Monday, May 18, 2015

Pengalaman Berburu Batu Akik di India

Pengasah marmer dan batu. (Foto: Benny Rhamdani)


Sebelumnya saya tak tertarik dengan batu akik yang heboh itu. Tapi ketika saya akan melakukan perjalanan dinas ke New Delhi, India, seorang kerabat minta dicarikan batu akik. Sementara itu, ketika brwosing daerah batu akik adalah Jaipur yang tidak akan saya singgahi. Akhirnya di sela-sela dinas, saya berusaha melirik batu akik ke kanan dan kiri.

Di Delhi, seperti umumnya di wilayah lain di India, batu berharga sudah menjadi bagian kehidupan mereka. Hampir bisa kita temukan aneka jenis batu di perhiasan perempuannya, termasuk di pakaiannya. Kaum lelaki pun sama, terutama pada cincin dan gelang.

Saya tahu persis aktor Bollywood Salman Khan malah memiliki gelang (brachelete) rantai dengan mata batu pirus Persia, dan jadi perbincangan banyak orang. Saat ke India saya sempat menemukan benda yang mirip di toko perhiasan. Saat saya menanyakan harganya sekitar Rp2juta-an langsung mundur perlahan. Budget belanja saya tak sebanyak itu soalnya.



Akhirnya menemukan juga yang sesuai budget.
(Foto: Benny Rhamdani)


Saat saya bertandang ke Taj Mahal, Agra, saya juga melihat pengasah dan pembentuk marmer serta batu. Di dekatnya saya melihat batu-batuan yang indah. Berbeda dengan di Indonesia yang bentuknya lonjong mulus, di India umumnya batu-batu itu bersudut, seperti halanya batu berlian yang sudah diasah.

Ketika saya tanya harganya, saya langsung mundur lagi. Mungkin karena di daerah wisata, harganya jadi mahal.

Akhirnya, saya malah menemukan batu-batu akik itu tak jauh dari tempat dinas saya di salah satu hall di Pragati Maidan. Kebetulan saya memang sedang bertandang di New Delhi World Book fair. Saat berkeliling ke sebuah hall yang berisi hal-hal metafisika, saya menemukan beberapa stall batu akik di sana. Selain dalam bentuk batu yang sudah diasah, dijual juga batu dalam bentuk perhiasan, tasbih, dan dekorasi.

Apa hubungannya batu akik dengan metafisika?

Simbol Batu Akik

Ketika saya hendak melihat-lihat batu akik, pria setengah baya yang menjual sempat bertanya tentang astrologi. BIntang saya apa, lahir hari apa, dan lain sebagainya. Menurutnya, sebaiknya kalau membeli batu akik, sesuaikan dengan astrologi, karena akan member aura positif.

Dua dari tiga batu akik yang saya beli.
(Foto:Benny Rhamdani)

Saya bukan jenis orang yang percaya hal-hal seperti itu. Saya hanya mencari batu akik yang sesuai dengan budget saya. Akhirnya dia menyerahkan beberapa pilihan. Dia merekomendasikan batu-batu yang khas dari India. Karena saya buta wawasan batu akik jadi saya pilih yang bagus saja. Ukurannya kecil, tapi yang penting asli.

Oh iya, dari obrolan seru dengan mereka, salah satu khasiat batu akik juga bisa dilihat dari warnanya. Dengan bahasa Inggris campur Hindi  (kebtulan saya kuasai sedikit), saya jadi tahu simbol warna di balik batu-batu itu.

Warna merah akan menambah rasa percaya diri, menghilangkan rasa takut, dan berani bertindak. Jenis batu ini antara lain coral merah, bloodstone, red jasper, cinnabar dan ruby.

Warna merah muda atau pink akan menambah kecantikan dan ketenangan. Jenis batu ini antara lain rhodocrosite, pink opal, calcedoni dan masih banyak lagi.

Warna cokelat akan membuat pemakaianya lebih kuat perasaannya. Jenis batu ini  tiger eye, stromatolite, dan masih banyak lainnya.

Warna jinga atau orange akan membuat pemakainya lebih kreatif. Jenis batunya adalah carnelian, fire opal, sunstone, dan masih banyak lagi.

Warna kuning akan membuat intelektualitas pemakainya meningkat. Jenis batunya antara lain amber, citrine, sulphur, dan masih banyak lainnya.

Masih banyak lagi warna yang disebutkannya. Saya sendiri agak-agak susah mengingatnya. Soalnya saya ingin segera mengehentikan diskusi soal batu ini karena tidak tahan dengan aroma dupa yang ada di hall pameran tersebut.


POkoknya, sekarang saya sudah sedikit lebih mengerti soal batu akik. Nggak sia-sia jauh-jauh ke New Delhi berguru sama penjual batu akik India langsung  hehehe.

^_^