Wednesday, September 30, 2015

Kisah Polisi Ganteng Indonesia di Daerah Konflik Sudan




Menjadi bagian dari Misi PBB – Uni Afrika (UNAMID) di Dafur, Sudan, sudah pasti jadi kebanggaan tersediri bagi Brigadir Polisi Purbo Kuncoro. Anggota Polda Banten ini mengemban tugas yang bukan main-main sejak 11 Desember 2014.

“Kami di sini melaksanakan mandat PBB, seperti menjaga tempat pengungsian, patroli di Zone C menjaga asset milik   UNAMID, mengawal pejabat UNAMID, sampai penjagaan main gate dan MHQ Gate,” tutur Purbo yang posisinya sebagai driver tactical hingga 14 Desember 2015.

 Kehidupan sehari-hari pun berbeda dengan polisi lain di tanah air. Purbo harus tinggal bersama teman-temannya di Garuda Camp Indonesia. “Kegiatan sehari-hari ya melaksanakan apel pagi, pembersihan senjata, pembersihan kendaraan tactical guna memperlancar dan mendukung tugas pengawalan dan patroli,” ujar pemilik instagram @purbokuncoro ini.

Nggak membosankan?  Ternyata tidak. Karena Purbo dan teman-temannya juga memiliki agenda latihan kesenian Indonesia seperti rampak gendang, tari saman, tari kecak hingga joget poco-poco. “Kami juga melakukan kegiatan sosial seperti pemberian bantuan bahan makanan, kegiatan peresmian sekolah, kegiatan pemberian hewan kurban, samapai pembagian sarung dan baju,” tambah polisi ganteng ini.



Aktivitas sosial dengan masyarakat ini dirasakan Purbo membuat pasukannya lebih solid dengan polisi dan tentara Sudan sendiri. “Saat mendatangi tempat pengungsi, kami juga dikawal polisi setempat dan kepala suku,” katanya sambil menunjukkan beberapa foto keagiatan UNAMID.

 Mengapa pasukan UNAMID masih membutuhkan pengawalan? Rupanya, para pasukan UNAMID ustru kerap menjadi sasaran empuk  begundal di Sudan. “Pernah ada staf UNAMID yang sedang berjalan kaki dan belanja ditodong senjata sampai diambil handphone dan barang berharganya,” jelas Purbo.

Bahkan, Purbo juga terlibat dengan pengejaran terhadap perampokan mobil UNAMID oleh para pemberontak di Sudan. “Kejadiannya di siang hari. Mereka merampok staf yang membawa kendaraan sendirian. Setelah ditodong, stafnya disuruh turun, terus mobil dibawa kabur. Perampok itu juga membawa mobil,” cerita Purbo.

Maka kejar mengejar pun terjadi hingga jarak 500 km.  “Tapi kami biasanya hanya mengejar agar mencegah dan menggagalkan perampokan saja. Urusan penangkapan itu wewenang polisi setempat,” katanya

Purbo tak menampik pula dia merasa kangen dengan Indonesia, terutama dengan keluarganya. “Ya, selama ini saya hanya komunikasi lewat BBM atau videocall,” tandasnya.