Saturday, June 13, 2015

Nyenyaknya Tidur Dua Malam di Hotel Lombok Raya Mataram




Matahari mulai tergelincir ke barat ketika kami masuk ke Hotel Lombok Raya di Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat ini. Sayua tak begitu sempat memerhatikan bangunan depan hotel karena begitu ramai kendaraan dan spanduk selamat datang tamu peserta seminar ini dan itu.

Saat check in di front office, kami tak mengalami kesulitan karena sudah reservasi sebelumnya. Seorang room staf room service meminta saya mengikuti langkahnya menuju ke dalam hotel. Ternya jalan menuju kamar tak sedekat yang saya kira. Tapi saya senang karena saya bisa melihat sisi lain hotel ini yang ternyata begitu asri.


“Ini hotel bintang berapa?” tanya saya .

“Bintang tiga. Tapi akan diupgrade jadi bintang empat,” jawab staf room service.

Oh, pantas saja telihat luas dan asri. Rasanya memang sudah tidak pas kalau hanya bintang tiga.

Tatkala pintu kamar terbuka, saya langsung jatuh cinta dengan desain interiornya. Sederhana, tapi berseni. Semua terkesan rapi. Bahkan kamar mandinya juga tampak rapi. Yang bikin saya senang adalah kamarnya memiliki balkon. Saya bisa duduk santai di teras balkon sambil melihat eksterior terbuka hotel yang asri.

Satu lagi kejutan, sandal hotelnya berbeda dengan kebanyakan hotel. Di sini sandal jepit berwarna kuning biru yang unik. Saya sejak melihatnya langsung kepikiran untuk membawanya pulang. Kalau sendal hotel biasa, saya sudah bosan.

Di sela-sela waktu santai di hotel, saya melihat fasilitas hotel yang memadai. Kolam renangnya ditata tidak kotak begitu saja seperti kebanyakan.  Ada pilihan kolam dangkal dan dalam untuk dewasa. Sayangnya, saya tidak sempat berenang di sana. Padahal kepengen sekali. Apalagi ada jembatan melintang di atasnya.

Di hotel ini juga tersedia kios cenderamata yang menurut saya cukup bersaing harganya dengan produk di luar hotel. Biasanya kan harga sovenir di hotel mahal. Di sini kaos seharga Rp20.000 saja tersedia. Cuman ya, tentu kualitasnya juga seharga itu. Selain kain batik dan tenun Lombok, juga dijual batu akik yang sedang trend. Saya yang dompetnya sudah menipis hanya sempat membeli gantungan kunci. Hihihihi.

Lokasi hotel Lombok raya terbilang strategis. Untuk mencapai mall, cukup berjalan beberapa puluh meter. Begitu pula mencari tempat makan, baik khas lokal maupun modern tidak terlampau jauh.


Saya mungkin akan kembali menginap di hotel ini jika suatu hari pergi ke Lombok. Apalagi hotel ini tampak ramah keluarga. Saya betah di sini karena bisa tidur nyenyak selama dua malam. Oh iya, menu sarapannya juga seru di sini. Apalagi saat saya menginap disajikan kolak pisang dan ubi. Membuat saya semakin rindu datangnya Bulan Ramadan, yang sesaat lagi ini.


Foto-foto: Benny Rhamdani

^_^