Monday, July 27, 2015

Empat Polisi Tampan yang Fotonya Sering Dibajak



Kehadiran media sosial membuat orang nyaris sulit menghindarinya. Hasrat untuk terkoneksi dengan masyarakat luas, mendapatkan teman baru, hingga sekadar eksis menjadi alasan utama. Tak terkecuali para polisi, terutama yang masih berjiwa muda.

Tak jarang postingan foto-foto para polisi muda ini jadi incaran orang-orang tak bertanggungjawab untuk membajak alias memakainya tanpa izin. Kebanyakan adalah para scammer. Apa itu scammer? Scammer adalah seseorang atau kelompok yang menipu dengan cara yang sangat licik dan kotor. Mereka menipu lewat dunia maya. Pelakunya  orang orang lokal dan International dan motivasinya jelas uang.

Berikut empat polisi ganteng yang fotonya kerap dipakai para pembajak di social media.


Anggi Trio Putra

Punya tampang ganteng ternyata bisa mendatangkan masalah buat polisi berpangkat bripda ini. “Banyak sekali di media sosial yang nyomot foto saya dan pakai nama saya pula. Kebanyakan teman-teman yang melapokan, dan ketika saya cek bikin saya geleng-geleng kepala,” kata pemilik instagram @anggi_3rd ini.

Angi khawatir jikapara pembajak foto dan namanya itu kemudian memanfaatkannya untuk tindak kriminalitas. “Takutnya dipakai untuk penipuan, perencanaan perampokan, dan menyakiti orang. Padahal saya tidak tahu ap-apa,” jelas polisi berpangkat Bripda ini.

Sampai sejauh ini, Anggi belum pernah mendapat laporan korban yang dirugikan langsung kepadanya. “Mungkin saja ada, tapi malu melapor,” kata polisi Polda Sumatera Barat ini.

Anggi menyarankan agar masyarakat lebih bijak menggunakan media sosial. “Apabila ada yang mengganggu, langsung klarifikasi dulu kepada media soial lainnya. Bisa searching dulu di Google. Jangan meladeni orang yang tidak dieknal baik biar tidak ditipu,” tambahnya.

Riza Wyzatria Wibiksana

Polisi berpangkat Bripda ini mengaku pernah melihat sendiri akun palsu dirinya di Facebook.  “Bahkan ada yang memasang foto saya dan nama saya di BBM dan Line. Dari sanalah saya mendapat banyak laporan dan mengaku dirinya sudah ditipu saya,” kata  anggota Sabhara Polda Jawa Barat ini.

Riza sudah menyelidiki pemilik akun abal-abal itu dengan cara menghubungi si pemilik akun. “Mereka menipu dengan cara berpura-pura mau ketemuan. Mereka sering meminta sejumlah uang dan pulsa. Sudah ada korban yang melapor kepada saya, dan kebanyakan wanita,” jelas pemilik akun instagram @wysatriariza ini.

Dari pengalaman ini, Riza hanya bisa berpesan kepada para pengguna media sosial, terutama wanita agar peka terhadap pelaku tindak kejahatan. “Jangan terlalu mudah percaya dengan foto-foto polisi ganteng di media sosial. Kita harus pintar dalan bertindak. Jika akun tersebut asli polisi, mereka tidak akan meminta apapun kepada yang baru atau belum kenal,” nasehat Riza.

Mohammad Fadjri Rabudin

Bripda Polda Gorontalo ini mengaku baru tahu fotonya sering dibajak berdasarkan laporan teman-temannya. “Perasaan langsung nggak enak. Takut disalahgunakan untuk penipuan,” kata pria yang sering bin dubsmash di akun instagramnya @MOHAMMADFADJRI38 ini.



Pernah pula seorang followernya menulis komentar: “hati-hati, Bang. Foto Abang sering digunakan buat penipuan 10 juta.”

Untuk mengantisipasinya, Fadjri selalu mencantumkan tanda ‘Real Account’  pada setiap profil media sosial miliknya. Kalaupun cara ini masih belum ampuh, Fadjri mengaku tak akan segan membuat pengaduan hukum. “Alhamdulillah, sejauh ini belum ada yang laporan ke saya langsung tentang itu,” ujarnya.

Fadjri menyarankan agar para pengguna  media sosial lebih berhati-hati memilih pertemanan. “Kita  tak akan benar-benar mampu menghentikan kejahatan di dunia nyata dan maya, baik oleh penipu lokal maupun internasional. Maka kitalah yang harus emlindungi diri, berdoa dan gunakan logika saat jatuh cinta. Mari saling mengingatkan agar hat-hati pada kejahatan scammers di mana saja,” tandas Fadjri


Rio Sandi

Polisi yang berdinas di Polda Jambi Resort Batanghari ini sebelumnya tak menyadari jika foto dirinya yang diposting di Instagram ternyata dibajak orang tak bertanggungjawab. "Mulanya saya tahu dari teman-teman yang tanya kok akun instagram saya banyak. Di situ saya baru sadar ternyata banyak yang ngaku-ngaku jadi saya di Instagram," jelas Rio.


Polisi berpangkat Bripda ini  khawatir akun-akun tersebut bermaksud berbuat buruk. "Nanti bisa jadi modus penipuan atau hal lain yang merugikan saya," cemasnya.

Rio menyarankan kepada pembajak fotonya agar tidak meneruskan hal-hal seperti itu. "Sebagai anggota kepolisian saya merasa risih.Sebenarnya bisa saya lacak. Tapi sejauh belum timbul hal-hal merugikan, saya pantau saja dulu. Tentu saya tidak akan tinggal diam kalau ada yang mencurigakan," tambah pemilik akun Instagram @RIOSSANDI36 ini.

kepada para kaum perempuan yang biasanya menjadi sasaran penipu, Rio mengingatkan agar jangan langsung percaya bila melihat foto dirinya berarti itu akun asli miliknya. "Jangan terlalu mudah percaya. Apalagi akun yang sampai berbalas komentar," katanya di tengah-tengah kesibukannya bertugas.

^_^