Monday, May 11, 2015

Inilah Hotel Favorit Pekerja Buku di Frankfurt



Tahun ini Indonesia akan menjadi tamu kehormatan di Frankfurt Book Fair. Terbayang jumlah rombongan yang akan diboyong oleh pemerintah ke kota di Jerman itu. Tentunya mereka memerlukan tempat menginap yang strategis. Mungkin hotel satu ini bisa jadi pilihan. 

Saya menginap di Hotel Meininger tiga tahun lalu. Saat itu, hotel ini masih terbilang baru. Bisa bilihat dari bau cat yang kadang tercium serta kondisi eksterior dan interior masih serba mulus.

Keputusan memilih hotel ini karena dari semua rekomendasi di internet menyebutkan inilah hotel paling dekat dekat dengan Messe, likasi pameran buku internasional di Frankfurt. Bukan saya yang membooking, tapi teman saya dari satu group perushaan. Tapi saya setuju dengan keputusannya.

Dari stasiun kereta api Frankfurt, ada bus khusus menuju hotel ini. Tepat berhenti dekat hotel. Sebenarnya itu semacam terminal akhir karena bus kemudian memutar. Karena saya memiliki kartu pass masuk Frankfurt Book Fair, saya bisa naik bus secara gratis.

Saat itu saya datang terlalu pagi untuk jadwal check in. Namun font officer memberikan penawaran untuk menyimpan bagasi kami di loker hotel. Saya pun diberikan kunci, lalu turun ke lantai bawah hotel menuju ruang loker. Ternyata kabin untuk bagasinya lumayan besar, sehingga saya bisa memasukkan koper kami.

Sambil menunggu waktu check in, saya memutuskan untuk mencari makan. Jadi yang terpikir adalah ke kawasan di depan stasiun Frankfurt. Kami kembali naik bus, dan ternyata jaraknya cukup dekat. Hanya harus sedikit memutar.

Saat kembali ke hotel, pihak hotel menyerahkan kunci kamar. Dan tada! Kamarnay tak sebarapa besar, tapi cukuplah buat kami berdua yang hanya menempati kamar hotel untuk tidur karena sepanjang siang kami harus bekerja di lokasi pameran.

Selain tempat tidur, lemari, juga ada televisi yang siaran malamnya benar-benar bikin takjub. Ya, maklum deh. Namanya juga di Eropa. Tapi yang saya senang saya menemukan saluran televisi yang menayangkan  film berbahasa Hindi. Hidup Bollywood!


Saya juga diberikan password Wifi hotel oleh front officer. Lucunya ketika saya mengaktifkan wifi, koneksi wifi teman saya itu terputus. Barulah kami menyadari satu password hanya untuk satu orang. Maklum, di Indonesia satu password bisa dipakai satu hotel. Akhirnya, saya minta ke front officer dan diberikan khusus untuk saya.

Jangan ditanya kecepatan internet di sana. Mau nonton film di youtube pun tetap kencang.

Hal yang saya suka di hotel inilah restorannya yang minimalis tapi makanannya tidak minimalis dan cocok buat saya. Saya bisa memesan omelet dengan penggorengan baru yang belum dipakai masak omelet campur daging babi. Alau kelihatan penuh antrean, saya pilih makan buah-buahan saja, dan kentang untuk katbohidrat. Namanya sarapan, kan ngak harus kenyang banget ngisi perutnya.

Dari hotel ke lokasi pameran buku cukup berjalan sekitar 50 meter saja. Iya. Karena hotel ini berada di belakang lokasi pameran. Bahkan kita bisa melewati pintu khusus dari jalan layang, turun pakai lift. Praktis.

Paling terasa sekali kelebihan hotel ini adalah saat pulang dari pameran buku. Tahu sendiri, kan, kaki gempor karena jumlah hall yang banyak dan berjauhan di arena pameran. Karena ke hotel dekat, bisa langsung cepat istirahat. Nggak harus naik bis atau kereta lagi.

Hotel minimalis ini juga menyediakan jasa penyewaan sepeda untuk yang mau keliling kota Frankfurt. Sepeda bisa dipilih di depan hotel. Lalu, minta kuncinya ke front officer.



Nah, jika memang mau ke Frankfurt Book Fair tahun ini, coba saja menginap di sini. Cuman saya nggak jamin kalau pesan sekarang amsih dapat kamar. Atau mungkin dapat kamar namun dengan harga yang sudah melambung. Bisa jadi begitu. Secara, hotel ini sudah menjadi favorit para pekerja buku karena lokasinya yang strategis dengan pameran buku Frankfurt.

Foto: Benny dan Meininger Hotel.