Sunday, August 2, 2015

Singkatan Nama Kuliner Sunda yang Unik




 Pernah mendengar nama makanan cilok, cireng atau batagor? Semua nama itu sebenarnya merupakan singkatan. Ya, urang Sunda memang dikenal kreatif dalam menciptakan makanan dan memberikan nama yang unik.

Berikut ini adalah nama kuliner sunda yang berupa singkatan dan artinya:

BCA: Baso ceker ayam sangat terkenal di kota Bandung. Istilah ini sering dipakai sebagai pelengkap tambahan mie baso.

Batagor: baso tahu goreng.  Di Bandung dulu pelopornya ada di Jalan Haji Iksan. Makanan ini adalah turunan dari baso tahu yang sudah terkenal sebelumnya di Jawa Barat. Bahan dasarnya adalah tahu dan tepung ikan.

Basreng: jajanan yang sebenarnya adalah adonan baso mentah yang kemudian diogreng. Rasanya gurih dan kerap disantap dengan bubuk cabe.

Cilok: Aci dicolok. Makanan ini terbuat dari tepung aci dikukus kemudian makannya dicolok pakai tusukan bamboo atau lidi. Biasanya dicelupkanke bumbu kacang bia lebih sedap.

Cireng: Aci digoreng. Makanan ini terbuat dari tepung aci yang digoreng. Sat ini varian campurannya sangat kaya, mulai dari kornet sampai bumbu rujak.  Tapi cireng yang polos juga tetap disukai.

Cimol: Aci dikemol. Dikemol bisa berarti dikulum karena bentuknya yang berupa bundaran kecil sebesar kelereng. Makanan ini terbuat dari tepung aci dan digoreng disertai bumbu cabe kering atau bumbu kacang.

Comro: Oncom di jero atau oncom di bagian dalam. Sama seperti misro bahannya hanya isinya sambal oncom yang gurih.

Comet: Comro lemet atau comro mini yang merupakan varian dari comro.

Colenak: Dicocol enak. Penganan ini bahan dasarnya adalah tape ketan yang dibakar, kemudian dimakan dengan cara dicocol ke saus kinca atau gula merah.

Gehu: Toge tahu. Biasanya di luar urang Sunda menyebutnya tahu isi. Tapi isinya memang toge. Kemudian luarnya dilapisi tepung terigu dan digoreng.

Misro: Amis di jero atau manis di bagian dalam. Terbuat dari parutan singkong yang diberi isi gula merah dan kemudian dibentuk dan diogoreng. Ada yang pipih mapun bulat.


Gurilem: Gurih Pelem. Sebenarnya saya juga bingung karena pelem dalama bahasa Sunda artinya gurih. Mungkin karena saking gurihnya. Beberapa menyebutkan kurupuk lada karena raanya yang pedas.

Nama-nama di atas masih sebagian. Mungkin pembaca blog bisa menambahkannya.