Thursday, October 22, 2015

Dari Keluarga Nelayan Miskin, Polisi Ganteng Ini Miliki Segudang Prestasi




Sebagai seorang polisi, Bripda Firmanto tahu betul tugas utamanya. Tapi sebagai seorang pemuda, dia terus berusaha mengukir prestasi di banyak bidang. Mulai dari tarik suara, modeling, mengaji, sampai bela diri karate.

Jujur saja, saya sendiri merasa takjub melihat prestasi yang digenggam polisi yang berdinas di Polsek Pontianak Selatan, Polda  Kalimantan Barat ini. Mulai dari juara karate tingkat nasional 2012, juara 1 Bujang Dare Kota Pontianak 2013, Duta Lingkungan Hidup,  juara syarhil Quran,  juara pramuka selama enam tahun berturut-turut, dan masih berderet prestasinya lainnya.

"Saya menggemari semua bidang yang positif. Bagi saya, usia muda adalah waktu yang tepat untuk menggali potensi yang ada di diri saya. Tapi yang benra-benar hobi saya adalah olahraga dan menyanyi. Hampir setiap hari saya menyanyi. Dengan menyanyi saya bisa membuat hati tenang dan menghibur orang," ujar juara 2 lomba Nyanyi Dangdut  KTA 2015 ini.

Firman mengaku, sejak awal 2015 ini dia menjadi polisi otomatis kegiatannya mengikuti berbagai kompetisi berkurang. "Tentunya berkurang, karena sebagai polisi saya harus lebih mementingkan dinas dan tugas negara. Tapi latihan tetap jalan terus. Kadang ada kegiatan di kantor, saya juga diundang menyanyi di depan pimpinan. Saya bahkan sempat membuat tim acapella yang kemudian cukup terkenal di jajaran Polda Kalbar,"  kata juara 1 karate Pangdam Cup Tangjungpura pada tahun 2015 ini.



Tidak hanya untuk kepentingan dirinya, pemilik akun instagram @FIRMAN.DTN39 ini juga kerap melakukan aksi sosial untuk masyarakat. "Saya pernak bikin aksi pemuda peduli di Pontianak, mengumpulkan sumbangan dari masyarakat seperti sembako dan pakaian, yang lalu kami serahkan kepada amsyarakat kurang mampu. Kalau di saat kabut asap ini, saya dan teman-teman polisi lainnya ikut membagi-bagikan masker ke masyarakat," jelasnya.

Semua prestasi dan kiprahnya, menurut Firman karena dia merasa dimotivasi latar belakang keluarganya. "Saya lahir di keluarga nelayan yang kurang mampu. Meskipun demikian saya malah terpacu untuk membuat prestasi sebanyak-banyaknya tanpa menghiraukan omongan orang lain. Pokoknya saya akan terus berusaha  dan mau tidak mau saya harus sukses," tandasnya.