Thursday, September 10, 2015

Di Urband Cafe Bandung, Lima Kuliner Ini Bikin Ketagihan



Waktu makan siang tiba, saya membelokkan mobil yang saya kemudikan ke jalan Diponegoro 25, Bandung. Di sana berdiri bangunan  dua lantai dengan papan nama bertuliskan Urband Bandung. Isteri dan anak saya merasa senang karena kami sering melewati café itu tapi belum pernah singgah.

Kami langsung naik ke lantai dua, karena lantai bawah sudah direserved sehingga dipenuhi puluhan penunjung. Anak dan isetri saya mengambil tempat di pojok kanan, sementara saya menyapa teman-teman Blogger Bandung yang siang ini diundang oleh Mas Tono. Admin social media  dari Urband café.

Bagi mereka pecinta sinetron Preman Pensiun tentu tidak akan merasa aneh dengan venue café ini lantaran sudah beberapa kali dijadikan latar lokasi syuting.

Setelah obrolan ke sana-sini dengan Mas Tono yang ramah dan bercerita banyak tentang Urband café, akhirnya muncul juga salah satu menu baru mancanegara yang menjadi andalan Urband Café mulai September ini. Setiap tiga bulan sekali, café yang berdiri 20 Maret 2015 ini memang senantiasa mengevalausi menunya.

“Yang peminatnya kurang kami ganti dengan menu yang baru,” jelas Mas Tono yang penampilannya sekilas mirip Presiden Jokowi.

Menu baru pertama yang saya cicipi bernama Korean Beef Barbeque. Sapi panggang ini disajikan bersama nasi putih dan tentu saja potongan kimchi.  Yang bikin lezat adalah Beef Korean Sauce yang sangat khas memeuhi citarasa di lidah.

Korean Beef barbeque (foto:Benny Rhamdani)


Menurut saya sih, untuk makanan seharga Rp54.000,- nggak mahal-mahal amat sih. Walaupun mungkin bagi kalangan tertentu terbilang nggak murah juga. Bisa dimaklumi, karena Urband café memang dikonsep untuk menyasar segemen masyrakat menengah ke atas.

“Saya memang mengonsep café ini untuk kalangan menengah ke atas,” ujar Akhmad Yani, owner Urband Café yang saya temyi di sela-sela mencicipin makan siang.

Makanan berikutnya yang saya cicipi merupakan ala-ala western, yakni Grilled Chic Cheese Gratin. Saya suka kelembutan daging Grilled Chicken yang disajikan bersama French Fries ini. Apalagi di sudut piring kita bisa menemukan  salad yang bikin mata langsung lapar, yakni Tropical Fruit Salad with Orange Dressing.
Grilled Chic Cheese Gratin. Endeus. (Foto: Benny Rhamdani)

Bagi penggemar keju, jangan khawtir ayamnya juga bisa dilapisi dulu oleh Mozarella Cheese dan  Creamy Mushroom Sauce yang disediakan. Rasanya, bikin lidah dari ujung ke ujung ingin menari-nari. Yummmieeee. Dan saya nggak nyangka ketika tahu harganya hanya Rp34.000. Bisa sering mampir ke sini kalo udah tahu gini.

Selanjutnya saya mencoba mencicipi makanan sejuta umat asal Korea, yakni  Beef Ramen. Sebenarnya sih nggak istimewa-istimewa amat. Tapi sebagai penggemar ramen saya tetap penasaran.
   
Toppingnya lucu banget ramen ini. (Foto:Benny Rhamdani)


Bahan utamanya adalah  Ramen Nodles diberi tambahan Grilled Beef Korean dan kerupuk Nori. Yang bikin ramen ini bebeda adalah kuahnya nggak Korea banget karena memakai  Kuah Pedas ala Zhe Chuan yang lebih ke makanan Tiongkok. Tapi tetap enak kok. Harga ramen semangkuk yang saya cicipi ini hanya Rp24.000

Nah, berikutnya saya menyantap menu andalah Urband Café yakni, Surabi Pizza.  Kuliner ini merupakan varian surabi Bandung. Cuman toppingnya mirip pizza, yakni ditaburi Smoke Beef & Paprika. Sebenarnya awal-awal saya ragu dengan kelezatannya karena hampir seperti makanan eksperimen. Tapi ketika surabi dilumuri Bolognese Sauce dan Cream Cheese, lalu amsuk ke mulut, rasanya saya ingin minta satu porsi lagi untuk dibawa pulang.

Surabi dengan topping dan saus khas Italia. (Foto:Benny Rhamdani)


Harga surabi unik ini juga menurut saya nggak terilang mahal karena hampir sama dengan surabi-surabi kreatif lainnya, yakni Rp22.000

Tapi buat saya pribadi, paling juara adalah makanan asal Thailang, yakni Tom Yam Sea Food. Jujur saja, sejak makan tom yam langsung di Bangkok dua tahun lalu, saya punya standar untuk rasa tom yam. Rada susah nyari yang benar-benar pas di lidah.

Bagi penggemar tom yam, kudu merasakan ini.
(foto:Benny rhamdani)

Nah, di Urbang Café ini saya menemukan tom yam yang meskipun rasanya nggak sama dengan asli Bangkok, tapi bikin saya merem melek saat menyeruput kuahnya. Apalagi saat menggigit  cumi dan  udang yang ukurannya nggak pelit sepetri di kebanyakan café di Bandung. Campuran lainnya seperti Champignon, Cabe Rawit, dan Tofu Udang membuat cita rasa tom yam ini semakin kaya.

Yang bikin saya kaget, tom yam seenak ini bisa dibeli hanya dengan harga Rp40.000. Wow, bisa banget untuk menjamu relasi ke sini makan tom yam lezat bareng-bareng.

Venue nan Cerah




Meskipun café ini menyasar kalangan menengah ke atas, menurut saya venue yang terlihat sangat ramah. Tidak berkesan arogan sepetri kebanyak café untuk menengah ke atas, yang membuat tamu ragu untuk memasukinya.

Terdapat dua lantai yang bisa dipilih. Saran saya, kalau datang malam hari, cobalah ambil tempat di balkon.

Warna café pun cenderung cerah tak seperti umumnya yang redup. “ Saya sengaja meminta café ini agar berwarna cerah biar berbeda dengan yang lain,” kata Akhmad Yani yang biasa disapa Kang Yani.

Café ini ternyata juga menjadi favorit para pejabat di lingkungan kantir Gubernur jawa Barat. Terutama Wagub Jabar, Deddy Mizwar. “Beliau kalau ke sini biasanya justru memesan comro. BUkan makanan berat,” jelas Kang  Yani.


Oh iya, saya mencicipi juga comro di Urband café ini. Rasanya? Bikin nagih!


Comro yang disukai pejabar kalao singgah ke Urban Cafe.


Foto-foto: Benny Rhamdani.