Thursday, July 30, 2015

Demam Hammock Mewabah di Indonesia

Santai sambail berayun di atas hammock sedang ngetrend di Indonesia.
(Foto : Dhio Arif) 


Pernah melihat tempat tidur gantung di antara dua pohon? Ya itulah hammock.  Jelasnya, hammock yaitu suatu tempat tidur gantung yang terbuat dari selembar kain ataupun terbuat dari rajutan tali yang dipasang / dibentangkan diantara dua batang pohon atau tiang.

Saat ini Hammocking semakin populer sebagai pengganti tenda, dan di beberapa negara, seperti USA dan Canada. Fanatisme berhammocking ria sedemikian besar terutama setelah filosofi "Leave No Trace" diperkenalkan sebagai etika dalam berkegiatan outdoor.

“Popularitas hammock juga terjadi di Indonesia. Hal ini dikarenakan para pecinta alam  maupun para 
pendaki sedang  berkeinginan menggunakan perlengkapan out door yang serba ringan,” jelas Hendy Eko Aryanto, aktivis komunitas Hammock Indonesia.

Walaupun  hammocking kebanyakan  menggunakan dua batang pohon atau tiang, banyak pula yang memanfaatkan media lainnya seperti tebing dan  batu besar.

Hammock dibuat dari bermacam-macam bahan, seperti  kain parasut kusut, kain micro, terpal, tali rajut nilon dan lainnya. Setiap bahan mengandung plus minus. Jika ingin membeli disarankan memilih bahan yang berkualitas, lembut dan kuat, sehingga tidak mudah sobek. Ketahanan hammock juga tergantung cara perawatan.

 Hebatnya lagi, hammock bisa digunakan dengan mudah mulai dari anak-anak sampai orangtua.

Menara Hammock. Tebak ada berapa susun?
 (Foto: Hammockers Indonesia)





Pantangan Saat Hammocking

1.  JANGAN MEMASANG HAMMOCK DEKAT API

Para hammocker saat camping dan bermalam pasti tidak lepas dari masak dan api unggun. Banyak hammocker yang kadang meremehkan bahayanya api yang di nyalakan dekat dengan Hammock, bahkan ada juga yang memasak di bawah Hammock. Hal ini sangat berbahaya, apalagi pada saat angin bertiup, karena jilatan api dapat dengan mudah menyambar dan membakar hammock.

2. JANGAN MENGANTONGI BENDA TAJAM

Misalnya : Pisau masak, pisau lipat, sangkur, peniti, paku dsb.
Benda tajam tersebut bisa dengan mudah merobek kain hammock, bahkan reslueting celana pun bisa merobek kain Hammock.

3. JANGAN MEMASANG HAMMOCK TERLALU RENDAH DENGAN PERMUKAAN TANAH

Hammock yang terpasang terlalu rendah dengan tanah, apabila Hammock tersebut kita naiki bisa dipastikan hammock tersebut akan menyentuh tanah, hal ini rentan dengan rusaknya hammock. Tidak menutup kemungkinan tanah di bawah hammock terdapat batu kerikil yang permukaannya tajam, ranting dan sebagainya.

Batas minimal Hammock pada waktu dinaiki  kurang lebih 0,5 meter.

Hammocking di antara tebing. Berani? (Foto: Sul Gembeel)


4. JANGAN MEROKOK

Banyak  hammocker yang mengabaikan masalah ini, bahkan dengan santainya merokok pada saat menaiki hammocknya. Padahal percikan api rokok bisa melubangi hammock.

5. Pada saat duduk / tidur di Hammock jangan melebihi batas maximal beban yang telah di rekomendasikan oleh produsen (BEBAN JANGAN OVER LOUD).

Hammockers Indonesia

Santai di atas air duduk di hammock. (Foto: Ruby)


Jika tertarik berhammocker tidak ada salah bergabung dengan komunitas  Hammockers Indonesia. Komunitas Komunitas ini bertujuan untuk menampung dan mewadahi para pecinta Hammock seluruh Indonesia

Kegiatan Hammockers Indonesia, disamping kegiatan out door, yaitu menyambung tali silahturahmi, menyatukan dan mewadahi antar sesama penggiat/pecinta kegiatan outdoor, saling bertukar pikiran dan pengalaman masalah dunia per Hammockan serta bertukar pikiran dan  pengalaman masalah kegiatan pendakian gunung, climbing, mounthenering.


“Disamping kegiatan out door di atas, Hammockers Indonesia juga berpartisipasi pada kegiatan Sosial. Misalnya  anjangsana ke panti asuhan,” kata Hendy yang juga produsen hammock berlabel ‘Jingga Hammock’ ini.

Nyantai di hammock dewa. (Foto: HIngga Hammock)