Sunday, September 20, 2015

Mereka Adalah ‘Pahlawan Asap’ di Kalimantan



Kebakaran hutan dan lahan yang melanda di enam provinsi di Indonesia, menjadi sorotan  pemberitaan karena dampak yang ditimbulkan. Bahkan asap yang ditimbulkan sampai  juga ke negara tetangga, Malaysia.  Ada yang hanya teriak-teriak saja menyalahkan pemerintah, tak sedikit pula yang beraksi membantu menanggulangi kebakaran hutan dan lahan.

Di Kalimantan, sejumlah polisi turun langsung memadamkan kebakaran hutan dan lahan, juga mengantisipasi dampak buruk asap kepada masyarakat. Saya berhasil mewawancarai tiga polisi yang aktif di lapangan tersebut. Saya menyebut mereka sebagai  ‘Pahlawan Asap’ Indonesia.

Briptu Andika Putra


Polisi dari Satuan Lalu LIntas Polres Ketapang Kalimantan Barat ini semestinya bertugas di jalan raya. Namun sebuah program yang dinamakan Satgas Karhutla melibatkannya mengantisipasi kebakaran hutan di Ketapang. “Satgas ini di bentuk guna mengantisipasi membesarnya kebakaran lahan yang terjadi di daerah Ketapang,” jelas Andika Putra yang biasa disapa Dika.

Pria yang menjadi polisi sejak tahu 2007 ini menyebutkan  operasi  yang membuatnya harus ikut memadamkan api sudah  dilakukan sejak  awal bulan September. “Saya tak sendirian. Operasi ini melibatkan sekitar 200an anggota Polres Ketapang termasuk juga Kapolres.  Batas waktunya tidak bisa ditentukan. Kapan pun terjadi kebakaran lahan kami langsung turun membantu warga memadamkan api,” kata pria kelahiran 24 Juli 1989 ini.




“Bencana kebakaran di  Kalimantan hampir setiap tahun terjadi di saat musim kemarau seperti ini. Sampai-sampai  penerbangan di daerah Ketapang  dua hari ditiadakan. Korbanya ya kita semua warga Indonesia,” jelas pemilik akun instagram @dika_ntd ini menjelaskan.

Tak hanya mengatasi kebakaran, Dika pun turut ke sekolah-sekolah membagikan masker gratis untuk murid-murid di Ketapang. “Mereka kelihatan senang bisa mendapatkan masker gratis. Kasihan kalau mereka sekolah tak pakai masker,” ucap Dika prihatin.

Bripda Rizky W. Kusumayudha


Polisi bernama Rizky Wahyu Kusuma Yudha ini juga aktif ke lapangan memadamkan lahan yang terbakar di daerah Kalimantan Selatan. “Setiap tahun rutin terjadi karena musim krmarau . Ada dua kemungkinan, yaitu faktor alam dan unsur ke sengajaan manusia yang ingin membuka lahan dengan modal yg murah,”  papar pria kelahiran 3 Agustus 1994 ini.

“Banyak kerugian yg terjadi akibat kebakaran. Salah satunya penyakit ispa yangg mulai terjangkit kepada masyarakat akibat asap yg ditimbulkan dari kebakaran lahan ini,”  tutur lulusan Pendidikan Brimob pada tanggal 28 februari 2013  dan kini dinas di satuan brimob Polda Kalimantan Selatan ini.


Bripda yang memiliki akun instagram @rizkywahyukusuma ini sangat menyayangkan oknum-oknum tertentu yang membakar hutan. “ Indonesia  merupakan paru-paru dunia. Para pembakar lahan tidak berpikir panjang akibat dari tindakan yang mereka lakukan. Mereka hanya berpikir tentang keuntungan dari membuka lahan dengan cara membakar hutan yang tidak membutuhkan energi dan modal yang besar,” ujar Rizky.

"Kami dari pihak kepolisian bersama dengan TNI dan Damkar selalu melaksanakan patroli ke titik rawan api dan dengan sigap memadamkan api sebelm terjadi semakin besar," katanya menyatakan kesigapannya.


Bripda Nonrya Hakim


Kebakaran hutan dan lahan berdampak menjadi kabut asap yang menyelimuti Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Kondisi ini membuat anggota Polres Kapuas Hulu melakukan aksi sosial bagi-bagi masker dan mengingatkan pengendara untuk tetap menyalakan lampu kendaraan guna antisipasi kecelakaan lalulintas. Termasuk Bripda Nonrya Hakim yang di jejaring sosial terkenal karena aksi dubsmash lucunya.

“Kami  melaksanakan kegiatan bagi masker dengan turun ke lapangan, khususnya jalan raya pada waktu warga pulang kantor dan pulang sekolah,” jelas jelas pemilik akun instagram @nonrya_hakim ini. Dalam sehari, Nonrya bersama rekan-rekannya membagikan  lebih dari 100 kotak masker.




Bagaimana komentarnya tentang kebakaran lahan dan hutan di Kalimantan?

 “Menurut saya kejadian ini seperti teguran kepada kita agar berhati hati dalam pembakaran hutan atau lahan karena akibatnya merugikan banyak orang. Ya,  seperti timbulnya asap kabut akhir-akhir ini yang menelan korban, juga membahayakan kesehatan, juga  menghambat penerbangan pesawat maupun rutinitas masyarakat yang  lain,” katanya.