Thursday, September 3, 2015

Polisi Ganteng Ini Berjiwa Sosial Tinggi




Beberapa waktu lalu di Cianjur, Jawa Barat,  terjadi tanah longsor hingga jatuh korban nyawa. Sejumlah titik menuju lokasi bencana di Kecamatan Cidahu terhalang  sehingga makin sulit bagi tim bantuan untuk masuk. Termasuk salah satunya adalah Bripda Andy Akhmadiputra  dari Polres Cianjur.

“Keterlibatan saya di sana karena saya anggota polisi Cianjur,  dan musibahnya di Cianjur. Jadi sudah menjadi tugas  saya sebagai polisi yang harus melindungi mengayomi dan melayani masyarakat,” kata  anggota polisi yang bergabung  di Polda Jabar sejak 1 januari 2014 ini.

Saat mendatangi wilayah longsor itulah polisi ganteng yang mirip aktor Korea ini melihat sebuah sekolah dasar yang kondisinya memprihatinkan. “Di sana kami melihat kondisi  sebuah sekolah  yang kurang layak untuk belajar, bahkan bisa dinilai mirip kandang sapi,” tutur anggota d Dit Sabhara Dalmas Polres Cianjur ini.

Keprihatin  Andy muncul saat mengetahui mereka pun ingin sekolah layaknya anak-anak di kota. 
“Mereka terhalang oleh tempat tinggal yang  jauh dari perkotaan.Bahkan masih jarang desa yang dialiri listrik jadi mereka belajar malam hari memakai lampu semprong,” papar penyuka kuliner Sunda dan seafood ini.

“Kami kemudian  tergerak untuk membangun sekolah  tersebut. Kami ingin melihat anak anak bersekolah  di tempat yang layak agar mereka bisa  belajar dengan nyaman. Apalagi murid-muridnya  tidak sedikit yang datang dari jauh. Mereka harus melewati beberapa desa sebelum sampai ke sekolah. Kira Kira di dalam dua sampai tiga desa, hanya ada satu sekolah  dengan jarak antar desa itu sangat jauh sekali,” kata penyuka olahraga basket dan renang ini.

Andy dan rekan-rekannya kemudian dengan membuat kotak amal . “Untuk menggalang dana bantuan, awalnya  kami membuat kotak amal di sekitar polres dengan memasang banner tentang  keadaan sekolah di sana. Bantuan lainnya kami mengumpulkan bahan bnagunan untuk sekolah entah pasir, batu,genteng, dan sebagainya. Dan kami juga memberikan perlengkapan sekolah,” kata pemilik akun instagram @KICKANDY ini.

“Lumayan lama karena untuk mengumpulkan dana yang besar,” ucap anggota Paskibraka Cihami tahun 2009 ini. Dia sendiri mengaku harus berbagi pikiran dan tenaga karena harus membantu musibah lainnya di Kabupaten Cianjur  yang sangat luas.

Proses pembangunan pascabencana  dan membangun sekolah tak hanya dilakukan Andy dan rekan-rekan kepolisian. Banyak instansi yang terlibat. Yang membuat Andy terkesan, warga yang tertimpa bencana pun ikut  membangun.

“Bahkan anak anak sekolah juga membantu dari awal pembangunan tersebut. Saat melihat melihat mereka, saya merasa terharu tapi juga terhibur dengan kepolosannya,”papar polisi yang merasa terinspirasi dengan sosok seniornya Aiptu Zaini, polisi Cianjur yang mengajar secara gratis dan mendirikan sekolah di desa terpencil.

Oleh karenanya, Andy merasa senang begitu akhirnya sekolah itu berhasil dibangun.“Masyarakat di sana sangat senang sekali. Bisa terlihat dari  dari raut mukanya. Semangat mereka pun bangkit lagi,” kenang Andy yang kini menjabat sebagai ajudan Kapolres Cianjur.

Aksi sosial Andy tak sebatas membantu korban longsor. Pernah pula dia ikut merehabilitasi rumah warga yang tidak layak huni, membuat perahu agar warga bisa menyebrang antar kecamatan lantaran arus sungai yang deras, sampai yang sangat rutin yakni donor darah.

“Sesuai tugas, saya juga memberikan pendidikan lantas ke sekolah-sekolah bagar mereka mengerti tentang lalu lintas sejak dini,” katanya tersenyum.


Wah, semoga terus bisa memberi tindak nyata untuk masyarakat ya. Biar semakin banyak yang terinspirasi untuk menolong sesama.

^-^