya jenis kamar ini yang masih kosong.

Kami tidak hanya berdesakan karena kamar ini terlalu sesak untuk bertiga, tapi juga harus berbagi dengan koper-koper kami di lantai. Sebab tak ada lemari di kamar.

Kamar yang membuat kami harus berbagi dengan koper.

Karena niat kami memang tidak untuk berleha-leha di hotel, kami segera menghabiskan waktu untuk jalna-jalan di Solo. Dan kami sudah tdiak begitu peduli juga tidur berdesakan karena lumayan letih setelah jalan-jalan di Jogja sebelumnya, Jadi, kami tetap bisa tidur nyenyak.


Lobby hotel yang minimalis pula.

Keesokan harinya saya mendapat info hotel ini juga dekat dengan kantor penerbit teman saya bekerja. Jadi mampirlah saya ke sana sebentar sebelum akhirnya Jalan-jalan di kota Solo.

Enaknya di hotel ini, saya bisa menitipkan koper setelah waktu cek out. Soalnya kan saya pesan tiket Kereta malam hari yang ke Bandung. Sambil nunggu malam tiba ... kami bisa jalan-jalan lagi di Solo. Servis yang mantap. Jadi kami nggak perlu memperpanjang waktu booking hotel.

Laipula kayaknya agak susah kalau check in mendadak, soalnya tamunya banyak banget saat itu. Sampai-sampai halaman parkirnya penuh. Tadinya saya pikir hotel ini lebih cocok untuk backpacker ketimbang untuk hotel keluarga. Ternyata tamunya malah rombongan keluarga.

Mungkin hotel ini bisa jadil pilihan kalau kepepet atau budget perjalanan terbatas. Tapi kalau leluasa saya mungkin akan pilih hotel lainnya. Oh iya, yang asik, hotel ini terletak tak jauh dari Paragon Mall. Jadi kalo yang suka nge-mall pasti suka nginap di sini.

Foto-foto: Benny Rhamdani