Sunday, May 17, 2015

Sangria, Hotel Berbintang Tanpa AC namun Tetap Diminati






Rasanya memang aneh bila menginap di hotel berbintang tiga, tapi kita tidak menemukan air conditioner  (AC) di dalam kamarnya. Nyatanya saya bertahan menginap sembilan hari di hotel bernama Sangria Resort di Lembang, Jawa Barat ini.

View kamar bikin adem. (Foto: Benny)
 Saat pertama bertandang, saya menyetir sendiri ke Jalan Holtikultura Lembang. Sedikit meragukan dengan performa hotel itu karena jalan yang harus dilalui tidak diaspal halus dan berada di ujung jalan kecil.  Akhirnya, bayangan itu langsung pupus karena saya bisa melihat sebuah hotel yang cantik.

Begitu menuju front officer yang ramah, saya segera mendapatkan kunci. Voila! Saya mendapatkan sebuah kamar yang menghadap langsung ke sebuah lereng dipenuhi pepohonan. Di kejauhan saya melihat gunung Burangrang berdiri tegak.



Hall di Sangria juga nyaman lho. (Benny)
Lantai kamar terasa dingin membuat saya ingin mematikan AC. Tapi di mana remotenya? Terus di mana AC-nya? Halagh, ternyata memang tidak ada AC. Kesejukan di kamar ternyata karena memang suhu udara Lembang yang di bawah 20 derajat Celsius. Saya  segera memakai sandal hotel. Dan sandal hotelnya berbeda sekali dengan kebanyakan sandal hotel lainnya.  Bikin telapak kaki terasa hangat.

Saya pun tertarik masuk ke websitenya dan melihat rate kamarnya. Wow, di atas satu juta semua. Dan tidak ada AC pula.  Okay, tapi fasilitas kamarnya cukup memadai kok. Ada  wifi yang jika beruntung posisi kamarnya bisa sangat kencang, televisi dengan saluran HBO, jomlah colokan yang pas, meja keja, coffee maker, dan fitur standar hotel lainnya.

Kamar mandinya pun terbilang sedang ukurannya.  Hanya showernya saja menurut saya kurang panjang. Jadi kalau mandi kadang harus mepet-mepet tembok.

Citrus Taste

Saya menginap di hotel ini dua kali. Kali pertama saya menginap empat malam, kali kedua saya menginap lima malam. Rupanya, penyelenggara workshop yang saya ikuti ketagihan dengan Sangria. Salah satunya tentu karena di sini ada resto yang menurut saya keren, yakni Citrus Taste.

Kerennya resto ini karena memiliki view yang indah bila kita makan di balkonnya. Dari dalam pun kita bisa melihat saja sih. Tapi kalo di balkon kita bisa menikmati udara segar dan cahaya matahari pagi saat sarapan. Kalo malam? Brrr, kecuali pakai jaket, silakan saja makan di balkonnya.


Soal pilihan menu makanan saat sarapan menurut saya cukup variatif. Nggak terlalu melimpah seperti kalau saya menginap di hotel-hotel yang berada di tengah kota. Tapi saya malah jadi tidak tergoda untuk tetap menjaga menu sarapan yang sehat. Minimal, tetap konsumsi serat, kan?

Menu makan siang dan makan malam pun menurut saya lumayan variatif. Kadang masakan lokal, kadang oriental, kadang ada continental. Pastinya sih, masuk perut saya. Kalau misalnya agak sedikit bosan, saya tinggal keluar cari kuliner Lembang. Kebetulan lokasi Sangria nggak begitu jauh dengan jajanan malam susu murni dan ketan bakar, kalau siang bisa juga mampir ke Pasar Apung yang beken itu. Jaraknya hanya 10 menit pakai mobil. Itu pun karena harus memutar dulu. Pulangnya sih hanya lima menit.

Kelas Yoga



Hal paling saya suka selama di Sangria adalah viewnya, termasuk layoutnya yang memanfaatkan kontur tanah di lokasi. Coba deh lihat kolam renangnya. Keren banget.  Apalagi kalau dilihat dari ketinggian. Sayangnya saya belum sempat mencicipi nyebur di sana karena padatnya jadwal acara workshop.

Selain kolam renang ada juga jauzzi buat yang ingin santai-santai berasa dipijat di dalam air. Sayangnya saya juga belum mencicipinya. hiks. Padahal kalau lihat sekelilingnya yang asri, kita bakal nggak menyangka sedang berenang di kolam renang melainkan di sebuah danau kecil.


Ini saya lagi ikutan kelas yoga.
Tapi saya sempat mengikuti kelas yoga di outdoor tak jauh dari kolam renang. Benar-benar asik, dan tentunya bikin badan terasa sehat setelahnya. Instruktur yoga pun berpengalaman. Membuat saya ingin kembali mengambil kelas yoga yang dulu pernah saya tekuni. Ya, sebelum peru saya sebesar ini … hiks.

Untuk kelas yoga ini saya nggak harus bayar lagi. Cukup daftar saja. Lalu nanti kita disediakan matras untuk alas beryoga. Juga disediakan handuk putih kecil dan sebotol minuman. Walaupun gerakannya masih kaku-kaku, cuek aja ikutin instruktur. Namanya juga pengen hidup sehat.





Di Sangria juga terdapat kolam ikan yang tampak alami. Bila ingin memberi makan ikan ini, jangan mengambil di restoran. Saat masuk ke kamar hotel, sudah disiapkan makanan ikan di atas meja yang bisa kita pakai gratis.

Jangan berpikir untuk memancing atau menyeroknya ya. walaupun kita gemas melihat ikan yang montok-montok dan berwarna cantik itu.

Cuman, ya siap-siap saja kalau kembali dari kolam renang.  Soalnya nggak ada lift. Jadi harus menapakai tangga naik. Lumayan ngos-ngosan buat yang nggak terbiasa berolahraga.


Saya berharap satu hari nanti bisa kembali ke sini. Bukan untuk workshop, tapi benar-benar untuk bersantai bersama keluarga.

^_^