Saturday, May 23, 2015

Traveler Jangan Abaikan Sunglasses


Sunglasses bukan cuman buat gaya, tapi menjaga kesehatan mata.



Sebenarnya tulisan ini terinspirasi saat teman-teman hendak berfoto bersama. Semua mendadak mengeluarkan sunglasses. Lalu seseorang berteriak,” Kok jadi kayak rombongan ibu-ibu umroh ya.”

Ya, begitulah di Indonesia. Sunglasses dikira buat gaya-gayaan saja.

Oh iya, saya sempat  bingung mencari padanan yang pas untuk terjemahan sunglasses. Karena tidak menemukan, saya tetap tulis sunglasses. Karena kalau saya tulis kacamata hitam, tidak semua sunglasses berwarna hitam. Kalau saya tulis kacamata cengdem juga nggak  begitu  cocok.

Sunglasses selalu identik dengan orang-orang keren seperti Tom Cruise atau Bono. Nyatanya, sunglasses memiliki fungsi yang lebih jauh dari sekadar aksesori fashion. Sunglasses  merupakan alat penting dalam menjaga kesehatan mata.



Sinar ultraviolet (UV) matahari tak hanya dapat merusak kulit, namun juga membahayakan lensa dan kornea mata kita. Radiasi UV meningkatkan kemungkinan kita terkena katarak, menyebabkan berkurangnya penglihatan. Hal ini juga dikaitkan dengan degenerasi makula, bagian dari retina yang sangat penting untuk penglihatan.

Sinar matahari yang memantul dari permukaan seperti salju, air, pasir, atau trotoar bisa sangat berbahaya karena pantulannya sangat kuat.


Photokeratitis adalah sengatan matahari yang juga dikenal sebagai kebutaan salju. Seperti namanya, pemain ski dan snowboarders sangat rentan terkena.

Sunglasses memainkan peran penting dalam melindungi jaringan rapuh di sekitar mata, Oleh karenanya penting sekali seorang traveler membawa sunglasses. Pasalnya, traveler kerap berada di luar ruangan, menjelajah daerah yang kekuatan mataharinya kadang belum pernah dirasakan, bahkan cuacanya kadang berbeda jauh.

Sebenarnya  sunglasses harus dipakai setiap kali  kita berada di luar ruangan, sepanjang tahun. Mungkin di Indonesia masih belum terbiasa. Malah seringnya, diolok-olok sebagai tukang pijat atau sok gaya. Tapi kalau traveler sih, sunglasses merupakan benda wajib di dalam list.

Mungkin ada yang belum tahu cara memilih sunglasses yang tepat untuk dipakai sehari-hari atau traveling, berikut hal yang biasanya saya lakukan berdasarkan  beberapa referemsi.

Berlabel UVA/UVB

Pilih kacamata yang memberikan perlindungan penuh terhadap sinar ultraviolet. Carilah label atau stiker lensa memblokir 99% atau 100% dari UVB dan UVA

Pilih Rona yang Tepat

Saat ini, pilihan lensa sunglasses makin variatif. Tidak melulu hitam pekat. Namun demikian tetap hati-hati saat memilih. Lensa berwarna kuning dapat membuat sulit untuk membedakan perubahan lampu lalu lintas. Abu-abu, hijau, dan lensa coklat meminimalkan distorsi warna, dan merupakan pilihan yang lebih baik ketika berada di belakang kemudi.

Pilihlah lensa polarized jika kita akan banyak bermain di air. Lensa polarisasi mengurangi silau dengan menyaring sinar matahari yang dipantulkan yang memantul dari permukaan seperti air atau trotoar. Lensa ini pilihan yang baik untuk pelaut atau pemain ski air. Saya menemukan kacamata jenis ini ketika saya melihat koleksi Oakley di ZALORA.


Jenis polarized sunglasses yang bikin saya mupeng. 
(foto Zalora)



Tapi bukan tanpa kelemahan, karena bisa mempersulit membaca telepon seluler, perangkat GPS, atau layar kristal cair pada dashboard atau mesin ATM dengan lensa terpolarisasi.

Sadarilah bahwa polarisasi tidak ada hubungannya dengan perlindungan UV. Jadi tetap periksa label untuk memastikan kacamata memberikan perlindungan penuh dari  UV.

Kualitas Lensa

Semakin mahal sunglasses, maka akan melindungi mata kita dengan sangat baik, itu hanya mitos. Harga tidak mengukur tingkat perlindungan UV. Namun demikian kacamata hitam yang sangat murah mungkin ditemukan lensa yang diwarnai keluar dari cetakan dan dapat mempengaruhi kualitas optik.

Untuk menguji kualitas optik, berfokus pada tepi vertikal atau garis. Gerakkan kepala  kita bolak-balik, yang memungkinkan mata kita melihat keseluruhan lensa. Jika ada gerak apapun dalam garis maka lensa kemungkinan besar  cacat optik dan harus memilih pasangan yang lain.

Lebih besar lebih baik

Ukuran sunglasses yang besar dapat  memberikan perlindungan lebih baik terhadap kerusakan mata karena UV.   Semakain besar, semakin memblokir lebih  banyak celah cahaya yang  masuk mata dari sisi.

Begitupula dengan ukuran lensa sunglasses yang lebar. Sunglasses yang lebarnya sampai  ke tulang pipi adalah pilihan yang baik. Hindari model kacamata John Lenon.

Frame Harus Pas

Frame sunglasses harus pas di hidung dan telinga. Jangan pilih yang terlalu  menjepit kepala atau membuat lecet. Untuk mencegah cahaya masuk dari atas mata,  pilih yang cocok dekat dengan wajah, yakni jatuh  di sekitar area alis. Jangan cari frame yang membuat lensa begitu dekat bulu mata,

Jadi, jangan beli sunglasses semata untuk gaya. Cari yang bermanfaat untuk melindungi mata. Toh sekarang banyak kacamaya yang berkualitas baik, tapi tetap trendi. Harga pun bervariasi. Tinggal kitanya saja yang mau memperhatikan mata kita atau tidak.

^_^