Saturday, May 9, 2015

Mencicipi Nasi Goreng yang Pedasnya Nggak Bikin Sakit Perut

Lama-lama saya penasaran juga dengan pemberitaan nasi goreng satu ini.  Di Bandung, kelezatan nasi goreng Mafia kian santer dibicarakan beberapa teman saya yang pecinta kuliner.

Akhirnya saya mendatangi lokasi Nasi Goreng mafia di Jalan Dipati Ukur, sebagai pusatnya.  Di Bandung sendiri ada beberapa sejumlah cabang sejak berdirinya Oktober 2013. Tapi saya tak mau mencicipi jika tidak langsung di pusatnya.

Tantangan pertama untuk menikmati Nasi Goreng mafia adalah cari parkir mobil, lantaran jalan di depannya tak ada lahan parkir. Jadi ya terpaksa parkir di sisi jalan. Dan itu nggak gampang juga, karena di sepanjang Diapati Ukur banyak tempat nongkrong. Akhirnya seorang tempat parkir menunjuk tempat kosong di seberangnya.

Saat masuk ke restoran yang bernuansa merah terang, pelanggan hampir memenuhi semua kursi. Untunglah masih ada yang tersisa untuk saya bersama isteri dan anak saya. Lalu menu pun saya lihat. Inilah tantangan kedua, mencoba memilih menu yang cocok.

Menunya antara lain diambil dari nama unik, seperti Triad, Preman, Gangster, Godfather, Berandal, Yakuza dan Bandit. Akhirnya saya memilih nasi goreng  Preman yang dicampur sayuran.

Dapurnya di depan.
Sambil menunggu, saya browsing soal Nasi Goreng Mafia ini.  Mafia merupakan singkatan dari makanan favorit Indonesia.  Keunggulannya adalah cita rasa pedas dari rempah-rempah. Seberapa pedas? Sebaiknya memang tanya langsung kepada pelayan, biar tidak terjebak.



Tak lama kemudian pesanan pun datang. Saya langsung menghirup aroma rempah yang saya suka. Buat saya tidak ada masalah dengan nasgor bumbu rempah lantaran saya biasa makan masakan yang berempah seperti kari India.

Saya pun mencicipinya. Hmm, enak. Terasa seperti  ada rasa lengkuas, kencur, kluwak, kemangi, laos, pala, dan kencur.  Semakin enak karena dimakan bersama kerupuk putih. Dan saya kira minuman es the manis adalah yang paling cocok untuk nasi goreng.

Sambil menghabiskan nasi goreng, saya ngecas HP, dan … gratis. Di setiap bawah meja ada colokan untuk pelanggan yang mau ngecas. Jadi nggak perlu nitip-nitip ke kasir.

Saya puas dengan pesanan yang saya makan. Rasa pedas dari rempah-rempah adalah kesukaan saya. Ketimbang pedas cabe rawit yang bikin sakit perut. Kali ini perut saya benar-benar aman.Mungkin kunjungan berikutnya saya akan mencoba menu lainnya,  Harga nasi goreng  relatif terjangkau terjangkau yakni di bawah Rp25.000.

Saat membayar di kasir dijual bumbu Nasi Goreng Mafi juga lho. Ya, sudah karena anak saya juga ternyata suka rempah, dibelilah bumbu tersebut. Lumayan bisa dipakai bikin sendiri.

Menurut saya, Nasi Goreng Mafia cocok banget buat yang pacaran. Sebab, ketika pasangannya berkeringat karena kepedesan, kita bisa menunjukkan kasih sayang dengan mengelap keringatnya di kening… heheheh. Jadinya kok romantis ya? Bukan seram.