Tuesday, August 11, 2015

Jangan Coba-coba Ganggu, Polwan Cantik Ini Jago Kempo




Saat itu Tri Nanda Sari Rahmawati Aulia baru pulang sekolah. Tiba-tiba sekumpulan anak-anak lelaki dari sekolah lain menggodanya. Nana, demikian dia biasa dipanggil, mencoba tak mengubris mereka. Alih-alih berhenti menggoda, kumpulan cowok malah menantang Nana. Tak ayal tendangan maut pun mendarat ke rahang salah satu pria. Perkelahian pun terjadi seru.

Cerita masa lalu itu tak bisa dilupakan sosok cantik yang kemudian menjadi polisi wanita sejak 2 Desember 2012 di Biro Sumber Daya Manusia Polda Nusa tenggara Timur. Maklum, Nana memang dulu dikenal tomboy. Bahkan dia lebih suka memilih berlatih kempo ketimbang menari.

“Sejak SMP sampai sekarang aku suka kempo karen merupakan olahraga beladiri yang keras. Kempo nggak hanya fokus di tangan atau kaki saja, tapi keduanya. Menurutku, kempo itu keren banget,” tutur penggemar sate ini semangat.

Tak cuma sekadar berlatih, Nana malah mencicipi ajang pertandingan kempo hingga tingkat provinsi. “Saya selalu dapat medali emas untuk gerakan peragaan atau embu. Entah jurinya suka gerakan saya atau tampang saya. Heheheh,” katanya bercanda. Sementara untuk fight kelas 45kg, Nana harus puas dengan prestasi maksimalnya meraih perak.

Sayangnya, Nana tak bisa melanjutkan prestasinya hingga tingkat nasional. Lantaran, kesibukannya sebagai polwan benar-benar menyita waktunya. “Saya bekerja di bagian penerimaan masyarakat yang ingin menjadi polisi yang kerjanya lumayan sibuk. Tapi kalau ada waktu senggang, saya masih berlatih mengingat-ingat gerakan,” ungkap pemilik instagram @nana_xandria ini.

 Nana memang penuh perhatian dengan pekerjaannya. Maklum, dia sendiri sempat merasakan betapa tdaik enaknya merasakan kegagalan dan betapa manisnya keberhasilan. Kegagalan diperoleh penggemar actor Tyler Posey  ini saat mencoba masuk IPDN. “Aku akhirnya malah ngedrop, malas masuk test ini-itu,” cerita motor racing ini.

Orang yang kemudian paling menyemangitnya tak lain adalah sang bunda. “Setiap pagi Mami selalu ngebangun menyuruh aku olahraga. Sampai pernah bawain aku jerigen biar aku belajar renang karena nggak bisa berenang.  Akhirnya aku mikir, mamiku kok semangat gini. Jadinya, aku move on buat daftar polwan,” cerita Nana.

Jatah polwan di provinsi asal Nana pun sempat membuatnya ketar-ketir. “Hanya menerima enam orang. Sementara yang daftar sampai 500 lebih. Tapi ternyata aku bisa dapat ranking empat,” katanya bangga. Yang lebih membuatnya senang, setelah mengikuti sekolah polwan, nana punya banyak teman dari seluruh Indonesia.


“Bekal saya masuk polwan hanya percaya diri saja. Dulu ada anggapan kalau mau jadi polisi harus bayar sekian-sekian. Nggak ada itu.Dan bagi wanita yang ingin jadi polwan, tipsnya adalah niat yang kuat dan rajin olahraga,” kata Nana yang merasakan betul kepercayaan dirinya juga muncul karena berlatih kempo.

^_^