Wednesday, May 20, 2015

Lima Jenis Kuliner yang Harus Dicicipi Saat di India



Saat lima hari di New Delhi beberapa waktu lalu, saya mencoba beberapa jenis kuliner India. Ada yang cocok dengan lidah, tapi ada juga yang kurang asik. Buat yang akan bepergian ke India, terutama di Delhi, saya rekomendasikan lima jenis kuliner yang harus dicicipi.

Falooda Kulfi




Falooda Kulfi adalah makanan pencuci mulut yang khas dan unik.  Kulfi adalah sebutan untuk es krim India yang beraneka rasa. Tidak hanya buah-buahan, tapi juga bunga-bungaan. Kabarnya, kulfi sebenarnya adalah minuman dari Persia yang masuk ke India di era Mughal.

Bagian terunik lainnya adalah Falooda yang mirip bihun dari tepung beras. Tapi sebenarnya mi putih ini terbuat dari tepung jagung. Saya sendiri sempat kebingungan ketika mencoba menebak dengan merasakannya.

Buat penggemar es krim, jelas Falooda Kulfi tidak boleh dilewatkan.  Sensasi rasa bunga mawar membuat perasaan kita langsung segar. Dan mulut yang sedikit terkontaminasi makanan berat kari bercampur bawang bisa jadi lebih harum,

Percayalah, kita bisa ketagihan setelah mencicipinya. Walaupun pada suapan pertama agak mengejutkan.

Nasi Briyani



Nah, kalau yang ini di Indonesia sudah banyak ditemukan. Tapi saya menemukan sebuah tempat yang menjajakan Briyani sangat sedap di Delhi. Kuliner nasi rempah ini biasanya dicampur pula dengan daging kambing, daging ayam atau sayuran. Saya lebih cocok dengan daging ayam karena rasanya super mantap. Beberapa menyebutkan nasi briyani kambing lebih lezat.

Tempat saya makan nasi briyani  di kedai Alkauser terletak dekat Assam Bhawa, Chanakya Puri.  Kedainya kecil, tapi yang memesan makanan harus antre. Beberapa makan di pinggir jalan sambil berdiri, sesuai kebiasaan mereka.

Banyak jenis masakan India yang bisa kita santap. Tapi saya tetap tertuju kepada nasi Briyani. Bukan apa-apa, mereka menjual langsung dengan kendinya. Sedangkan saya biasanya makan sudah disiapkan di piring.

Yang bikin saya suka senang, saya juga bisa mengintp koki mereka mengolah masakan di tempat yang ekcil itu. Di bagian depan kedainya kita bisa membaca penghargaan dari berbagai media untuk beraneka jenis makanan di kedai ini.

Buat yang kangen nasi kalau jalan-jalan di India, mendingan pilih menu satu ini.

Choley Bathura



Bathura adalah salah satu dari sekian banyak jenis roti di India. Yang membedakan adalah betuknya yang menggelembung, tidak pipih seperti lainnya. Roti yang banyak ditemui di India utara ini biasanya dijadikan menu sarapan berat dan dimakan bersama Choley.

Choley adalah menu masakan perpaduang antara kacang Arab dan kentang yang rasanya gurih. Biasanya, choley bathura disajikan di nampan dengan potongan bawang yang segar dan acar mentimun.

Cara makannya dengan menyobek bathura lalu mencocolnya ke choley. Bisa juga disisipin bawang dan acar. Umumnya untuk sarapan orang India makan dua potong bathura. Tapi bagi yang diet, cukuplah satu lembar.

Saya menikmati choley bathura di ahendra Sweet House di pojokan babu Market, kawasan Sarojini, New Delhi.

Ladoo



Ladoo adalah manisan India yang sangat terkenal. Bentuknya seperti bola dengan berbagai ukuran. Bahan dasarnya adalah tepung chickpea (kacang arab), gandum rava, dan kelapa.  Rasanya sangat manis. Jadi hati-hati buat yang memiliki diabetes.

Bagi penggemar Bollywood, makanan ini sangat terkenal karena  sering terlihat sebagai penganan, baik adegan di rumah maupun di jalanan. Beruntung saya bisa datang ke BIkanervala, sebuah toko kue oleh-oleh seperti Kartika sari kalau di bandung. Di sini tersedia beraneka jenis ladoo, seperti ladoo kacang kenari, ladoo Punjab, sampai ladoo special. Saya sengaja membungkus beberapa jenis ladoo untuk oleh-oleh. Dan anak saya sangat senang memakannya.

Selain ladoo masih banyak lagi jajanan yang bisa dibawa oleh-oleh, seperti Gulab Jamun, Rabdi Faluda, Raj Bhoj, Chaat, Raj Kachori, Masala Dosa. Tapi karena anak saya sering nonton animasi Bima yang suka ladoo, membuatnya terinspirasi makan ladoo juga. Harganya juga tak sebarapa mahal. Dijual berdasarkan gramatur, dan bisa dikemas untuk dibawa pulang ke Indonesia.

Barbeque ala India

Sebenarnya ini bukan makanan khas India asli. Jujur saja, karena di India sulit mencari makanan daging dan seafood, jadi yang aman adalah ke resto barbeque. Tapi tetap lho ada bedanya dengan resto barbeque di Indonesia.


Barbeque di India ini, mencampur semua hal yang layak di panggang. Mulai dari ayam, jamur, paprika, udang, dan yang asik adalah paneer. Bagi yang suka makanan India pasti sudah tahu paneer. Makanan satu ini tekstur dan rasanya mirip tahu. Tapi ini sebenarnya bukan tahu, melainkan keju. Saya sendiri menyebutnya tahu keju India. Daripada ribeut cari terjemahan yang pas.

Yang bikin lain ketimbang di resto barbeque di Indonesia adalah bumbunya. Kita bisa memoles apa yang kita ingin lahap dengan bumbu barat maupun India. Setu, kan. Jadi buat yang alergi sama rempah-rempah ala masakan India, bisa mengole dengan saos biasa.


Barbeque tentu saja paling asyik kalau dinikmati bersama-sama. Kebetulan saya ditraktir oleh para pejabat KBRI di New Delhi. Jadi bukan saja lezat, tapi juga asik karena menyantap bersama-sama. Ditraktir pula. Heheheh


^_^

Foto-foto: Benny Rhamdani