Monday, May 4, 2015

Mister Aladin, Teman Travel Terbaikmu

Ini teman-teman travel blogger dan travel photographer.
Siapa aja tebak?  



Kalau diminta menyebutkan lima teman travel terbaikmu, apa saja yang akan kalian jawab? Pasti beda-beda satu dengan yang lainnya. Ada yang menganggap pinsil alis atau kacamata tidur mungkin. Atau juga ada yang menyebut pelembab. Kalau saya punya lima teman travel terbaik, yakni …

Kamera



Paling nggak bisa traveling nggak bawa kamera. Udah seperti sayur tanpa garam. Dan satu keniscayaan, traveling tanpa kamera akan bikin mati gaya. Bagaiamana kita bisa membuktikan kehadiran kita di suatu tempat tanpa bukti foto?
Kamera itu ibarat peralatan peran travel blogger.

Dulu saya memakai kamera poket. Tapi seiring meningkatnya kebutuhan untuk menunjang tulisan artikel saya di media cetak, saya mulai beralih ke DLSR. Tidak cukup satu, saya memanfaatkan pula kamera ponsel untuk melengkapinya. Bisa saja untuk twitpic atau instagram. Bukan buat narsis, tapi buat mencatat perjalanan karena twitpic bisa jadi semacam catatan kecil.

Selain kamera DSLR, saya juga membawa kamera mini dengan fish-eye dengan tujuan untuk mendapatkan gambar landscape yang lebih menarik. Dilengkai pula dengan tongsisnya. Biar nggak menyusahkan orang bila ingin difoto dengan latar yang kita sukai.  Apalagi mengingat beberapa kali difoto orang lain, hasilnya tidak memuaskan. Mendingan selfie sajalah.

Cuman masalahnya, saya harus menempatkan kamera tersebut di satau tempat, lantaran saya termasuk pelupa. Yang paling parah, saya pernah meninggalkan tas berisi kamera di kursi sebuah hotel di Bologna, Italia. Untung saja setelah sejam lebih tas kamera itu tidak berpindah tangan.

Tissue Basah

Ini mungkin hanya berlaku buat saya. Tapi percayalah, saya akan kelimpungan kalau lupa tissue, terutama yang basah. Tissue ini saya perlukan untuk sewaktu-waktu harus ke toilet. Maklum, kalau ke daerah-daerah tertentu yang udara dan makanannya kurang cocok, bisa-bisa sakit perut mendadak. Dan,  seperti yang sudah-sudah tidak semua toilet nyaman untuk dipakai. Kadang jorok banget, tidak ada air bersih. Nah, disinilah tissue basah mengambil peranan penting.

Tissue basah juga perlu ketika disaat traveling badan mulai keringatan tak jelas, dan bau badan menyebar. Atau kadang susah air karena tidak ada air bersih atau tidak sempat sama sekali. Seka saja dengan tissue basah, lumayan segar.
Yang namanya traveling kan nggak melulu ke kota-kota modern dan hotel-hotel berbintang. Kadang harus juga mau ke pelosok-pelosok  dengan sejuta kejutan.

Obat-obatan

Maklum sudah bukan anak SMA, jadi obat-obatan juga harus komplit. Yang paling utama adalah obat darah tinggi saya yang harus diminum setiap hari. Biar berasa nyaman saja ketika traveling. Untuk obat dalam, saya juga biasanya bawa obat maag khawatir sewaktu-waktu lambung meronta karena makanan yang nggak jelas. Juga obat sakit perut.

Selalu menyelipkan tissue basah, obat-obatan
dan charger di koper.
Untuk obat luar saya memilih obat gosok biar tak masuk angin, dan krim untuk meredakan nyeri otot.  Siapa tahu gara-gara keasyikan jalan-jalan kaki terkilir. Kan nggak asyik kalau harus ngesot pulang.

Obat-obatan saya perlukan kalau bepergian ke daerah yang sekiranya susah dari apotek atau minimarket. Kalau ke kota besar, cukuplah bawa obat utama saja. Kalau ke pedalaman, kadang saya sengaja membawa krim antigigitan nyamuk. Soalnya berabe kalau nggak bisa tidur di lokasi traveling. Alamat besok pagi teler.

Charger

Karena penggunaan gadget sangat aktif, maka charger tetap harus dibawa. Tak masalah jika susah sinyal. Saya hentikan aktivitas online. Tapi amsalahnya gadget harus tetap nyala baterenya karena saya menyimpan banyak dokumen di sana. Menghindari pemakaian kertas berlebihan, saya biasanya menyimpan dokumen, itinerary dan banya hal di gadget.

Charger adalah benda yang jangan sampai lupa. Kendati sekarang ada power bank yang bisa menyambung nyawa, tetap akan sekarat. Apalagi kalau mau menuju daerah yang susah listrik, sejak di bandara saya full-kan batere gadget. Mau ponsel ataupun tablet.

Travel Agent


Hari gini perlu banget travel agent online yang bisa dipercaya.


Ini dia  yang tak kalah penting. Travel agent terutama travel agent online. Saya pilih karena kesibukan saya bekerja, biasanya saya kurang punya waktu mempersiapkan ini itu, termasuk booking hotel. Nah, kalau sudah begini saya serahkan sepenuhnya kepada travel agent online.

Tentu saja travel agent online yang morotin, tapi benar-benar jadi teman travel terbaikmu, Belum tahu Mister Aladin?

MisterAladin.com adalah perusahaan teknologi yang memiliki misi untuk mendorong dan menginspirasi setiap orang di Indonesia untuk pergi menjelajahi dunia. Dengan kata lain adalah situs online booking travel yang berkantor pusat di Jakarta. Di situs ini tersedia banyak pilihan hotel, domestik dan internasional. Juga tesedia berbagai travel deal untuk peemsanan tiket, restoran ataupun spa.

Dengan tagline Teman Travel Terbaikmu, Mister Aladin ingin membentuk brand image sebagai seorang teman yang sangat mengerti tentang travel dan dapat memberikan aladiners (konsumennya) promo-promo traveling yang tepat serta tips-tips untuk traveling lebih seru. Makanya, Mister Aladin tak mau hanya disebut situs booking hotel dan travel deals, tapi juga seorang teman yang dapat memberikan ide dan inspirasi jalan-jalan untuk para traveler.

Tim Mister Aladin siap memberikan yang terbaik.
James Prananto (Deputy Head of Travel),
 Nitha Sudewo (Drector), dan Ferdiantono Lim (Head of Marketing
)


Dan yang namanya teman nggak akan bikin ribeut, aladiner bisa membayar dengan banyak cara, mulai dari transfer bank hingga kartu kredit. Mister Aladin juga berani memberikan diskon mulai dari 40% hingga 90%. Dan tanpa tambahan biaya lainnya karean yang tertera di MisterAladin.com sudah termasuk pajak.

Dan rencananya, situs ini bakal menjual paket tur ke Thailand hanya seharga Rp10.000. "Tunggu saja tanggal mainnya di bulan Mei ini," jelas Ferdiantono Lim, Head of Marketing MisterAladin.com, di Jakarta bulan April lalu.


Hmm, kalo kalian gimana?