Monday, August 24, 2015

Makan Sore Keluarga di Richeese Factory






Beberapa hari belakangan ini saya teramat sibuk dengan pekerjaan dan kegiatan lainnya. Sampai-sampai anak saya berusia 10 tahun protes,” Pengen makan di luar.”

Sudah lama kami memang tidak makan di luar rumah. Alasannya, kami harus mengirit alokasi pengeluaran untuk jajan. Terutama semenjak isteri saya memutuskan untuk membeli mobil secara kredit. Maklum deh, sekali makan di luar rumah walaupun hanya bertiga, setidaknya bisa bocor sampai minimal Rp200.000. Tapi umumnya sampai menyentuh angka Rp300.000.


Akhirnya saya memenuhi keinginan anak saya . Tapi saya ingin yang tidak terlalu jauh dari rumah dan budget nggak terlalu mahal. Akhirnya saya buka aplikasi Opensnap di smartphone android saya.  Saya pun segera menemukan fitur ‘Terdekat’. Sebelumnya saya setting dulu kota tinggal saya, yakni Bandung, dan juga gprs. Tidak pakai lama, keluarlah rekomendasi tempat makan.
  

Ketika saya ubek-ubek dan menawakan ke anak saya satu persatu, ternyata dia menolak semua yang disebutkan. Anak saya malah pengen makan di Richeese Factory. Saya pun segera membuka membuka fitur cari yang bergambar lup. Saya ketik Richeese, langsung nongol rujukan ke Richeese terdekat, yakni di Jalan Soekarno Hatta Bandung.


Kami pun segera menyambangi lokasi yang hanya sepuluh menit dari tempat saya. Saya suka tempatnya karena parkirnya luas. Dan kebetulan nggak terlalu ramai sore itu. Isteri dan anak saya memesan fire wings paket dengan tea manggonya. Saya juga pesan yang sama, hanya kentangnya saya lebih suka barbeque chessy wedges ketimbang french fries.

Menurut saya, sayap ayam versi Recheese ini memiliki kekhasan dibandingkan tempat makan lainnya. Terutama karena krim keju yang menimbulkan sensasi berbeda, selain bumbu pedasnya yang berjenjang.

Kalau anak saya sih suka makan di sini, cuman herannya dia tak pernah menghabiskan ayamnya. Favoritnya ya french fries. Untungnya saya bisa membantu menghabiskan sisa sayap ayam yang dipesannya. Hehehe.

Tak lupa kami mencicipi cookies and crème yang harganya hanya Rp10.000 untuk cuci mulut. Rasanya lumayan. Sesuai harganya.

Saya foto-foto juga makanan yang ada di meja. Klik. Sekarang karena sudah ada Opensnap, saya nggak perlu share di sosmed saya lainnya. Cukup di Opensnap, nanti tinggal dishare lewat Opensnap. Saya juga bisa kasih rekomendasi bintang dan review karena saya suka. Siapa tahu ada foodist lain yang perlu rekomendasi.

Senja makin larut. Kami memutuskan pulang ke rumah. Oh iya, harga yang kami harus keluarkan untuk bertiga sesuai budget yang saya harapkan. Nggak terlalu mahal. Lagipun, sebenarnya bukan soal makannya yang kami tuju, tapi kebersamaan makan di luar rumah di sore hari. Sekali-kali makan di luar rumah itu perlu untuk menghilangkan kebosanan makan di rumah. Yang penting sesuai budget.