Wednesday, July 22, 2015

Polwan Cantik Ini Punya Segudang Prestasi



Di video yang diupload di akun instagramnya, Rima Yulia tampak gemulai menari bersama rekan-rekannya. Siapa sangka jika mojang priangan satu ini adalah seorang polisi wanita di Polsek Cigasong, Majalengka unit Intelkam.

“Sebetulanya hobi saya menyanyi. Tapi saya kadang ikut latihan menari di Sanggar Sunda Rancage. Kebetulan saat itu saya diminta tampil menari bareng polwan lainnya dalam rangka pisah sambut Kapolres kami yang baru,” ujar pemilik akun instagram @rimayull ini.

Rima mengaku tak banyak menguasai tarian. “Tarian daerah yang pasti saya kuasai ya Jaipong. Selebihnya tari kreasi atau modern dance. Soalnya, dulu sewaktu SMA sempat ikut modern dance juga,” tutur gadis yang saat SMP pernah menyabut juara 1 FLS2N tingkat SMP se-Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.


Toh Rima mengaku tak sulit jika memang harus menguasai banyak tarian.  “Untuk satu tarian, saya bisa menguasainya dalam lima hari,” kata Puteri Pariwisata  Majalengka tingkat SMP ini pada tahun 2010.

Kini, setelah menjadi polwan, Rima harus menyeimbangkan gerak tubuhnya. “Jadi polisi kami dididik keras dan tegas di lapangan, tapi kami juga bisa lembut. Selain dengan olahraga, ya dengan senam yang ada gerak tariannya seperti aerobik bisa membuat kita tidak kaku,” kata juara 1 LKKBI (Paskira) tingkat SMP se Indonesia pada tahun 2010 ini.

Selain menari, menyanyi, paskibra, Rima juga pernah menyabet prestasi di bidang modeling dan pariwisata. Buktinya, dia pernah pula menjadi juara 2 Mojang Jajaka (seperti Abang None di Jakarta) tingkat kabupaten. Belum cukup sampai di sana, Rima pun mewakili Kabupaten Majalengka ke tingkat provinsi menjadi Duta Generasi remaja (Genre) pada 2013.

Untuk apa banyak prestasi? “Prestasi itu pada akhirnya akan menujang karir kita. Pada saat mendaftar jadi polisi, saya lampirkan semua sertifikat kejuaraan yang saya punya. Oleh panitia pendaftaran itu bisa jadi nilai plus jika memiliki ekmampuan di bidang seni, organisasi, dan juga akademik,” jelas dara kelahiran 13 Maret 1996 ini.

Oleh karena itu, Rima paling geregetan kalau melihat anak-anak muda yang hanya mengisi waktu dengan main-main nggak jelas, apalagi yang sampai melakukan tindak kriminalitas. “Saya merasa sedih kalao ada anak muda yang sebaya saya sampai melanggar hukum. Jika putus sekolah, masih bisa kok cari pekerjaan halal. Karena anak muda itu punya fisik yang kuat,” ujar Puteri Yamaha 2012 ini.

Ngomong-ngomong soal jadi Polwan, apa saja sih tantangannya?


“Saat melakukan operasi tilang, masih saja ada masyarakat yang minta tidak ditilang sambil memberi uang. Ada juga yang beranggapan masuk polisi biayanya mahal sampai ratusan juta. Tantangan bagi kami sebagai polisi selain sebagai penegak hukum dan pengayom masyarkat, harus bisa mengembalikan citra baik polisi di masyarakat,” katanya. 

Hingga akhirnya, Rima pun selalu turun tangan dengan kesatuannya melalui program ngariung bareng masyarakat. dari sinilah Rima bisa mengajak masyarakat mengerti tugas polisi dan melibatkan masyarakat juga menjaga ekamana.